Kepenulisan

Referensi – Wajib Dicantumkan agar Tulisan Kita Kredibel?

Untuk penulis, apalagi non fiksi, pastinya butuh referensi untuk tulisannya. Referensi ini tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebaiknya dicantumkan sebagai bentuk penghormatan/terima kasih kepada orang yang membuat referensi dan meningkatkan kredibilitas tulisan.

Apa yang kamu perlu ketahui tentang referensi?

Apa Itu Referensi?

Dikutip dari KBBI, referensi adalah sumber acuan (rujukan, petunjuk).

Mencantumkan referensi itu penting dalam artikel. Berikut alasannya.

Mengapa Referensi dalam Penulisan Itu Penting?

a. Meningkatkan Kepercayaan Pembaca

Pastinya, kita punya rasa takut kalau suatu informasi ternyata hoax, apalagi dengan derasnya arus informasi seperti sekarang.

Menggunakan referensi yang jelas saat kita menulis dapat meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap konten yang kita buat.

Mereka yakin karena tulisan kita punya referensi yang terpercaya. Apalagi kalau topiknya YMYL.

b. Menghormati/Menghargai Karya Orang Lain

Dengan mencantumkan referensi dalam tulisan, itu berarti kita telah menghargai karya orang lain, terutama hak ciptanya.

Kalau di SEO, jangan segan untuk memberikan outbound link ke situs yang jadi referensi kita.

c. Menambah Perspektif

Semakin banyak referensi, semakin banyak juga perspektif karena setiap tulisan ditulis oleh orang yang berbeda-beda.

Referensi akan menambah bacaan untuk user agar mereka membaca konten yang kita jadikan sebagai rujukan.

d. Memperkuat Argumen

Saat memberikan argumen di artikel, jelas harus ada basisnya. Nah, referensi bisa jadi fondasi dari argumen yang kita utarakan dalam tulisan.

Sekeren apa pun argumennya, kalau tidak ada basisnya, sama saja bohong atau cuma celotehan kosong saja.

e. Mempermudah Proses Penulisan

Terkadang, kita mungkin lupa dengan sumber yang kita cantumkan karena kebanyakan new tab atau laptop kita restart sendiri secara tidak sengaja.

Dengan mencantumkan referensi, kita bisa track back sumber yang kita jadikan sebagai basis penulisan.

Hal ini penting, terutama jika kita membuat konten yang panjang.

f. Menghindar dari Tuduhan Plagiarisme

Yah, meski kita tidak melakukan plagiarisme, bisa saja ada haters yang mau menjatuhkan kita dengan cara seperti ini.

Kalau kita mencantumkan referensi, tentu saja kita mengakui bahwa kita menggunakan karya orang lain dalam karya kita. Jadi, dengan kata lain, tidak melakukan plagiarisme.

g. Melancarkan Proses Penyuntingan

Editor butuh referensi dalam proses penyuntingan untuk menilai apakah referensi yang kita gunakan sudah kredibel atau belum.

Jangan gunakan referensi yang outdated atau dengan kata lain sudah “usang”. Apalagi kalau ada update baru dari ilmu pengetahuannya.

Contohnya, jangan gunakan basis argumen dari UU yang sudah diamandemen untuk membuat tulisan soal aturan tertentu.

Contoh Referensi

Beberapa hal ini bisa jadi referensi kita saat menulis:

  • Situs resmi pemerintah
  • Situs dengan keahlian tertentu, contohnya rumah sakit atau lembaga seperti CERN
  • Jurnal
  • Buku
  • Wawancara
  • Koran
  • Brosur
  • Majalah
  • Film
  • Acara televisi
  • Video
  • Forum online

Banyak sekali bukan? Jadi, jangan malas mencari referensi yang bagus!

Jika kamu sedang membuat paper ilmiah, gunakan sumber kredibel seperti jurnal penelitian terdahulu.

Tulisan yang Boleh Tanpa Referensi

Tidak semua tulisan wajib ada referensinya. Beberapa contoh tulisan ini tidak masalah kalau tanpa referensi:

  • Catatan harian/diary
  • Tulisan yang murni dari pengalaman sendiri
  • Analisa dari observasi sendiri
  • Common knowledge/sense

Bagaimana Cara Mendapatkan Referensi yang Kredibel?

a. Googling dengan Kueri Spesifik/Detail

Google akan menampilkan SERP yang relevan dengan kueri penelusuran. Karena itu, untuk mendapatkan referensi yang kredibel, kita harus memberikan kueri penelusuran sedetail dan sespesifik mungkin saat googling.

Tidak hanya Google, kita juga bisa memakai mesin pencari lain. Namun, sampai saat ini, kualitas dari Google sebagai mesin pencari masih jadi yang terbaik.

b. Menggunakan Fitur Google

Google tidak hanya menyediakan pencarian web saja loh. Kita bisa memanfaatkan hal ini:

  • Google scholar
  • Google image
  • Google news
  • Google book

Khusus Google scholar, alat ini bisa digunakan kalau kamu menginginkan referensi dari jurnal ilmiah.

Ada fitur tahun terbit untuk memfilter jurnal terbaru dan yang sudah cukup lama.

c. Berkunjung Ke Toko Buku/Perpustakaan

Kalau kamu ingin referensi dari buku. Mengunjungi toko buku atau perpustakaan bisa jadi jalan terbaik.

Namun, disarankan untuk ke perpustakaan karena kita bisa meminjam buku, kecuali kalau kita ingin memiliki bukunya.

Apa yang Perlu Diperhatikan untuk Memastikan Kredibilitas suatu Referensi?

a. Tanggal Pembuatan

Fresh content atau konten ter-update jadi patokan yang bagus. Jadi, semakin latest kontennya, maka kredibilitasnya bisa jadi lebih baik daripada konten yang telah usang.

Ingat bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang. Hal yang bisa jadi berlaku hari ini, belum tentu berlaku besok.

b. Penulis/Editor

Tulisan dengan penulis/editor yang kredibel seperti mencantumkan gelar/sertifikasinya punya kredibilitas yang lebih baik daripada tulisan anonim, apalagi kalau topik tulisannya bersifat YMYL.

Author authority memang bukan Google ranking factor, namun menerapkannya cukup worth it. Langsung pasang author box dan cantumkan nama penulis yuk!

c. Tempat Penulisan

Tulisan yang ditulis di situs pemerintah dengan situs antah berantah jelas beda dong kredibilitasnya.

Beberapa tempat penulisan yang harus diperhatikan saat memastikan kredibilitas referensi adalah:

  • Jurnal
  • Media
  • Otoritas situs (bukan DA)
  • Penerbit

d. Narasumber

Jika mengambil dari media seperti koran, majalah, dan video, kita bisa cek kredibilitas narasumbernya. Hal ini mirip dengan sesi kredibilitas penulis yang baru ditulis di atas.

Contohnya, kalau narasumber wawancara tentang penyakit jantung adalah dokter jantung, tentu informasinya bisa dipercaya.

e. Perbandingan dengan Referensi Lain

Jika suatu referensi yang kita gunakan cukup berbeda informasinya dengan referensi lain, ada kemungkinan bahwa referensi yang kita gunakan itu ada misinformasi.

Namun, hal ini tidak selalu terjadi. Solusinya, kita bisa tanyakan ke ahlinya apakah referensi kita ada misinformasi atau fakta.

Yuk Cantumkan Referensi!

Mencantumkan referensi itu tidak hanya untuk memperkuat argumen dan meningkatkan kepercayaan pembaca, tetapi juga menghargai karya orang lain. Kita tentu tidak mau habis capek-capek membuat karya, malah di-copas oleh orang lain, lalu diklaim?

Biasakan untuk selalu mencantumkan referensi sebagai etika kita sebagai penulis.

Jangan tunggu dapat tuduhan plagiarisme atau gelar dicabut dulu (karena plagiarisme) baru mau mencantumkan referensi pada tulisan.

Referensi:

https://kbbi.web.id/referensi

https://intranet.birmingham.ac.uk/as/libraryservices/library/referencing/icite/why-reference.aspx

https://www.student.unsw.edu.au/why-referencing-important

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *