Digital MarketingKepenulisan

Curiosity Gap – Rasa Penasaran User adalah Senjata Marketer?

Saat kita membuka media, ada judul yang bikin kepo. Judulnya adalah “Artis A punya cara mudah untuk menurunkan berat badan. Begini caranya!”. Dari “begini cara mudahnya”, tentu membuat orang-orang jadi penasaran karena diketahui ada tokoh artis punya metode penurunan berat badan, namun kita tidak tahu apa caranya. Hal ini disebut dengan curiosity gap.

Apakah kita harus memanfaatkannya?

Apa Itu Curiosity Gap?

Curiosity gap adalah ruang antara informasi yang diketahui dan tidak diketahui. Atau dengan kata lain adalah jarak antara apa yang kita tahu dan apa yang kita ingin ketahui.

Jadi, dengan memanfaatkan curiosity gap, seseorang dipancing untuk mengetahui lebih lanjut.

Hal ini biasanya dimanfaatkan untuk judul atau pembuka dari suatu konten.

Manfaat Curiosity Gap

Pada dasarnya, manfaat dari curiosity gap adalah meningkatkan jumlah klik dengan memanfaatkan rasa penasaran manusia untuk mencari sesuatu yang tidak mereka tahu. Pada dasarnya, insting bertahan hidup manusia itu adalah takut pada hal yang tidak mereka ketahui (fear of the unknown).

Curiosity gap bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal, seperti:

  • E-mail marketing (meningkatkan open rate e-mail)
  • Judul blog dan meta description (meningkatkan organic CTR)
  • Pembuka pada artikel (mempersuasi pembaca agar membaca sampai habis)
  • Konten feed Instagram (agar orang mau swipe)
  • Intro video (agar orang mau nonton sampai habis)
  • Prolog dari fiksi (membuat cerita jadi bikin penasaran, seperti cliffhanger)
  • Thumbnail (agar orang mau menonton video)
  • Lead magnet (menambah jumlah leads)
  • Call to action (meningkatkan jumlah klik CTA)

Bagaimana Cara Memunculkan Curiosity Gap?

a. Jangan Spoiler

Tidak ada yang suka diberikan spoiler karena langsung tahu apa yang perlu mereka ketahui.

Justru, spoiler tidak akan membangkitkan curiosity gap pada pembaca.

b. Mulai dengan Fakta

Mulailah dengan fakta dulu. Kalau bisa, gunakan unsur yang menjadi bumbu seperti tokoh agar pembaca semakin tertarik untuk mengklik.

c. Gunakan Kata “Ini”

Mungkin kita tidak asing dengan “cara ini”, “metode ini”, “masalah ini”. Sebenarnya, hal itu adalah pemancing curiosity gap. Pembaca dibuat bertanya-tanya dalam pikirannya. “Ini” tuh apa sih? Sehingga pada akhirnya pembaca tertarik untuk membacanya.

d. Tidak Berlebihan

Jika berlebihan seperti terlalu clikcbait atau too good to be true. Malah akan jadi senjata makan tuan. Niatnya mau menaikkan jumlah klik, malah yang terjadi adalah sebaliknya.

Contoh Curiosity Gap

Berikut beberapa judul yang memancing curiosity gap:

  • Awalnya pengangguran, kini jadi milyuner! Ini dia kisah suksesnya
  • Danau yang awalnya dalam ini mendadak menyusut. Apa penyebabnya?
  • Teknologi ini bisa menghancurkan dunia. Apa sudah diciptakan?
  • Cara ini dapat membuatmu sering mendapat nilai 100 di ujian sekolah

Manfaatkan Curiosity Gap dengan Bijak

Curiosity gap adalah senajata penting bagi marketer yang lazim digunakan pada berbagai media baik itu blog, e-mail, atau pun video.

Kalau sepakat untuk memakai curiosity gap, maka yang perlu kita lakukan adalah membuat konten berkualitas yang menjawab judul. Jangan sampai judulnya sudah menarik dan memancing rasa penasaran, pembaca kecewa karena rasa penasarannya tidak terjawab.

Sama seperti fearcuriosity gap harus dipakai dengan bijak agar tujuan dari marketing atau penulisan tercapai.

Happy writing!

Referensi:

https://www.enchantingmarketing.com/curiosity-gap/#how

Should You Use a Curiosity Gap to Persuade Your Visitors to Click?

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *