SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai konsultan, atau in-house tetapi brand-nya memiliki banyak website. Tidak salah juga untuk menangani satu situs kalau memang hanya itu yang ditugaskan, namanya juga pekerjaan/profesional (sesuai kesepakatan saja).
Pertanyaan umumnya, berapa jumlah maksimal website yang sebaiknya ditangani oleh praktisi SEO? Berikut rangkuman jawabannya yang berasal dari penelitian pemilik blog ini di Threads!
Menurut beberapa praktisi SEO, tidak ada jawaban pasti dari berapa jumlah website yang ditangani. Ada yang menyebutkan maksimal 1 saja, bahkan ada yang mengaku bahwa mereka sanggup menangani 5-10 website, bahkan ada yang mengaku pegang 30 website.
Namun, hal ini juga melibatkan beberapa faktor.
Berikut beberapa faktor yang memengaruhi jumlah maksimal website yang bisa ditangani praktisi SEO:
Semakin kompleks masalah atau arsitektur website-nya, semakin sedikit jumlah website yang ditangani. Contohnya, jika sedang menangani website e-commerce, kemungkinan akan ada sedikit waktu untuk menagani website lainnya. Jadi, 2-3 tambahan website untuk diurus saja sudah cukup.
Ohh tentu saja uang jadi faktor. Semakin banyak uang yang diterima, semakin semangat juga banyak menangani situs.
Semakin banyak orang yang membantu, semakin mungkin untuk menangani banyak website.
Mungkin ini juga sindiran bagi pemilik blog sendiri yang lama menjadi individual contributor haha.
Jika performa SEO website-nya bagus, semakin banyak website yang bisa ditangani karena tidak perlu banyak micromanage di website yang bagus (tinggal maintain saja).
Beberapa memberi testimoni bahwa selama mereka masih sanggup (dari sisi kesehatan), mereka akan bisa menangani banyak situs.
Definisi terlalu banyak ini relatif, tetapi pemilik blog ini ingin menyampaikan minusnya jika terlalu banyak menangani banyak situs:
1. Mengorbankan kesehatan secara jangka panjang
2. Peluang ada situs yang tidak terurus dan jelek performanya akibat kurang fokus, dapat berpengaruh buruk terhadap reputasi Anda
3. Jika kerja tim, ada orang lain yang tidak terlalu awasi, bisa jadi bumerang
Selalu ada positif dan negatif, berikut sisi positif menangani banyak SEO dari situs:
1. Learning curve atau perkembangan belajar SEO naik signifikan, bisa saja eksponensial, tergantung masalah atau kompleksitas yang dihadapi
2. Memahami seluk beluk industri dan pengaruhnya terhadap SEO website
3. Belajar mengelola waktu dan prioritas
4. Uang yang lebih banyak
5. Portfolio semakin padat
Matriks Eisenhower bisa jadi referensi. Prioritas disusun berdasarkan:
1. Urgent dan penting
2. Tidak urgent dan penting
3. Urgent dan tidak penting
4. Tidak urgent dan tidak penting
Jika matriks eisenhower ini diaplikasikan ketika menangani banyak SEO situs, maka prioritas dari skala tinggi dan rendah bisa dibagi berdasarkan:
1. Situs dengan masalah teknis SEO paling banyak, performa jelek, bayaran klien sangat besar, dan klien “punya nama” di industri (prioritas tertinggi)
2. Situs dengan masalah teknis SEO banyak, performa sedang, bayaran klien sedang, rencana ingin lanjut karena ingin merajut hubungan baik (prioritas sedang)
3. Situs dengan tidak terlalu banyak masalah teknis SEO, performa sedang, budget tidak banyak, hanya kekurangan di off-page saja (prioritas rendah)
4. Situs dengan performa SEO sangat baik, performa tinggi, budget banyak, ditinggal juga ada revenue datang dari website (prioritas paling rendah)
Ini hanya contoh saja, tentunya relatif tergantung dari kondisimu.
Jadi, pada dasarnya, menangani SEO banyak situs bisa dilakukan, tetapi kamu perlu paham juga kesanggupan dirimu sendiri. Cek beberapa faktor seperti:
1. Kompleksitas website
2. Bayaran yang kamu terima
3. Ada yang membantu atau tidak?
4. Performa website-nya bagus atau buruk?
5. Kesanggupanmu sendiri, baik itu dari kesehatan atau kebutuhan finansial
Setelah terjawab, kamu tinggal susun prioritas website mana yang ditangani lebih dulu.
Semangat untuk praktisi SEO!
Mount Ungaran in Semarang is a favorite hiking destination in Central Java for both beginners…
Mendaki gunung menuntut persiapan logistik yang matang, bukan sekadar fisik yang prima. Di tengah suhu…
Google memperkenalkan terms non-commodity content, bahkan mendorong agar publisher membuat konten jenis tersebut. Wow memangnya…
Dulu, sebelum tahun 2022 mungkin banyak orang mengenal Joko Yugiyanto sebagai blogger yang banyak menulis…
SIMAK UI Pascasarjana adalah hal yang penting untuk dipersiapkan untuk kamu yang mau pascasarajana di…
Traffic website tinggi memang bikin bangga praktisi SEO. Tentunya tidak mudah untuk mendapatkan traffic tinggi,…