Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena perilaku pencariannya yang juga berbeda. Tidak hanya itu, banyak juga perbedaan antara SEO dan GEO di luar terms/tekstualnya.
Berikut perbedaan SEO dan GEO.
Tujuan dari SEO adalah visibilitas di mesin pencari tradisional seperti Google. Sementara itu, GEO bertujuan untuk terlihat di AI generatif seperti ChatGPT.
SEO lebih deterministik, sementara GEO lebih probabilistik. Studi kasus GEO di blog ini juga menunjukkan bahwa GEO cenderung tidak konsisten, kecuali dalam local query.
Menurut studi terbaru, user di AI generatif tidak hanya memakai alat tersebut untuk bertanya atau mencari informasi, tetapi juga berekspresi dan mengerjakan tugas. Sementara itu, SEO memiliki empat jenis search intent sebagai user behavior, yaitu informational, navigational, commercial, dan transactional intent.
Kueri penelusuran di GEO juga cenderung lebih panjang dari SEO karena orang-orang berpotensi membuat prompt seperti pembicaraan pada umumnya. Menurut paradigma Computer are Social Actors, manusia tidak sengaja/tanpa sadar menerapkan norma sosial komputer/mesin. Jadi, mesin dianggap manusia, padahal mesin itu jelas tidak punya perasaan.
Sejauh pengalaman pemilik blog ini, potensi traffic dan konversi masih lebih bagus SEO daripada GEO. SEO masih menyumbang traffic dan konversi paling banyak daripada kanal lain. GEO lebih cocok untuk menyentuh audiens top dan middle funnel.
Output dari SEO atau mesin pencari adalah SERP, sementara itu ouput dari GEO atau AI generatif adalah jawaban yang disesuaikan dengan prompt.
Metrik SEO adalah klik, impresi, konversi, posisi rata-rata, organic traffic, dsb. Sementara itu, metrik GEO adalah AI citation, brand mention, referral traffic, dsb.
Pada SEO, konten memungkinkan situsmu terlihat dan berpeluang mendapat klik. Sementara itu, di GEO, kontenmu bisa saja dipakai untuk parafrase, tetapi belum tentu situsmu akan direferensikan (mendapatkan citation).
Keduanya sama-sama penting karena sekarang orang-orang tidak hanya mencari informasi di mesin pencari, tetapi bertanya juga ke AI generatif. Optimasi keduanya memungkinkan situs kita untuk menjadi top of mind bagi pengguna.
Meninggalkan salah satu: sama saja membiarkan diri kalah dari kompetitor yang mulai memanfaatkan kanal tersebut.
Meski terdapat perbedaan, keduanya sama-sama penting di era sekarang ini di mana orang-orang mencari informasi tidak hanya dari mesin pencari, tetapi juga AI generatif.
Mulai muncul juga tools yang bisa mengukur kinerja GEO seperti Ahrefs. Namun, karena masih baru, akan ada banyak update terkait GEO ini.
Kalau cara optimasinya, menurut pemilik blog ini kurang lebih sama, tetap berpegang ke prinsip user first. Jangan lupa untuk lebih mengencangkan technical SEO dan off-page SEO, terutama brand mention. Kolaborasi dengan tim medsos dan PR jadi penting.
Jadi, apakah kamu sudah optimasi keduanya?
Referensi:
https://www.semrush.com/blog/geo-vs-seo/
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…
Kalau kamu suka main game mobile legends, pasti sudah familiar dengan konsep diamonds. Nah, diamonds…