Content Writing

5 Perbedaan Blogger dan Content Writer – Jelas Berbeda!

Tahukah kamu? Blogger dan content writer itu ternyata berbeda loh. Wah, bukannya sama-sama nulis ya? Jawabannya tidak juga.

Jadi, apa perbedaan blogger dan content writer?

1. Kepemilikan Blog

Bagian kepemilikian blog ini adalah perbedaan utama antara blogger dan content writer.

Blogger sudah jelas memiliki blog, tetapi content writer atau penulis belum tentu punya blog.

2. Potensi Penghasilan

Potensi penghasilan blogger lebih besar karena bisa ada monetisasi blog seperti content placement dan adsense. Content writer umumnya menulis untuk blog orang lain, baik secara freelance atau full time.

3. Skill Menulis

Content writer harusnya punya skill menulis lebih baik daripada blogger yang tidak bisa menulis (umumnya mereka menggunakan AI generatif atau membayar content writer untuk blog mereka).

Blogger yang bisa menulis? Itu lain cerita.

4. Tujuan Konten

Tujuan konten dari blogger lebih beragam karena punya kuasa penuh dalam blognya. Tujuan konten dari content writer mengikuti kemauan dari klien.

5. Gaya Bahasa

Gaya bahasa blogger cenderung lebih santai atau subjektif dan bias pribadinya kental. Sementara itu, gaya bahasa content writer mengikuti brand guideline dari klien.

Mana yang Lebih Baik? Menjadi Blogger atau Content Writer?

Jawabannya tergantung. Kalau kamu lebih suka menulis untuk orang lain, content writer jelas adalah pilihan lebih baik. Blogger tidak harus bisa nulis karena mereka pemilik platform dan bisa membayar penulis atau memakai AI generatif untuk membuat blog post mereka sendiri.

Kalau pemilik blog ini sendiri sih dua-duanya, content writer iya, blogger juga iya, jadi penghasilannya bisa lebih banyak.

Meski demikian, menurut pemilik blog ini, content writer sebaiknya punya blog sendiri untuk tempat latihan mereka. Tidak mungkin kan latihan di tempat klien?

Blogger dan Content Writer Itu Berbeda!

Jadi, jelas bahwa blogger dan content writer itu berbeda. Blogger belum tentu menulis, bisa saja cuma pemilik platform blog tertentu. Sementara content writer belum tentu memiliki blog.

Content writer disarankan punya blog agar bisa latihan dan jadi tempat eksperimen sendiri karena tidak mungkin bereksperimen secara berisiko di tempat klien.

Kamu content writer dan mau punya blog sendiri? Yuk klik tautan ini!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Share
Published by
Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Recent Posts

Contextual Backlink – Backlink dengan Konteks!

Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…

5 days ago

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

2 weeks ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

2 weeks ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

2 weeks ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

2 weeks ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

2 weeks ago