Digital Marketing

Expired Domain – “Kadaluarsa” tapi Bermanfaat?

Makanan kadaluarsa itu tidak boleh dimakan karena bisa menimbulkan penyakit. Nah, ternyata di dunia SEO dan domain itu berbeda. Domain yang “kadaluarsa” atau dengan kata lain, expired domain itu sah-sah saja untuk dimiliki, bahkan ada kelebihannya loh. Meski fun fact-nya: expired domain yang tidak diperpanjang akan mengalami deindex Google.

Bersama dengan aged domain, domain jenis ini juga biasanya sering diperjualbelikan oleh blogger untuk mendapatkan keuntungan atau link building.

Wah, jadi apa itu expired domain? Apa saja kelebihan dan kekurangan, serta hal yang harus diperhatikan sebelum membelinya?

Apa Itu Expired Domain?

Expired domain adalah domain yang dulunya teregistrasi, tetapi kemudian kadaluarsa, sehingga domain tersebut bisa saja didaftarkan ulang oleh pengguna lainnya.

Mengapa Domain bisa Kadaluarsa?

Expired domain bisa muncul karena pemilik situs lupa (tidak sengaja) untuk membayar perpanjangan kepemilikan karena tidak sadar masa berlaku kepemilikan mereka akan habis atau pemilik situsnya memang tidak tertarik untuk memperpanjang kepemilikannya lagi.

Domain yang kadaluarsa ini bisa mengalami deindex Google jika kepemilikannya tidak diperpanjang.

Apa Perbedaan Expired Domain dan Aged Domain?

Expired domain adalah domain yang telah habis masa waktu kepemilikannya, sedangkan aged domain adalah domain yang sudah lama eksis di internet.

Aged domain belum tentu merupakan expired domain dan sebaliknya.

Mengapa Orang-Orang Membeli Expired Domain?

Beberapa orang membeli expired domain dengan berbagai tujuan seperti:

  • Link building
  • Lebih senang mewarisi alias tidak suka mulai dari nol
  • Membeli adsense yang ada pada expired domain tersebut

Expired Domain dalam Link Building

Dulu, expired domain digunakan untuk link building. Jadi, kita beli expired domain, lalu memberikan backlink ke situs utama kita. Praktek ini sendiri diperhatikan oleh Google.

Bahkan, John Mueller (search advocate Google) mengatakan bahwa praktek expired domain untuk link building itu lumayan tricky karena rawan di-abuse, contohnya adalah praktek link farming.

Kelebihan Expired Domain

Kelebihan dari expired domain kurang lebih sama dengan aged domain. Yaitu:

a. Backlink Berkualitas

Jadi, kita tidak perlu repot mendatangkan backlink berkualitas karena expired domain yang bagus punya juicy backlink yang mengarah ke situsnya. Tidak lupa bahwa sumber traffic ini bisa masuk ke kanal referral.

b. Topical Authority telah Terbangun

Expired domain yang bagus juga biasanya punya topical authority yang telah terbangun, jadi kita tinggal melanjutkan saja.

c. Traffic

Bukan tidak mungkin jika expired domain punya traffic tinggi, apalagi jika topical authority-nya telah terbangun dan ranking di search query dengan volume pencarian yang tinggi.

d. Adsense

Expired domain yang terhubung ke Google adsense bisa jadi sumber pendapatan passive income.

Kekurangan Expired Domain

Kekurangan dari expired domain juga mirip dengan aged domain, yaitu:

a. Toxic Backlink

Expired domain juga bisa punya toxic backlinkJika kamu memutuskan untuk membelinya, maka segera disavow backlink beracun tersebut.

b. Reputasi

Sebenarnya hal ini bisa jadi hal positif, tetapi sepertinya lebih banyak negatifnya. Mengapa? Bayangkan jika orang yang mengetahui reputasi expired domain sebelum kamu miliki, lalu di-redirect ke halaman yang telah kamu ubah. Pastinya buruk sekali untuk user experience bukan?

c. Harus Banyak Riset

Banyak sekali riset yang harus kita lakukan sebelum membeli expired domain, yaitu:

  • Mengapa owner sebelumnya menjual domain ini?
  • Bagaimana riwayat optimasi yang telah dilakukan (on-page, technical, dan off-page)?
  • Bagaimana riwayat traffic? Apa pernah terjun bebas?
  • Mengapa domain ini sampai kadaluarsa atau tidak diperpanjang?
  • Berapa perbandingan laman yang terindeks dan tidak diindeks oleh Google
  • Bagaimana niche dan topical authority domainnya?
  • Apakah ada konten terlarang?
  • Berapa skor DA/DR-nya?
  • Apakah ada komentar blogwalking spam?
  • Apakah ada outbound link menuju situs terlarang?
  • Bagaimana reputasi expired domain sebelum kita miliki?
  • Apakah terhubung dengan adsenese? Bagaimana pendapatannya?
  • Berapa harga dari domainnya?
  • Apa nama domain dan ekstensinya (TLD), apakah gTLD, ccTLD, sTLD, atau TLD lain?

Jadi, Apakah Expired Domain masih Bermanfaat atau Worth It untuk Dibeli?

Jika tujuanmu membeli expired domain untuk membeli adsense atau melanjutkan perjuangan owner sebelumnya, sebenarnya sangat-sangat worth it untuk dibeli. Apalagi jika kamu malas mulai dari nol dan lebih suka mengakuisisi yang telah mature alias dewasa.

Namun, jika tujuan membeli expired domain adalah untuk link building atau branding, sebaiknya dipikir baik-baik karena cara ini cukup tricky dan bisa jadi bumerang.

Setelah mengetahui seluk-beluk expired domain, apakah kamu masih ingin memilikinya?

Sumber:

https://www.searchenginejournal.com/buy-redirect-expired-domains/376607/#close

https://www.seobility.net/en/wiki/Expired_Domains#cite_note-1

Expiring Domains: 4 Benefits, Drawbacks, and Ways to Buy One

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *