Kepenulisan

Kalimat Efektif dan Tidak Efektif – Mana yang lebih Baik?

Saat membaca suatu media, entah itu buku, berita, iklan, dll. mungkin kita pernah melihat kalimat yang bertele-tele, terlalu banyak basa-basi, atau ada tulisan yang sebenarnya tidak perlu. Nah, hal tersebut bernama kalimat tidak efektif, kebalikan dari kalimat efektif.

Dalam menulis hal-hal yang berbau formal atau prosedural, penulis disarankan untuk menulis kalimat efektif agar pembaca bisa langsung paham apa yang mereka tulis.

Apakah kalimat efektif pasti bagus dan kalimat tidak efektif pasti jelek?

Apa Itu Kalimat Efektif?

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki makna yang jelas, bisa dipahami dengan mudah, mengikuti ejaan yang berlaku, dan disusun dengan diksi yang tepat. Bahkan, dalam kalimat ini, minimal ada subjek dan predikat.

Apa Itu Kalimat Tidak Efektif

Dari definisi kalimat efektif, maka kalimat tidak efektif adalah kalimat yang:

  • ambigu
  • tidak mudah dipahami
  • kurang/tidak baku
  • tidak sesuai dengan kaidah penulisan
  • bertele-tele
  • terlalu banyak basa-basi

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

Beberapa ciri kalimat efektif adalah:

  • Gagasan dan tata struktur bahasa seimbang
  • Terdapat kesamaan bentuk dalam kalimat, bahkan frasa dan susunan kata
  • Tidak ada diksi yang tidak perlu
  • Informasi dalam kalimatnya runut, tidak keluar jalur
  • Ide dalam kalimatnya masuk akal secara sistematis
  • Tidak ada kontradiksi atau makna ganda
  • Tidak redundant (pengulangan kata)

Ciri-Ciri Kalimat Tidak Efektif

Dari ciri-ciri kalimat efektif di atas, maka ciri kalimat tidak efektif adalah:

  • Tidak ada keseimbangan antara gagasan dan stuktur bahasa
  • Banyak perbedaan dari kalimat, frasa, dan susunan kata
  • Terdapat/banyak diksi yang tidak perlu
  • Penyampaian gagasan sering keluar jalur/ngalor-ngidul
  • Tidak sistematis
  • Ambigu dan punya lebih dari satu makna
  • Redundant, dalam dunia SEO bisa termasuk indikasi keyword stuffing

Contoh Kalimat Efektif

Berikut beberapa contoh kalimat efektif:

  • Ayah membeli buku di pasar kemarin sore
  • Maling itu melarikan diri karena ada banyak warga
  • Presiden akan menyampaikan pidato pada tanggal 28 Februari 2029
  • Ardi menulis puisi di ruang tamu

Contoh Kalimat Tidak Efektif

Berikut beberapa contoh kalimat tidak efektif:

  • Kami sedang maju ke depan karena tidak ada lagi kemunduran
  • Dia mundur ke belakang karena adanya ulat bulu di jalan
  • Dia sedang bertambah kuat, tetapi massa ototnya naik
  • Buku biru itu merupakan buku terbaik di toko buku di antara toko buku lainnya
  • Penyampaian daripada pidato tersebut sangatlah apik karena adanya walikota dan bupati yang juga ikut-ikutan nimbrung
  • Menulis jurnal di toko

Bagaimana Cara Membuat Kalimat Efektif?

  1. Sediakan KBBI saat menulis untuk mengecek kata baku
  2. Tentukan SPOK pada kalimat (subjek-predikat-objek-keterangan)
  3. Susun kata sesuai dengan ide di kepala (free writing)
  4. Sunting kalimat yang dibuat jika tidak efektif

Apakah Kalimat Efektif lebih Baik daripada Kalimat Tidak Efektif?

Jawaban dari pertanyaan ini adalah tergantung dari media tulisan yang digunakan.

Untuk beberapa tulisan seperti:

  • Kontrak kerja
  • White paper
  • Jurnal penelitian
  • Press release
  • Blog dengan target market b2b/b2g
  • Undangan
  • Surat lamaran kerja

Jelas menggunakan kalimat efektif adalah kewajiban. Terutama tentang kata baku dan formalitas.

Sementara itu, kalimat tidak efektif bisa digunakan untuk beberapa tulisan informal/untuk entertain seperti:

  • Blog dengan target market b2c
  • Iklan
  • Komik
  • Cerpen
  • Novel

Jadi, sesuaikanlah mana yang harus digunakan, apakah kalimat efektif atau tidak efektif?

Pakai Kalimat Efektif dan Tidak Efektif sesuai dengan Target Market/Brand Voice

Meski sebenarnya kalimat efektif terlihat lebih baik karena sesuai dengan PUEBI/EYD, to the point, sehingga jumlah kata lebih sedikit, dan punya intensi yang jelas, kalimat tidak efektif masih berguna, terutama di media yang tujuannya adalah untuk menghibur/entertain.

Dalam marketing, penting untuk mengetahui kapan waktunya memakai kalimat efektif dan tidak efektif karena menyangkut target market dan juga brand voice.

Bagaimana cara mengetahui mana yang lebih baik? Pelajari target pembaca dan lakukan A/B testing.

Happy writing!

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *