Kepenulisan

Swasunting – Seberapa Penting Self-Editing?

Draft pertama tidak akan ada yang bagus, mau sejago apa pun penulisnya. Bahkan secara kasar, tidak ada artikel yang bagus, tetapi artikel hasil penyuntingan yang bagus. Dalam dunia kepenulisan sendiri, ada proses bernama swasunting setelah draft pertama selesai.

Jadi, bukan hanya editor saja yang menyunting, tetapi juga penulisnya.

Apa itu swasunting? Apakah wajib? Seberapa penting self-editing?

Apa Itu Swasunting?

Swasunting atau biasa dikenal dengan self-editing adalah ketika penulis memperbaiki atau menyunting sendiri karyanya tanpa bantuan orang lain (misalnya editor).

Apakah Swasunting Penting/Wajib?

Swasunting secara tidak tertulis sebenarnya merupakan hal yang penting, bahkan wajib dilakukan oleh penulis profesional.

Sebelum menyerahkan naskah apa pun ke editor, pastikan kamu telah membaca dulu draft pertama yang (pastinya) masih berantakan dan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki.

Tentu saja, jika kamu adalah blogger atau penulis naskah yang solo karir (menulis tanpa editor), swasunting akan jadi makanan sehari-hari, kecuali kamu tidak peduli dengan proses penyuntingan dan langsung mempublikasikan artikel tanpa adanya proses editing terlebih dahulu.

Apa yang perlu Diperhatikan dalam Swasunting?

Bergantung pada naskah fiksi atau non fiksi, akan ada sedikit perbedaan tentang apa yang perlu diperhatikan saat swasunting. Namun, secara umum, saat swasunting, kamu sebaiknya memperhatikan hal ini:

  • Tata bahasa
  • Diksi
  • Paragraf
  • Flow
  • Tujuan dari naskah
  • Tone of voice
  • Gaya bahasa/majas

Dalam fiksi, bisa ada hal yang perlu diperhatikan lagi seperti plot, latar, suasana hati pembaca ketika membaca ceritanya, dll.

Manfaat Swasunting

Terdapat beberapa manfaat dari swasunting, yaitu:

a. Menyadari Pola Kesalahan dalam Penulisan yang Kita Lakukan

Kesalahan pada draft pertama pasti terjadi. Namun, kita bisa menyadari pola kesalahan saat draft pertama. Apakah itu typo, paragraf yang terlalu panjang, kalimat yang tidak efektif, atau kesalahan lainnya.

Setelah sadar akan kesalahan yang berulang tersebut, meski tidak akan benar 100%, kita bisa meminimalkan peluang kesalahan penulisan yang kita buat di kemudian hari.

b. Menjalin Hubungan Baik dengan Editor

Editor pasti senang dengan penulis yang melakukan swasunting karena itu berarti penulisnya juga ikut membantu dalam proses penyuntingan dan tidak main “lempar” draft “mentah” ke meja mereka.

Sebagai informasi, editor adalah pembaca pertama karya kita. Jadi, setidaknya, meski tugas mereka adalah menyunting, tetap berikan yang terbaik, meski karya/naskah kita belum dipublikasikan ke masyarakat umum.

Kalau kamu ingin menjalin atau berada di good side-nya editor, maka lakukan swasunting pada draft pertama tulisanmu.

c. Berlatih Menjadi Editor

Penulis bisa saja menjadi editor, terutama pada jenjang karirnya. Penulis yang matang biasanya menjadi editor yang lebih bijak karena tahu beratnya menulis suatu naskah/karya.

Salah satu latihan menyunting yang bisa kita lakukan adalah swasunting. Perbedaannya, pekerjaan ini akan lebih sulit karena karya sendiri yang akan kita nilai/sunting.

Menilai diri sendiri adalah yang tersulit. Berbeda dengan menilai orang lain.

d. Memperbesar Peluang Naskah untuk Dimuat di Media Massa

Jika kamu mengirim karya ke media massa, maka editor akan menyeleksi naskah yang datang.

Tentunya, untuk meninggalkan impresi yang baik, naskahnya harus telah disunting terlebih dahulu, minimal oleh diri sendiri.

Swasunting akan memperbesar peluang karya kita untuk dimuat di media massa.

e. Menang Lomba Blog/Menulis

Salah satu kesalahan penulis artikel ini di lomba blog terdahulu adalah tidak melakukan swasunting.

Setelah melakukan swasunting, penulis berhasil memenangkan beberapa lomba blog/menulis loh.

Justru, tantangan di lomba blog adalah di swasunting karena lomba bersifat individual.

Bagaimana Cara Melakukan Swasunting?

Pada dasarnya, cara melakukan swasunting sama saja dengan cara menyunting artikel orang lain (kamu bisa mengetahuinya di tautan ini). Namun ada beberapa tambahan.

Berikut cara swasunting:

  • Memperhatikan judul/pembuka serta struktur tulisan terlebih dahulu
  • Baca artikel dengan lisan/suara keras
  • Lihat lagi content brief yang diberikan
  • Memastikan kalau referensinya kredibel
  • Mengecek level plagiasi di situs pengecek plagiarisme
  • Menandai kesalahan dalam penulisan artikel seperti typo dan ambiguitas
  • Menggunakan alat, bahkan AI untuk menyunting

Untuk naskah/karya fiksi, swasunting yang bisa dilakukan:

  • Cek konsistensi plot
  • Cek konsistensi watak/penokohan
  • Cek kehadiran/potensi plot hole?

Jika telah terasa menarik, tinggal perhatikan apakah ada inkonsistensi di dalamnya.

Kapan Waktu Swasunting yang Tepat?

Jika waktu terbaik untuk menulis adalah pagi hari, maka waktu swasunting yang tepat adalah di siang hari ketika hormon stres/kortisol berada di puncaknya, sehingga konsentrasi kita lebih baik.

Yang jelas, jangan langsung melakukan swasunting begitu karyamu selesai. Beristirahatlah terlebih dahulu. Menulis dan menyunting itu adalah dua pekerjaan yang berbeda.

Tentunya, pastikan lingkungan mendukung untuk swasunting, misalnya di ruang kedap suara atau minim kebisingan.

Swasunting Sebaiknya Dilakukan oleh Penulis Apa Pun (Fiksi atau pun Non Fiksi)

Swasunting adalah hal yang sebaiknya, bahkan wajib dilakukan oleh penulis, baik itu fiksi atau pun non fiksi. Keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan jika melakukannya.

Jika melakukan swasunting, secara internal kita telah berlatih untuk menyunting dan secara eksternal kita telah menjalin hubungan baik dengan editor. Jadi, apakah kamu masih ragu untuk melakukan swasunting?

Happy writing and editing!

Referensi:

Swasunting, Mengapa Penting?

Bagaimana Melakukan Swasunting Naskah?

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *