Content WritingWebsite

Estimated Reading Time – Prediksi untuk Membantu Kita?

Kalau kita memakai WordPress, mungkin kita pernah melihat estimated reading time atau perkiraan waktu membaca dari seorang audiens. Bahkan, Yoast punya fitur ini loh!

Jadi, apa itu estimated reading time dan manfaatnya?

Apa Itu Estimated Reading Time?

Estimated reading time adalah sebuah estimasi/perkiraan tentang waktu yang diperlukan untuk membaca konten dari awal hingga akhir.

Manfaat Estimated Reading Time

a. Bagi Pemilik Situs/SEO Specialist

1. Mengetahui Apakah Kontennya Terlalu Panjang/Pendek

Estimated reading time bermanfaat untuk jadi indikator apakah konten yang kita buat terlalu pendek atau panjang.

Memang betul jumlah kata bukan merupakan ranking factor, namun hal ini penting untuk audience persona.

Tidak mungkin kita bikin konten panjang-panjang yang estimated reading time-nya 15 menit untuk audiens yang malas membaca.

2. Indikator Pembayaran Penulis

Selain jumlah kata dan waktu yang dihabiskan, estimated reading time juga bisa jadi solusi untuk membayar penulis secara adil.

Kalau dibayar pakai jumlah kata, ada kemungkinan kalau search intent-nya tidak terpenuhi semua.

3. Menarget/Memfilter Audiens

Kalau audience persona kita menyukai konten panjang, maka orang-orang yang lebih suka konten pendek tidak akan mengaksesnya.

Hal ini akan membuat kualitas traffic jadi lebih baik. Contohnya, pembagian persona berdasarkan literasi seperti di industri penerbit/buku/pendidikan.

b. Bagi User/Pembaca

Bagi user/pembaca, estimated reading time itu seperti gaji yang ditampilkan pada job board. Kalau tidak cocok, ya tidak perlu lanjut. Tidak perlu membuang waktu untuk hal yang tidak klop sama kita.

Kalau kita suka konten yang pendek, tentu kita tidak akan perlu mengklik konten yang panjang banget sampai estimated reading time-nya setengah jam.

Selain itu, dari estimated reading time juga kita bisa menerka kira-kira seberapa panjang kontennya.

Bagaimana Cara Menghitung Estimated Reading Time?

Plugin kita akan menghitungnya secara otomatis, namun kita bisa menghitungnya secara manual.

Dikutip dari martech.org, berikut cara menghitng estimated reading time:

  1. Hitung jumlah kata, misalnya 900 kata
  2. Bagi jumlah kata dengan 200, jadi 4,5
  3. Angka 4 adalah menitnya
  4. Sisa dari 4,5, yaitu 0,5 dikali dengan 0,6. Jadi, hasilnya adalah 0,3 atau setara dengan 30 detik
  5. Jadi, pada artikel 900 kata, estimated reading time-nya adalah 4 menit 30 detik

Dengan cara perhitungan yang sama, artikel 1000 kata punya estimated reading time sebesar 5 menit dan 2000 kata punya estimated reading time selama 10 menit.

Asumsi yang dipakai di sini adalah seseorang punya rata-rata waktu membaca sebesar 200 kata per menit. Tentunya setiap orang berbeda-beda, tergantung level literasinya. Semakin tinggi literasi, kecepatan membaca akan semakin cepat.

Apakah Estimated Reading Time Akurat?

Yah, namanya estimasi, tentu saja tidak selalu akurat. Banyak faktor yang memengaruhi waktu membaca seseorang

Beberapa hal yang memengaruhi waktu membaca seseorang adalah:

  • Kualitas konten
  • Konsentrasi dari pembaca
  • Jumlah kata
  • Teknik membaca (misalnya, scanning untuk membaca cepat)
  • Level literasi
  • Topik dari konten

Kalau ingin tahu “kondisi realita lapangan” dari waktu membaca, kita bisa memantaunya di Google Analytics, tepatnya di waktu engagement rata-rata.

Ayo Manfaatkan Estimated Reading Time!

Meski kesannya sederhana, yaitu menampilkan perkiraan waktu membaca, estimated reading time sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak, yaitu pemilik situs/SEO specialist dan user/pembaca.

Pemilik situs/SEO specialist punya indikator yang bagus untuk menarget persona dengan panjang konten yang pas dan user/pembaca jadi bisa memilih untuk lanjut baca kontennya atau tidak.

Yuk manfaatkan fitur ini dengan sebaik-baiknya!

Happy optimizing!

Referensi:

Reading Time WP

How estimated reading times increase content engagement

https://yoast.com/features/estimated-reading-time/

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *