GEO/AEO

Studi Kasus GEO di Indonesia – Prompt yang Sama untuk Entitas Praktisi SEO yang Kredibel di Indonesia

GEO telah menjadi bahasan yang populer di kalangan praktisi SEO. Studi sebelumnya menyebutkan bahwa AI generatif memberi jawaban yang berbeda. Bagaimana dengan konteks Indonesia dan entitasnya adalah manusia?

Berikut studi untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Metode

Metode studi ini adalah memakai ChatGPT dengan prompt “siapa SEO specialist yang kredibel di Indonesia?” sebanyak 19 kali. Kemudian, pemilik blog ini mencatat nama dan frekuensi kemunculannya. Sebenarnya pemilik blog ini ingin mengulang hingga lebih dari 30x, tetapi laptop-nya nge-hang. Jika refresh link, maka keabsahan datanya akan dipertanyakan.

Kemunculan/frekuensi ini kemudian divisualisasikan dengan diagram batang.

 

Hasil

Diskusi

Dari diagram batang (statistik deskriptif), Irfan Purwito Nugroho dan Mr Nandaka selalu muncul di setiap output prompt-nya.

Jika ditelusuri, Irfan Purwito Nugroho diambil dari sitasi optisio.com di mana mereka mengklaim sebagai SEO expert dengan 15+ tahun pengalaman, ratusan projek, dan strategi SEO yang terbukti. Dari homepage-nya, banyak isyarat yang cukup berpengaruh pada kredibilitas pesan seperti kecepatan website yang cepat, social proof dari klien, dsb. Sementara itu, Mr Nandaka diambil dari nandaka.co.id. Menurut pemilik blog ini, AI mensitasi self-proclaim dirinya. Teks di website-nya juga eksplisit mengakui bahwa dia adalah expert dan kredibel di bidang SEO.

Yang menarik, AI mensitasi owned media milik Irfan Purwito Nugroho dan Mr Nandaka, bukan situs lain. Hal ini menandakan bahwa on-page SEO juga relevan dan penting dalam GEO.

Limitasi Studi

Studi ini bersifat cross-sectional, sehingga hasil di masa depan bisa berbeda untuk prompt yang sama. Limitasinya juga adalah prompt diketik dengan akun pribadi e-mail pemilik blog (tidak incognito). Selain itu, faktor lokasi mungkin berpengaruh dalam hasil di GEO. Prompt juag ditulis dengan bahasa Indonesia, sehingga bahasa lain memungkinkan untuk menghasilkan output yang berbeda.

Kesimpulan

Jadi, dari optimasi GEO, perlu adanya informasi eksplisit agar konsisten muncul. Meski demikian, hal ini juga berbahaya karena jika ada disinformasi, AI generatif bisa menyesatkan penggunanya.

Link prompt dan hasil: https://chatgpt.com/c/69ba3e16-5f70-8321-af6c-5b18930caf9d

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Salah Kaprah Penerapan E-E-A-T, Tidak Sesimple Ataupun Serumit Itu!

November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…

6 hours ago

CPL (Cost per Leads) – Biaya untuk Mendapatkan 1 Prospek

Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…

6 days ago

CAC (Customer Acquisition Cost) – Biaya yang Diperlukan untuk Mendapat 1 Pelanggan

Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…

6 days ago

7 Perbedaan SEO dan GEO – Tidak hanya Beda di S dan G

Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…

1 week ago

Studi Kasus GEO Indonesia dengan Local Query – Studi pada Prompt “Rekomendasi Nasi Goreng Terdekat” pada Gemini

Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…

2 weeks ago

Studi Kasus GEO Indonesia – Studi pada Prompt “Rekomendasi Blog untuk Belajar SEO yang Memakai Bahasa Indonesia

Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…

2 weeks ago