Digital MarketingKarirKepenulisan

Niche Blog – Mengapa Penting dan Cara Menentukannya?

Saat mengembangkan blog, salah satu hal yang perlu kita perhatikan adalah niche-nya. Bagaimana tidak? Niche blog akan memengaruhi brandingcontent plan, hingga bagaimana suatu konten akan dibuat, bahkan termasuk saat memutuskan untuk merekrut penulis atau membeli artikel siap pakai jika diperlukan.

Jadi, mengapa niche blog itu penting? Lalu, bagaimana cara menentukannya?

Apa Itu Niche Blog?

Niche blog adalah topik utama dari keseluruhan blog. Contohnya, blog yang sedang kamu kunjungi ini (farisyudza.com) adalah blog dengan niche blogging. Namun, ada juga bagian yang beririsan seperti digital marketing.

Mengapa Niche Blog Itu Penting?

a. Memperkuat Branding

Alasan utama tentu saja memperkuat branding. Jadi, saat seseorang sedang mengunjungi blogmu, mereka sudah tahu kalau tema dari blog ini apa beserta dengan tulisan yang kemungkinan ada di blognya.

Branding ini juga diperlukan untuk memperkuat kepercayaan pembaca.

Selain niche blog yang jelas, memakai author authority juga bisa dipakai untuk meningkatkan kepercayaan.

b. Membangun Strategi yang Tepat

Setiap niche blog punya strateginya masing-masing, mulai dari:

  • Branding
  • Menarget persona audiens tertentu
  • Pembuatan content plan
  • Pembuatan content brief
  • Rekrutmen penulis/memakai artikel siap pakai/memakai AI untuk menulis (opsional jika blog pribadi)
  • Rekrutmen SEO specialist (opsional jika blog pribadi)
  • Benchmarking dengan kompetitor
  • Arsitektur situs
  • Potensi penghasilan dari Adsense atau affiliate

Kalau niche blog-nya tidak jelas, menyusun strateginya sulit dan berkemungkinan besar bisa salah sasaran.

c. Mengetahui Konten yang Tidak Perlu Dibuat

Niche blog adalah basis pembuatan dari konten. Dengan kata lain, niche menjadi filter apakah suatu konten sebaiknya dibuat atau tidak perlu dibuat sama sekali.

Contohnya, blog dengan niche otomotif tentunya tidak perlu punya konten soal kemoterapi.

Bagaimana Cara Menentukan Niche Blog yang Tepat?

a. Passion/Pengetahuan di suatu Niche

Jika mengembangkan blog pribadi, prioritas utama dalam menentukan niche blog adalah passion-mu dalam niche-nya.

Dengan passion yang tinggi dan pengetahuan/pengalaman yang cukup, pembuatan dan penyuntingan konten akan lebih mudah.

Selain itu, jika kamu menguasai niche-nya, peluang terjadinya writer’s block akan mengecil.

b. Strategi Branding/Produk atau Jasa yang Dijual

Jika situsnya untuk perusahaan, maka strategi branding atau produk/jasa yang dijual menjadi dasar dari niche blognya.

Contohnya, kalau situsnya menyediakan penjualan koper untuk jalan-jalan, maka niche blog yang cocok adalah traveling. Tinggal disesuaikan branding-nya dan target audiensnya apakah menarget backpacker atau orang yang pergi hanya saat liburan saja.

c. Kompetitor

Semakin banyak kompetitor atau tingkat kompetisinya, semakin sulit untuk bersaing, butuh strategi yang lebih matang, dan kesabaran serta budget yang lebih banyak.

Niche kesehatan dan teknologi terkenal sebagai niche blog dengan kompetisi paling ketat.

d. Audience Size

Audience size adalah ukuran dari target audiens. Misalnya, dari niche blog, maka ada potensi 100000 audiens setiap bulannya.

Size dari audiens blog biasanya bisa dilihat dari search volume suatu keyword, benchmarking dengan situs yang menjadi “penguasa” di suatu niche, atau lokasi geografis tertentu.

e. Potensi Pendapatan

Potensi pendapatan masih berkaitan dengan audience size.

Pendapatan ini bisa dari dua hal, yaitu orang yang membeli produk/jasa atau dari Adsense (RPM (penghasilan per 1000 impresi) dan CPC (cost per click).

Untuk Adsense sendiri, niche cukup memengaruhi pendapatan loh. CPC iklan di niche pendidikan akan berbeda dengan asuransi/keuangan.

Dikutip dari Publiftniche Asuransi merupakan niche dengan CPC tertinggi di dunia.  Alasannya adalah karena ROI yang besar, sehingga advertiser banyak yang berani membayar lebih untuk beriklan.

Di dunia blogging Indonesia, niche pendidikan sering dikeluhkan karena memiliki CPC yang rendah.

Contoh Niche Blog

Beberapa contoh niche blog adalah:

  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Selebriti
  • Sains
  • Ekonomi
  • Sejarah
  • Sosiologi

Dari berbagai niche utama, ada juga niche turunan. Contohnya, biologi merupakan turunan dari niche sains.

Apa yang harus Dilakukan setelah Menentukan Niche Blog?

Setelah menentukan niche blog, yang terpenting adalah konsistensi dalam pembuatan konten secara end to end-nya, dari strategi, planning, hingga posting.

Mengapa konsistensi penting? Karena hal ini menyangkut branding. Bagaimana pembaca dengan mudah mengingat blogmu itu tentang apa? Contohnya, farisyudza.com adalah blog yang membahas soal menulis dan digital marketing.

Tentukan Niche Blog, lalu Nikmati Perjalanannya!

Menentukan niche blog sebenarnya tidak terlalu memusingkan. Cara paling mudah untuk mengetahui niche blog yang cocok adalah mengetahui apa passion, knowledge, dan expertise-mu.

Setelah fix niche blognya, justru bagian paling menantangnya datang, yaitu konsistensi.

Nikmatilah pengembangan blog yang sudah kamu tentukan niche-nya dan semoga hasilnya akan berbuah suatu hari nanti.

Happy optimizing and writing!

Referensi:

https://aicontentfy.com/en/blog/importance-of-finding-niche-in-blogging

https://www.semrush.com/blog/finding-your-blog-niche/

https://www.publift.com/blog/best-adsense-niches

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *