Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.
Jangan panik dulu, cek dulu apa potensi penyebabnya serta apa yang harus dilakukan ketika menghadapi hal ini. Berikut penjelasan lengkapnya!
Traffic website dikatakan mengalami penurunan jika traffic pada periode tertentu lebih sedikit daripada periode sebelumnya. Misalnya, pada Q2 2026, traffic website adalah 1000, sementara itu, traffic Q1 2026 adalah 2000. Berarti, ada penurunan traffic sebesar 50%.
Untuk uji statistik inferens, kamu bisa memakai uji beda independen seperti independent sample t-test. Meski menurut pemilik blog ini, penglihatan secara sekilas atau deskriptif saja sudah cukup.
Potensi penyebab traffic website turun umumnya multifaktor. Berikut beberapa potensi penyebab traffic website turun:
1. Musim/season
2. Topik yang mulai outdated
3. Core update dari mesin pencari
4. Masalah pada teknis situs, misalnya banyak broken link
5. Migrasi situs
6. Situs kena hack
7. Sabotase website dari dalam, seperti content pruning atau deindex dari pihak yang tidak bertanggung jawab
8. Situs kompetitor lebih agresif
9. Kemunculan AI overview di SERP
Jawabannya tidak juga. Jika goal-mu adalah konversi, maka traffic website tidak masalah untuk turun jika konversinya aman. Selain itu, jika memang musimnya topik tertentu turun (misalnya, topik sunat di luar masa libur sekolah), maka wajar saja traffic website-nya turun.
Perlu analisa komprehensif untuk menilai apakah penurunan traffic website itu adalah implikasi buruk atau tidak.
Tanda paling jelas bahwa penurunan traffic website punya implikasi buruk adalah penurunan klik dan impresi pada GSC, disertai dengan kenaikan posisi rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa organic traffic mengalami penurunan signifikan dan kemungkinan situsmu dianggap spam oleh Google. Jadi, satu kanal jadi tidak reliable lagi sebagai sumber traffic.
Jawabannya bisa, terutama jika penyebab turunnya traffic adalah musim. Migrasi situs yang baik juga bisa mengembalikan traffic website seperti sedia kala.
Langkah pertama adalah analisa data secara komprehensif. Yang pasti, kamu harus tahu penyebab dari traffic website turun karena setiap penyebab punya solusinya masing-masing. Misalnya:
1. Musim/season -> solusinya adalah membuat konten musiman dan yang berpotensi naik setelah low season selesai
2. Topik yang mulai outdated -> pivoting ke topik konten yang lebih punya demand, tetapi masih satu niche
3. Core update mesin pencari -> baca baik-baik spam policy, optimasi sesuai aturan dari mesin pencari
4. Masalah pada teknis situs -> minta tolong web developer untuk memperbaikinya
5. Migrasi situs -> lakukan prosedur migrasi situs dengan GSC
Jadi, tidak ada satu solusi untuk semua.
Kalau traffic website turun, jangan panik dulu. Analisa dulu semua data yang ada. Lalu, temukan potensi penyebabnya, kemudian baru susun solusinya.
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…