KarirKepenulisan

7 Cara Mengkritik dengan Benar – Tidak Sembarangan!

Sebelumnya, penulis pernah membahas soal bagaimana cara menerima kritik di tautan ini. Pada kenyataannya, kita juga bisa loh memberikan kritik. Namun, tentunya ada cara mengkritik dengan benar loh. Tidak asal-asalan bahkan dengan bentuk sindiran sekalipun!

Meski kritik terkadang terdengar menjengkelkan, ada caranya agar kritik bisa tersampaikan dengan baik, bahkan bisa jadi orang yang kita kritik tidak baper sedikit pun (tergantung orangnya).

Berikut cara mengkritik dengan benar!

1. Gunakan Diksi “Saya/Aku” atau Kata Ganti Orang Pertama Tunggal sebagai Subyek

Mengugnakan kata ganti orang pertama memperjelas bahwa kritiknya murni darimu tanpa adanya intervensi dari pihak lain. Hal ini memengaruhi bagaimana interpretasi dari orang yang dikritik loh.

Penggunaan kata “saya dan aku” juga mencerminkan pandangan/kritik kita terhadap situasi. Miskomunikasi dan peluang baper juga bisa diminimalkan.

2. Mulai dari Hal Positif Dulu (Metode Sandwich)

Pernahkah kamu mendengar template seperti: “kerjamu bagus, namun menurutku kamu perlu melakukan hal x dengan lebih baik”. Template tersebut dinamakan metode sandwich. Bukan sugar coating loh ya!

Meski ada pro kontra terhadap metode ini, penulis beropini bahwa metode ini bisa kamu pakai, terutama untuk orang Indonesia karena biasanya mereka benci dengan intimidasi atau kefrontalan.

3. Fokus pada Substansi Penting pada Hal yang Dikritik

Jangan bawa-bawa urusan personal dalam mengkritik alias subjektif. Fokuslah pada nilai/value/obyek yang kamu kritik.

Contohnya, kalau mengkritik orang yang buang sampah sembarangan, kritiklah kelakuan buruknya, bukan justru tampang orangnya yang dikritik.

4. Tentukan Momen yang Tepat untuk Mengkritik (Kapan, Dimana, Siapa, dan Bagaimana)

Momen juga perlu loh dalam mengkritik. Bayangkan kamu dapat kritik ketika dalam kondisi lelah dan stres setelah mendapatkan kemarahan dari atasan. Kemungkinan besar kamu akan meresponnya dengan kurang bijak.

Pakai kata tanya kapan, dimana, siapa, dan bagaimana sebelum mengkritik:

  • kapan: kapan waktu mengkritik yang tepat, misalnya saat pillow talk untuk mengkritik pasangan. Jangan mengkritik saat momen tidak enak seperti berkabung atau habis dimarahi atasan
  • dimana: dimana waktu mengkritik yang tepat, misalnya saat 1 on 1 untuk mengkritik atasan. Jangan pernah mengkritik orang di depan umum.
  • siapa: siapa yang kamu kritik. Jangan coba-coba mengkritik diktator kecuali sudah bersiap dengan kemungkinan terburuk
  • bagaimana: bagaimana cara mengkritiknya? Apakah lisan atau tulisan?

5. Berikan Saran setelah Mengkritik

Pasti kamu familiar dengan “jangan kritik saja, solusinya juga dong!”. Sejatinya kritik itu tidak membutuhkan solusi.

Namun, untuk ranah personal atau pekerjaan, coba juga untuk tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga saran agar komunikasinya bisa berjalan dengan baik.

Memberi saran juga memberikan kesan bahwa kita tidak hanya fokus pada hal negatif saja.

6. Pakai Kata “Maaf” di Awal dan “Terima Kasih” di Akhir

Agar kritik terdengar sopan, kita bisa mengawali kritik dengan maaf, dan mengakhirnya dengan terima kasih.

Hal ini penting untuk diterapkan, terutama jika kamu ingin mengkritik atasan dalam 1 on 1.

7. Gestur dan Tone of Voice harus Friendly saat Mengkritik

Khusus untuk mengkritik secara lisan. Pastikan bahwa gestur dan tone of voice-mu itu ramah. Tidak tantrum atau marah-marah, sehingga orang yang menerima kritik bisa tahu kalau kamu memang tulus dalam memberikan kritik.

Marah-marah justru akan membuat fokus orang yang menerima kritik teralih pikirannya ke kemarahanmu, bukan kritiknya.

Contoh Kritik yang Baik

  • Seorang guru memberikan kritik kepada murid yang tidur di kelasnya di ruangannya pada jam pulang sekolah. Ia berkata “kamu tidur terus di kelas, apakah kamu suka begadang? Jika iya, coba praktekkan teknik tidur ini!)
  • Seorang atasan mengkritik performa bawahannya di meeting 1 on 1 review. Ia berkomentar bahwa bawahannya harus rajin di-follow up. “Kamu harus rajin saya follow up karena kerjaannya kurang baik. Bagaimana kalau kamu saya ikutkan pelatihan di lembaga A agar makin jago?”

Kritik di atas langsung to the point, di ruang privat, dan ada saran agar orang yang dikritik bisa jadi lebih baik. Itulah contoh cara mengkritik yang baik 🙂

Memberikan Kritik dan Menerimanya harus Dilakukan dengan Baik-Baik

Tidak hanya menerima kritik saja. Mengkritik juga harus kita lakukan sebaik-baiknya.

Memberikan kritik dengan kurang bijak akan membuat kita dibenci, hubungan retak, dan orang yang kita kritik tidak mencerna kritiknya, tetapi persepsi negatif tentang kita.

Yuk lakukan cara mengkritik dengan benar. Bukan sekedar marah-marah saja 🙂

Referensi:

https://asana.com/resources/constructive-criticism

https://www.indeed.com/career-advice/career-development/how-to-respond-to-criticism

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *