Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan berasal dari jurnal ilmiah.
Blog ini pernah mendapatkan backlink dari jurnal ilmiah, tepatnya menjadi rujukan ketika membahas gaji content writer.
Berikut insight-nya:
Pemilik blog ini juga pernah menerbitkan artikel di jurnal ilmiah, tepatnya di jurnal Sinta 4 (https://nejournal.utarki.ac.id/index.php/jik/article/view/64). Setelah membaca berbagai persyaratan manuskrip jurnal di jurnal sinta 1-6, memang sangat wajar kalau website/blog sulit dijadikan referensi apalagi dapat backlink dari jurnal ilmiah. Alasannya adalah:
1. Porsi referensi dari jurnal ilmiah harus paling besar, bahkan lebih fresh itu lebih baik
2. Anggapan tidak elok menjadikan blog sebagai referensi di karya ilmiah, kecuali memang tidak ada referensi lagi
3. Reviewer belum tentu menerima referensi dari website/blog, apalagi jika peer review-nya sangat ketat
Karena keketatan ini lah, mendapatkan backlink dari jurnal ilmiah bagi website/blog adalah kejadian langka, terlepas artikel ilmiah pasti akan selalu diproduksi karena ada istilah “publish or perish” di dunia akademik .
Pada intinya, website lebih berpeluang (meski tetap kecil) untuk dapat backlink dari jurnal ilmiah jika mempublikasikan sesuatu yang unik, yang bahkan tidak ada jurnal ilmiah yang pernah bahas. Contoh pemilik blog ini pernah disitasi karena post tentang gaji content writer, hal yang sangat jarang informasi dan kemungkinan perlu riset kualitatif jika ada akademisi yang mau menggarap topiknya.
Kalau informasi umum, sepertinya cenderung sulit. Peneliti tentunya menginginkan referensi yang solid ketika mengambil data sekunder, seperti dari lembaga statistik, dsb.
Jadi, kunci mendapatkan backlink dari jurnal ilmiah, kembali kepada originalitas dari kontennya. Jika ada demand dan belum pernah ada yang membahas, peluang dijadikan referensi di jurnal ilmiah akan naik.
Jangan harap dapat sitasi kalau tidak ada fresh insight sama sekali. Website biasa saja ogah sepertinya menjadikannya referensi, apalagi jurnal ilmiah.
Catatan kaki:
Jurnal yang menjadikan website saya sebagai referensi: https://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/IJAAF/article/view/15168
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…