Karena munculnya AI generatif, AI bisa memproduksi teks. Sekarang, jadi sulit untuk mengetahui mana teks buatan AI dan mana teks buatan manusia.
Lucunya, sekarang muncul teknologi AI text humanizer. Biar teksnya mirip sama teks manusia katanya. Karena itu, pemilik blog ini mencoba mengulik hal tersebut.
Apakah AI text humanizer bikin tulisan mirip tulisan manusia?
AI text humanizer adalah sebuah aplikasi atau program untuk mengubah teks (buatan AI atau pun tidak) menjadi teks seperti buatan manusia.
Aku tidak tahu untuk apa alat ini digunakan, kalau dengan niat jahat, tentunya untuk kebohongan. Hal ini menjadi tantangan, terutama bagi dunia akademik dan kreatif.
Menurut paper dari Delhi, India, terdapat beberapa cara AI text humanizer dalam memodifikasi tulisan, yaitu:
1. Tokenisasi
2. Penggantian sinonim dan substitusi leksikal
3. Restruktur dan parafrase kalimat
4. Pengubahan sentimen dan nada bicara
5. Ketidaksempurnaan seperti kesalahan yang disengaja
6. Model untuk perbandingan urutan kalimat pada teks buatan AI dan manusia
7. Augmentasi data dan pemrosesan ulang
8. Evulasi metrik
Pemilik blog ini belum menemukan apakah anthropomorphism termasuk dalam konsep yang digunakan dalam pembuatan atau penilaian AI humanizer. Penelitian akademik yang ada kebanyakan berfokus pada efektivitas AI detector dalam mendeteksi tulisan AI.
Dari studi yang sudah ada, temuannya masih campur. Menurut paper dari Delhi, AI text humanizer berhasil mengecoh AI detector. Hasil AI detector pada data di studinya menunjukkan 0% tulisan AI.
Sementara itu, menurut paper yang terbit di Emerald (lebih kredibel), teks dari HIX.AI masih bisa dideteksi oleh tools AI detector. Meski AI detector-nya juga ada eror seperti teks buatan AI masih dibilang teks buatan manusia.
Ironisnya, meski dengan humanizer sekalipun, tetap kurang kedalaman dan emosi dalam tulisannya 🙂
Pemilik blog ini mencoba AI text humanizer:
Teks awal:
“Debt is not a disgrace, but negligence in managing it can become a heavy burden. Borrow only for what is truly necessary, not to satisfy temporary desires. Remember, every debt is a promise that must be honored—not only to others, but also to your own integrity.
Do not feel at ease while your debts remain unpaid, and never delay repayment if you are able. A simple life brings more peace than a luxurious one filled with obligations. Manage your income wisely, prioritize your responsibilities, and learn self-control so debt does not weaken your future.”
Setelah pakai AI text humanizer:
“Although debt is not a shame, carelessness in handling it might grow to be rather burdensome. Borrow only for what is absolutely essential, not to fulfill brief wishes. Remember, every debt is a promise to be kept—not just to others but also to your own integrity.
Do not relax until your debts are still outstanding, and never postpone payment if you are able. A modest life offers more peace than a lavish one full of obligations. Learn self-control, set priorities among your responsibilities, and handle your income properly so debt does not compromise your future.”
Hasilnya, teks yang sudah dimodifikasi dengan AI text humanizer masih mendapatkan 21,72% AI GPT result di ZeroGPT. Jadi, menurut data dari pemilik blog ini AI text humanizer cukup efektif dalam menghindari AI detector. Namun, ini menjadi kabar buruk untuk dunia akademik dan kreatif.
Perlu ada studi kuantitatif untuk melihat bagaimana efektivitas AI text humanizer serta AI detector secara lanjutan.
Menurut penilaian pribadi pemilik blog ini, AI text humanizer cuma hanya sekedar mengganti kata dan parafrase saja. Itu pun tidak terlalu mengubah substansi atau kreativitas. Jadi kurang menarik. Gak beneran bikin tulisannya mirip buatan manusia.
Dari bagaimana cara AI text humanizer bekerja, potensi penggunaan, dan bukti empiris (meski cuma 1, perlu ada studi kuantitatif lanjutan), sebaiknya tidak perlu AI text humanizer.
Editor teks lebih baik dengan manusia, atau swasunting sekalian.
Referensi:
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/118042992/Humanizing_AI_Generated_Text-libre.pdf?1725787287=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DHumanizing_AI_Generated_Text_Techniques.pdf&Expires=1770174766&Signature=A88egDEUrjdY4p~bOyFiaWlCq28By4zS-6MgTaz5xEL~nkPz8aSbGjj2EIV7RR1S4yEeIMrowdaWVOJYtxP7U0cwKyiycm4ZqDxQ9jTnCn~ABPHy-z3W9uw21o-pYKKpv6zlItSY2McLwb2hnXdzTkehkyjTQk1c~H3b0incG0DwugSEIE9nvXqWXWa9i3Gf5FoklFEnuHrdQLLqUFNLz4VJohUAMInAaM~arCvmHWmE41nukmjFejz5uPJfSFrubqkTFG8szsGSbVtd3pyDlJx6e0h-k6HV319oMFiUKPs02~9k8Ej~z4KqVMuXq9zNQvbeEFqcovWSv1y6K3AdKw__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA
https://www.emerald.com/gkmc/article-abstract/doi/10.1108/GKMC-03-2024-0133/1253241/The-art-of-deception-humanizing-AI-to-outsmart?redirectedFrom=fulltext
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…