Digital MarketingKepenulisan

Hidden Text – Menyembunyikan Teks untuk Memanipulasi SEO?

Manusia itu memang banyak akal dan kreatif, terutama soal mengakali atau mencari lubang/celah pada suatu sistem. Contoh dalam dunia SEO adalah hidden text, salah satu teknik black hat (tentu saja ini tidak diperbolehkan).

Sebenarnya apa itu hidden text? Apa contoh penerapannya? Mengapa hal ini (jelas) tidak diperbolehkan?

Apa Itu Hidden Text?

Dikutip dari laman resmi Google, hidden text adalah sebuah tindakan berupa menempatakan konten pada laman yang bertujuan untuk memanipulasi ranking dan tidak mudah dilihat oleh mata manusia.

Contoh Hidden Text

Google menganggap beberapa hal ini sebagai hidden text dan melanggar aturan mereka:

  • Teks yang berwarna sama dengan background
  • Menyembunyikan teks di balik gambar (seperti tulisan di belakang image dengan aturan in front of the text)
  • Menggunakan CSS agar suatu tulisan di-off-screen
  • Ukuran font diubah menjadi 0

Apakah Ada Pengecualian? Bagaimana dengan Tabbed Content?

Beberapa pengecualian ada untuk konten yang hidden. Google menyatakan bahwa elemen ini tidak melanggar aturan dari mereka:

  • Tabbed content yang beralih antara menyembunyikan dan menampilkan konten tambahan (John Mueller telah mengonfirmasi bahwa tabbed content itu tidak masalah)
  • Slideshow yang muncul dengan siklus di antara gambar atau paragraf
  • Tooltip atau teks serupa yang menampilkan konten tambahan ketika user berinteraksi dengan elemennya
  • Teks yang hanya bisa diakses oleh screen reader dan bertujuan untuk meningkatkan user experience

Jadi, kalau ada lead magnet atau widget yang menutupi teks, itu bukan merupakan hidden text.

Selain empat hal di atas, alt text juga bisa dibilang hidden text karena baru terlihat kalau gambar gagal loading. Namun, hal ini tidak melanggar ketentuan dari Google.

Mengapa Hidden Text Diterapkan?

Alasan paling masuk akal mengapa orang menggunakan hidden text adalah memasukkan target keyword tanpa harus capek-capek mengubah konteks dari suatu konten.

Jadi, bisa keyword stuffing tanpa ketahuan (oleh user).

Selain itu, di masa lalu, hidden text diterapkan agar spam page bisa mengarahkan user ke laman yang dituju untuk meningkatkan convertion rate lewat metode cloaking (termasuk teknik black hat SEO).

Bagaimana Cara Menemukan Hidden Text?

Ada cara untuk menemukan hidden text, yaitu dengan:

  • Ctrl + A pada suatu laman atau aplikasi pengolah kata
  • Inspect element

Kalau ada teks berupa paragraf tidak jelas atau keyword stuffing pada inspect element, namun tidak terdapat pada konten, besar kemungkinan itu adalah hidden text.

Jangan Gunakan Hidden Text!

Berbeda dengan hidden content yang diperbolekan, hidden text jelas-jelas melanggar aturan yang dibuat oleh Google.

Lagipula, keyword stuffing dan cloaking yang merupakan salah satu alasan mengapa hidden text diterapkan juga termasuk teknik black hat SEO.

Kalau menemukan hidden text pada laman, maka segera perbaiki. Antara teksnya dihapus, atau disunting dulu baru dimunculkan.

Happy optimizing!

Referensi:

https://www.searchenginejournal.com/hidden-text-seo/208866/

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *