Kepenulisan

Kalimat Opini – Kalimat Subjektif yang Banyak Manfaat

Kalimat opini sering kita temukan, terutama di media sosial karena banyak sekali pendapat dari berbagai sudut pandang. Bahkan, isi blog ini pun banyak sekali yang merupakan opini dari penulis.

Sebenarnya apa itu kalimat opini? Apa saja contohnya dan bagaimana cara membuatnya?

Apa Itu Kalimat Opini?

Kalimat opini adalah kalimat yang berisikan pendapat atau pandangan subjektif dari pembuat kalimatnya. Jadi, kalimat ini bisa beririsan dengan kalimat definisi.

Jadi, kalimat opini belum tentu berupa fakta dan bisa saja penuh dengan bias kognitif, seperti confirmation bias.

Penerapan Kalimat Opini

Kalimat opini banyak sekali penerapannya di dunia nyata, seperti:

  • Menyampaikan opini di surat kabar/koran/media massa
  • Mendiskusikan ide/brainstorming 
  • Mengkritik/memberi saran untuk kebijakan publik
  • Mencari solusi dari perspektif yang subjektif

Manfaat Kalimat Opini

Banyak sekali manfaat kalimat opini, antara lain:

  • Menyampaikan pandangan dari perspektif yang unik/berbeda
  • Memperbaiki suatu hal lewat kritik atau pun saran
  • Sarana demokrasi yang sehat (free speech)
  • Marketing dari suatu produk/jasa dengan memanfaatkan bias kognitif seperti authority bias
  • Menginspirasi seseorang

Itu baru contoh kecil saja, masih banyak manfaat lainnya dari kalimat ini.

Ciri-Ciri Kalimat Opini

Kalimat opini juga punya karakteristik, yaitu:

  • Dimulai dengan “menurut pendapat”, “saran saya”, “dari pandangan”
  • Bersifat subjektif, jadi rentan dengan bias kognitif
  • Belum tentu faktual, bergantung dari data dan konteksnya
  • Kejadian yang diutarakan dalam opini belum terjadi atau akan terjadi di masa depan
  • Bisa jadi belum ada data pendukung atau tidak ada bukti yang kuat
  • Kecenderungan dari kalimat ini adalah persuasif atau argumentatif. Jadi wajar banyak kalimat opini dalam suatu diskusi

Cara Membuat Kalimat Opini

Meski kalimat opini bersifat subjektif, tentu ada tata cara dalam membuatnya. Opini jelek biasanya akan dirujak di media sosial atau forum lain. Karena itu, perlu cara membuat kalimat opini yang benar, yaitu:

a. Cari Referensi yang Tepat

Meski bersifat subjektif, opini yang bagus akan bersumber dari referensi yang tepat. Misalnya, kalau kamu beropini soal niche kesehatan, maka opinimu akan kuat jika referensinya berasal dari rujukan kesehatan seperti WHO.

Referensi ini tidak hanya untuk pendapat, tetapi juga fokus masalah.

b. Buat Kalimat Opininya Berdasarkan Referensimu

Referensi sudah dapat, mari buat kalimat opininya.

Bisa saja referensinya berasal dari pengalamanmu, tetapi hati-hati dengan confirmation bias atau logical fallacy seperti cherry picking.

Contoh Kalimat Opini

Berikut ini beberapa kalimat opini:

  • Kota ini akan lebih bagus jika ada lebih banyak patung
  • Tangannya lemah sekali karena tidak bisa mengangkat koper
  • Menurutku, akan lebih baik jika walikotanya adalah A
  • Saran dari temanmu ini adalah jauhilah lingkungan kotor tersebut
  • Dari pandanganku, usaha dan niatmu masih belum kuat
  • Menurut mama, masakanmu itu kurang enak
  • Menurut Bagus, restoran A adalah restoran terenak di Kabupaten ini

Beropinilah dengan Bijak

Meski kalimat opini jelas-jelas subjektif, banyak sekali orang yang beropini sembarangan dan berlindung di balik kebebasan berpendapat atau free speech.

Kita memang bebas berpendapat, tetapi kita tidak lepas dari konsekuensi opini yang kita keluarkan.

Bijaklah dalam beropini agar selamat.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *