Karir

Kapan Waktu yang Tepat untuk Minta Naik Gaji?

Mungkin ini adalah pertanyaan sejuta umat bagi pegawai atau karyawan, yaitu: “Kapan waktu yang tepat untuk minta naik gaji?” Minta langsung tidak enak rasanya, sementara kalau gaji tidak naik-naik, bawaannya pengen julid/berpikir negatif.

Dear sesama karyawan/pegawai, berikut waktu yang tepat untuk minta naik gaji:

1. Setahun setelah Bekerja

Setiap tahun biaya hidup naik, sehingga naik gaji adalah (sebenarnya) sebuah keharusan.

Kalau kamu telah bekerja selama setahun, maka kamu bisa mencoba untuk meminta naik gaji loh. Perusahaan yang baik harusnya sudah budgeting untuk kenaikan gaji pegawai tiap tahun.

Tidak sabar untuk menunggu setahun? Coba lihat aturan perusahaan soal kenaikan gaji. Ada juga yang bisa naik gaji tiap semester (6 bulan).

2. Setelah Berkontribusi Besar untuk Perusahaan

Habis berkontribusi besar untuk perusahaan? Ohh tentu saja hal ini adalah waktu yang tepat untuk minta naik gaji. Mengapa? Karena kita punya daya tawar yang tinggi dan perusahaan berkembang pesat karena kontribusimu.

Berikut contoh kontribusi besar untuk perusahaan:

  • Overachieve
  • Ide atau eksekusimu berhasil mendatangkan revenue yang sangat besar
  • Merekrut karyawan dengan supply yang minim (untuk rekruter)
  • Menambah jumlah prospek yang berkualitas (untuk marketer)

3. Achieve Target

Habis achieve target? Nah, ini adalah waktu yang tepat untuk minta naik gaji loh. Baik itu target bulanan, kuartalan, semesteran, atau tahunan, itu bisa jadi basis agar permintaan naik gaji dituruti.

Dengan achieve target, kamu punya daya tawar yang sangat bagus terhadap pengusaha. Akan lebih baik jika kamu juga berusaha untuk menunjukkan prestasi terhadap direct report-mu (ini bukan menjilat loh, tetapi self marketing).

4. Perusahaan Mendapatkan “Dana Segar” dari Investor

Kenyataannya, kenaikan gaji tidak terjadi karena promosi, achieve target, atau meritokrasi loh. Ada juga momen yang pas seperti perusahaan baru saja mendapatkan dana yang banyak, bisanya dari investor.

Momen tersebut cocok bagi kita untuk minta naik gaji, apalagi kalau kita berkontribusi besar atau achieve target.

5. Kondisi Perusahaan sedang Bagus atau “Baik-Baik” saja

Setiap perusahaan biasanya akan ada town hall atau pengumuman soal kondisi perusahaan secara keseluruhan dari manajemen. Darisana, kita bisa mengetahui bagaimana kondisi perusahaan secara keseluruhan, apakah sedang “sehat” atau justru “sakit”?

Kalau perusahaan sedang “sakit”, kemungkinan kecil untuk terjadi kenaikan gaji bagi pegawai/karyawan.

6. Promosi Jabatan

Ketika kita promosi jabatan, misalnya dari staf biasa ke manajerial, pastinya berbeda dan lebih sulit. Kita tidak lagi manage task, tetapi juga manage people. Kita memang tidak bekerja, namun kita bertanggung jawab atas pekerjaan bawahan kita.

Tentu saja kita harus minta naik gaji setelah promosi jabatan. Kok mau-mau saja naik jabatan, tetapi gaji tidak naik?

7. Tanggung Jawab Bertambah

Tidak hanya setelah promosi jabatan. Ketika tanggung jawab bertambah, kita juga bisa minta naik gaji loh.

Meski realitanya, sering kali tanggung jawab bertambah, tetapi gaji tidak bertambah 🙂

Mengapa Perlu Mempertimbangan Waktu yang Tepat untuk Minta Naik Gaji?

Dalam berkomunikasi tentang apa pun, kita perlu mempertimbangkan momen atau kapan waktu untuk menyampaikan sesuatu, sekalipun penyampaiannya itu baik.

Contohnya, ketika kita sedang stres, marah, atau sedih, kemudian ditanya soal apa pun, pastinya kita berkemungkinan untuk menjawab dengan menggunakan perasaan, bukan rasionalitas.

Tentunya hal ini bisa mengakibatkan miskomunikasi dan memutuskan hubungan (efek paling parah).

Untuk konteks naik gaji, momen yang tepat itu perlu agar permintaan naik gaji dari kita bisa diterima dengan baik oleh employer kita.

Coba bandingkan minta naik gaji ketika kita berhasil mendatangkan revenue yang besar untuk perusahaan dengan minta naik gaji ketika kita habis bertengkar dengan bos kita. Kira-kira mana yang peluangnya besar untuk terjadi kenaikan gaji?

Minta Naik Gaji itu Perlu Momen yang Tepat

Jangan tunggu employer untuk secara otomatis menaikkan gaji kita. Hal tersebut mirip dengan saat kita suka dengan lawan jenis, tetapi tidak mengungkapkan perasaan. Akhirnya malah jadi milik orang lain atau kita yang rugi karena kesal akibat memendam perasaan.

Jadi, kita perlu minta naik gaji, tetapi pertimbangkan momen yang tepat seperti yang dijelaskan di atas, seperti achieve target. Untuk cara minta naik gaji secara lengkap bisa kamu ketahui di tautan ini.

Semoga pembaca bisa naik gaji ya!

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *