Ads

Click to WhatsApp Ads (CTWA) – Simpel dan Cepat untuk Pelanggan

Ketika memasang meta ads, kita bisa mengarahkan prospek atau pelanggan untuk langsung ke WhatsApp. Cara ini simpel, terdapat kelebihan dan kekurangan dalam implementasinya.

Berikut penjelaannya.

Apa itu Click to WhatsApp Ads (CTWA)?

Click to whatsapp ads atau CTWA adalah iklan di platform Meta yang jika diklik, maka langsung diarahkan ke WhatsApp.

Kelebihan Click to WhatsApp Ads (CTWA)

a. Customer Journey yang Singkat dan Cepat

Karena langsung ke WhatsApp, customer journey jadi singkat dan cepat. Ini menguntungkan jika customer memiliki profil ingin cepat beli dan produk/jasa kita cocok untuk hal-hal urgent.

b. Berpotensi Menurunkan CPR/CPL/CPA

Karena aksinya cepat, hanya klik langsung ke wa, CPR, CPL, dan CPA (cost per action) bisa lebih murah).

c. Bagus untuk Meningkatkan Kuantitas/Jumlah Prospek

Dari kesederhanaan customer journey, maka CTWA cocok untuk meningkatkan jumlah/kuantitas leads yang datang ke bisnis.

d. Cocok untuk Analisa Data Seberapa Menarik Creative dari Ads

CTWA itu simpel. Jadi, bisa untuk sarana penilaian seberapa bagus creative dari ads dalam memancing klik.

Kekurangan Click to WhatsApp Ads (CTWA)

a. Kualitas Leads Belum tentu Sebaik Kuantitasnya

CTWA memang memiliki peluang besar untuk medatangkan jumlah leads yang besar. Namun, besarnya jumlah leads, belum tentu sama baiknya dengan kualitasnya. Pengalaman pemilik blog ini, CTWA berpotensi mendatangkan leads spam seperti menanyakan loker atau leads yang tidak niat beli dari awal.

b. Bisa Terjebak Performa Palsu, misalnya CPR Murah, tetapi CAC Tinggi

CPR memang terlihat murah, tetapi data ini jadi misleading jika ternyata CAC-nya tinggi.

c. Butuh Interaksi Manusia (Admin WhatsApp)

Karena diarahkan ke WhatsApp, butuh orang yang standby untuk membalas WhatsApp. Bahkan, keberhasilan konversi ini juga tergantung bagaimana kecepatan respon serta kualitas pelayanan admin WhatsApp ke prospeknya.

d. Pelacakan Konversi lebih Sulit

Pelacakan konversi jadi lebih sulit karena tidak ada form atau button seperti di website. Perlu kerja sama dengan admin WhatsApp untuk pelacakan konversi dengan akurat.

Cara Membuat Click to WhatsApp Ads (CTWA)

1. Buat campaign seperti biasa

2. Atur tujuan campaign, misalnya interaksi atau leads

3. Pilih Whatsapp sebagai tempat untuk konversi

4. Pastikan nomor WhatsApp yang dipakai sudah menjadi akun bisnis dan terhubung denagn akun Facebook

5. Atur target, budget, dan creative. Kemudian terbitkan

Tips Click to WhatsApp Ads (CTWA)

Berikut beberapa tips click to WhatsApp ads. Tidak jauh beda dengan tips umum. Namun, karena ada kekurangan seperti perlu admin wa, berikut beberapa tipsnya:

1. Targetting dengan tepat

2. Pastikan creative memancing orang untuk klik

3. Kerja sama dengan admin wa untuk tracking konversi. Ingatkan juga admin wa jika terlihat slow response

4. Jangan hanya lihat CPR atau CPA. Lihat juga CAC untuk performa secara nyata

Apakah CTWA Meta Ads Cocok untuk Semua Bisnis?

CTWA meta ads cocok untuk bisnis, meski ada bisnis yang sebaiknya memakai LP website saja agar kualitas leads-nya lebih bagus seperti SaaS. Dari pengalaman pemilik blog ini, sektor kesehatan lebih cocok pakai CTWA karena terkadang pasien tidak memahami produk/jasa yang mereka butuhkan atau tidak tahu bahwa jasa/tindakan tertentu perlu surat pengantar dokter. Jadi, perlu ada admin yang membantu dalam menjelaskan produk/jasa yang dijual dan diinformasikan di ads.

Apakah CTWA Meta Ads Meningkatkan Peluang Masuknya Spam Leads

Jawabannya iya dan bisa saja karena model ini sangat effortless. Pemilik blog ini pernah mengalami hal ini. Solusinya adalah:

1. Mengatur iklan hanya di platform tertentu, misalnya Instagram saja

2. Mengganti CTWA ke model iklan lain, misalnya diarahkan untuk isi formulir dulu atau ke website

3. A/B testing creative atau retargetting

CTWA Memiliki Kelebihan dan Kekurangannya, tetapi Masih Cocok untuk Bisnis

CTWA memang menawarkan customer journey yang cepat dan simpel, tetapi berpotensi meningkatkan spam leads. Meski demikian, mitigasi bisa dilakukan agar iklan dengan model ini bisa bermanfaat dan berdampak bagi bisnis.

Kalau kamu? Pakai CTWA juga?

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Share
Published by
Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Recent Posts

Salah Kaprah Penerapan E-E-A-T, Tidak Sesimple Ataupun Serumit Itu!

November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…

6 days ago

CPL (Cost per Leads) – Biaya untuk Mendapatkan 1 Prospek

Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…

2 weeks ago

CAC (Customer Acquisition Cost) – Biaya yang Diperlukan untuk Mendapat 1 Pelanggan

Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…

2 weeks ago

7 Perbedaan SEO dan GEO – Tidak hanya Beda di S dan G

Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…

2 weeks ago

Studi Kasus GEO Indonesia dengan Local Query – Studi pada Prompt “Rekomendasi Nasi Goreng Terdekat” pada Gemini

Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…

3 weeks ago

Studi Kasus GEO Indonesia – Studi pada Prompt “Rekomendasi Blog untuk Belajar SEO yang Memakai Bahasa Indonesia

Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…

3 weeks ago