Kepenulisan

Apa saja Perbedaan Fakta dan Opini?

Di pelajaran saat masa sekolah dulu, pernah ada pelajaran soal perbedaan fakta dan opini di matpel Bahasa Indonesia. Sebenarnya hal ini sangat terpakai, terutama jika kita bergelut di dunia jurnalisme, kepenulisan, pendidikan, dan niche yang mirip. Terkadang, orang-orang salah membedakan mana yang merupakan opini dan fakta.

Jadi, apa perbedaan fakta dan opini?

1. Definisi

Menurut KBBI, definisi fakta dan opini adalah sebagai berikut:

  • Fakta: hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi
  • Opini: pendapat, pikiran, pendirian

2. Ciri-Ciri

a. Ciri-Ciri Fakta

Ciri-ciri fakta adalah:

  • Objektif atau dengan kata lain tidak bias
  • Ada bukti yang kuat/kredibel
  • Nyata/tangibel atau dengan kata lain benar-benar/sudah terjadi
  • Punya keterangan waktu, tempat, dll. (lihat SPOK di tautan ini)
  • Tidak ada keberpihakan ke pihak tertentu atau dengan kata lain tidak subjektif
  • Tidak perlu diperdebatkan meski masih bisa memicu orang untuk beropini
  • Di momen tertentu, fakta bisa berubah menjadi bukan fakta, contohnya adalah temuan penelitian ilmiah terbaru yang meng-update hukum lama. Contohnya adalah Pluto yang dulunya merupakan planet, sekarang sudah tidak diakui sebagai planet

Karena ciri-ciri inilah, fakta biasanya banyak ditemukan pada berita. Namun, meski ada hal yang merupakan fakta, lucunya masih saja ada yang denial atau melanjutkan debat kusir.

b. Ciri-Ciri Opini

Ciri-ciri opini adalah:

  • Subjektif tergantung dari bagaimana pandangan orang yang memberikan opini
  • Bisa bersifat intangibel/tidak nyata
  • Bukti yang disertakan belum tentu kredibel
  • Karena bentuknya opini/pendapat, biasanya ada kritik/saran yang disertakan
  • Ada diksi berikut: mungkin, diklaim, dipercaya, kemungkinan, seharusnya, sebaiknya atau diksi lain yang diselipkan ketika memberikan kritik/saran
  • Relatif/argumennya belum tentu 100% bernar

Opini biasanya ditemukan pada artikel, baik itu di blog pribadi, atau situs perusahaan, serta user generated content.

Pembaca sebaiknya bisa melihat perbedaan fakta dan opini agar tidak menjadi korban hoaks dan bisa menilai secara objektif.

Contoh Kalimat

a. Contoh Kalimat Fakta

Sesuai dengan ciri-ciri fakta, berikut contoh kalimat fakta:

  • Indonesia merdeka pada tahun 17 Agustus 1945
  • Presiden pertama Indonesia adalah Ir. Soekarno
  • Prancis adalah negara yang terletak di benua Eropa
  • Jepang adalah negara yang terletak di benua Asia
  • Monas terletak di provinsi DKI Jakarta
  • Matahari adalah pusat galaksi bima sakti
  • Isaac Newton adalah ilmuwan asal Inggris
  • Bendera Indonesia berwarna merah dan putih
  • Tahun 2024 adalah tahun kabisat
  • Pluto bukanlah sebuah planet
  • Google adalah mesin pencari dengan market share terbesar di dunia pada tahun 2023
  • Angka satu bukan merupakan bilangan prima

Bisa dilihat bahwa dari contoh kalimat fakta, terdapat keterangan waktu, tempat, atau merupakan pengetahuan umum yang diketahui di masyarakat dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

b. Contoh Kalimat Opini

Dari ciri-ciri opini, berikut contoh kalimatnya:

  • Menurutku, seharusnya kantor ini merekrut seorang engineer
  • Daripada memancing, lebih baik kita berjalan kaki ke desa
  • Parfum A adalah parfum terwangi yang pernah aku cium baunya
  • Seharusnya, dompet A lebih layak dibeli karena lebih keras dari dompet B
  • Pendidikan dengan metode C sudah usang, sebaiknya pakai metode pendidikan D saja karena sesuai dengan perkembangan zaman
  • Kenaikan jabatan si D itu adalah ide buruk dari manajemen

Dari contoh kalimatnya, banyak yang merupakan bentuk kritik/saran/pengandaian. Jadi, belum tentu 100% benar.

Mana yang lebih Penting? Fakta atau Opini?

Hal ini bergantung pada beberapa hal. Untuk dunia non fiksi seperti berita dan artikel, tentunya fakta adalah absolut. Sementara itu, untuk fiksi seperti novel dan cerpen, tulisannya tidak harus merupakan fakta karena merupakan karangan saja, sesuai dengan imajinasi penulis.

Meski opini belum tentu fakta, opini tetap diperlukan, Contohnya, dalam dunia marketing, kita perlu opini dari tokoh besar agar orang-orang mau melakukan pembelian/percaya terhadap produk/jasa yang kita jual. Namun, kita tetap harus bijak dalam beropini agar tidak menimbulkan fitnah/hoaks, terutama kalau opini kita memengaruhi kehidupan banyak orang.

Yuk Kenali Perbedaan Fakta dan Opini!

Nah, setelah membaca artikel ini, semoga kamu bisa membedakan mana yang fakta dan opini ya. Meski terlihat sepele, sebenarnya hal ini dapat memengaruhi persepsi seseorang. Contohnya, opini perihal rumah tangga yang dianggap fakta padahal bukan merupakan fakta/hanya opini saja dapat menyebabkan keretakan hubungan.

Mengetahui perbedaan fakta dan opini juga bisa membuat kita lebih bijak dalam menanggapi suatu hal. Apalagi dengan derasnya arus informasi sekarang ini.

Mari bijak dalam mencerna informasi!

Referensi:

Perbedaan Fakta Dan Opini, Ini Penjelasan Lengkapnya

https://www.kompas.com/skola/read/2023/03/27/053000469/perbedaan-fakta-dan-opini-beserta-contohnya

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6887837/contoh-kalimat-fakta-dan-opini-beserta-pengertian-ciri-dan-perbedaannya

https://kbbi.web.id/opini

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/fakta

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *