KepenulisanPengalaman

Writer’s Block – Mimpi Buruk bagi Penulis

Di sore hari, A yang merupakan blogger merasa kebingungan karena tidak ada ide yang bisa muncul dari kepalanya. Ia khawatir kalau dirinya sedang mengalami writer’s block. Seluruh jalan pikirannya seperti menemui jalan buntu. Tidak ada lanjutannya sama sekali.

Hal yang dialami A biasa disebut writer’s block. Sebenarnya apa maksud dari istilah tersebut? Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Writer’s Block?

Dikutip dari Oxford Languages, writer’s block adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat berpikir tentang apa yang ingin ditulis atau melanjutkan tulisannya. Bisa dibilang orang yang mengalami writer’s block sedang kebingungan, kehabisan ide, atau stuck saat sedang menulis.

Penyebab Writer’s Block

a. Terlalu Perfeksionis

Perfeksionis itu boleh-boleh saja untuk menjaga standar kualitas tulisan, tetapi kalau terlalu berlebihan, kita akan stres, sehingga ide-ide brilian bisa hilang begitu saja. Lalu, karena inginnya terlalu sempurna, ide yang dianggap terlalu remeh juga bisa dibuang, padahal bisa jadi ide yang baru dibuang tersebut sebenarnya bagus.

Perfeksionis juga mengundang kecemasan karena takut karyanya tidak akan bagus atau merasa ide yang bagus tidak muncul-muncul juga.

b. Karya yang Tidak Diakui

Untuk penulis yang marah kalau karyanya tidak diakui oleh orang-orang, hal ini dapat menimbulkan writer’s block. Mengapa? Karena mereka bisa merasa frustasi dan kemarahan, sehingga ide yang bagus akan susah muncul ke permukaan dalam kondisi tersebut.

c. Apati (Kurang Tertarik)

Kalau penulis dipaksa menulis di hal yang tidak mereka tertarik atau bukan keahliannya, bisa terjadi writer’s block. Hal ini karena kurangnya pengalaman atau teori pada niche tersebut. Kalau tidak ahli di bidangnya, setidaknya harus mau belajar hal baru agar tidak mengalami writer’s block.

Contohnya, kamu tidak berminat menulis di niche kesehatan, tetapi dipaksa menulis di niche tersebut.

d. Masalah dengan yang Lain

Masalah seperti tulisan sendiri dijadikan pembanding dengan orang lain juga dapat menyebabkan writer’s block. Sebenarnya tidak perlu risau karena tiap tulisan punya pasarnya masing-masing.

Gejala Writer’s Block

Beberapa hal ini adalah gejala writer’s block

  • Merasa termotivasi, tetapi tidak kreatif
  • Merasa kreatif, tetapi tidak ada motivasi
  • Kurang percaya diri menghantui diri
  • Kehabisan ide
  • Kecapekan untuk menulis lagi
  • Tidak tahu penyebab writer’s block itu sendiri saat mengalaminya

Bagaimana Cara Mengatasi Writer’s Block?

a. Eksperimen dengan Diri Sendiri

Cobalah bereksperimen dengan dirimu sendiri. Dimana, kapan, dengan siapa, dan apa yang membuat performa menulismu berada di performa terbaiknya?

Contoh jawaban: A memiliki performa puncak dalam menulis artikel dengan kaidah SEO pada jam 8 pagi tiap hari Senin sampai dengan Rabu, terutama saat laptopnya tidak lag. Selain itu, produktivitasnya bertambah saat menulis bersama istrinya.

Cara menemukan kondisi terbaik saat menulis? Setiap orang tidaklah sama, jadi temukan jawabanmu sendiri dengan eksperimen.

Pro tip: tubuh manusia mencapai puncak kreativitas di pagi hari/setelah bangun, jadi manfaatkanlah waktu tersebut!

b. Terbiasa Menulis

Membangun kebiasaan menulis secara konsisten memanglah sulit. Apalagi kalau kita punya kesibukan lain, belum ditambah ada proses menyunting yang juga memakan waktu.

Agar writer’s block bisa diatasi dengan baik, cobalah untuk terbiasa menulis dengan konsisten. Setiap penulis level top selalu menulis dengan konsisten dan menemukan metode terbaik untuk mereka saat menulis.

c. Paham akan Batas Diri Sendiri

Setiap penulis memiliki kapasitas yang berbeda-beda, termasuk kita. Ketahui berapa batasan yang kita miliki. Contohnya, A sanggup menulis 4000 kata per hari, sementara B hanya sanggup menulis 1000 kata per hari. Karena itu, jika B melebihi batasan dirinya, tulisannya sering banyak ditemukan typo dan paragraf yang tidak bersambung. Selain itu, B juga kelihatan kehabisan ide dan menulis secara asal-asalan kalau tulisannya sudah di atas 1000 kata.

Mari pahami batasan diri agar tidak mengalami burnout, sehingga ide bisa cepat muncul dan tidak ada blok yang menghalangi.

d. Istirahat

Penulis juga manusia yang butuh istirahat dan bisa mengalami kecapekan. Kalau menulis dalam keadaan capek, apakah akan muncul ide yang bagus? Menyusun kata saja sepertinya sulit.

Setelah merasa capek karena menulis, jangan lupa untuk beristirahat. Terutama kalau sudah merasa burnout. Tutuplah laptop itu dan mulai tidur atau makan untuk mengisi energi.

e. Menulis dengan Bebas

Terkadang, menulis dengan aturan dan tetek bengeknya menjadi penyebab tidak ada/kehabisan ide. Daripada pusing memikirkan aturan, lebih baik menulis dengan bebas terlebih dahulu agar ide mengalir dengan lancar.

Lupakan sejenak SEO, grammar, KBBI, dan aturan lainnya. Cobalah untuk menulis dengan bebas terlebih dahulu. Penuhi aturan yang berlaku saat sedang menyunting artikelnya.

Siap Mengatakan Bye-Bye kepada Writer’s Block?

Writer’s block adalah mimpi buruk bagi penulis dan pekerja lainnya yang membutuhkan kreativitas tinggi. Untungnya, terdapat solusi untuk mengatasi masalah ini.

Pada intinya, cara untuk mengatasi writer’s block adalah mengetahui kondisi yang terbaik untuk menulis, membangun kebiasaan menulis, hindari burnout, dan jangan lupa untuk beristirahat.

Yuk kita tangkal writer’s block dan biarkan ide kita mengalir dengan lancar bagaikan aliran air di sungai!

Author

4 thoughts on “Writer’s Block – Mimpi Buruk bagi Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *