Salah satu KPI atau target dari SEO adalah traffic website atau pengunjung, terutama dari organic search channel.
Harapannya, semakin tinggi traffic, semakin banyak leads-nya. Namun, terkadang realita tidak seindah itu. Ada kalanya traffic tinggi, tetapi leads-nya tidak ikutan naik/besar.
Umumnya, hal ini baru terasa ketika atasan atau klien bertanya, traffic website, kok leads-nya sedikit atau tidak ada pertumbuhan revenue?
Jadi, apa penyebabnya? Harus apa ketika menemukan kasus ini?
Jika mayoritas traffic berasal dari halaman informational intent, wajar saja leads sedikit.
Page dengan informational intent fokusnya bukan menarget audiens yang siap beli, jadi tidak cocok untuk konversi.
Traffic besar, terkadang karena dominasi beberapa halaman yang mendapatkan visibilitas dan demand yang besar. Namun, bisa saja tidak menarget transactional intent.
Selain itu, halaman yang mendominasi traffic ini juga bisa datang dari Google Discover.
Mirip dengan poin a. Kali ini, halaman yang menarget transactional intent terlalu sedikit, sehingga leads juga sedikit.
Jika Anda sudah membangun beberapa halaman dengan transactioanl intent, tetapi leads tidak ikut naik, bisa jadi visibilitasnya di Google kurang baik. Misalnya tidak terindeks atau posisi rata-ratanya di atas 10.
Halaman transactional intent Anda sudah ada dan visibilitas bagus? Jika banyak yang masuk, tetapi leads-nya sedikit, bisa jadi karena CRO kurang optimal, meliputi:
1. Terlalu banyak informasi
2. Tidak ada CTA yang jelas
3. Penawaran kurang menarik, masih lebih bagus punya kompetitor
Bisa saja traffic Anda memang tinggi karena menarget search demand yang cukup oke, tetapi karena bisnisnya b2b atau b2g, yang notabenen leads-nya memang lebih sedikit, tetapi yang terpenting adalah kualitasnya.
Terdapat faktor lainnya yang menjadi penyebab seperti pergeseran perilaku konsumen, musim, regulasi, dsb.
Yang jelas, SEO audit harus dilakukan. Anda harus menemukan setidaknya jawaban dari pertanyaan ini:
1. Halaman apa yang paling banyak menyumbang traffic?
2. Apa search intent dari halaman yang menyumbang paling banyak traffic?
3. Bagaimana performa halaman yang menarget transactional intent?
4. Bagaimana performa channel lain? Apakah leads-nya juga sedikit?
5. Bagaimana perilaku user di halaman transactional intent?
6. Bagaimana kompetitor membuat/menyusun landing page yang menarget transactional intent?
Jika dari pertanyaan ini cukup banyak jawaban yang kuran mengenakkan seperti perilaku user di LP hampir tidak ada yang klik CTA, Anda bisa mengetahui apa yang harus dilakukan.
Temukan dulu penyebabnya, baru rumuskan solusinya. Contohnya, jika kebanyakan halaman transactional intent tidak perform, cek bagaimana unsur technical, internal link, dan backlink yang mengarah ke halamannya.
Tidak ada jawaban yang pasti mengapa website traffic tinggi, tetapi leads-nya sedikit atau tidak ikutan naik. Perlu ada SEO audit untuk menemukan jawabannya.
Pakai first party tools seperti GSC dan GA4 untuk menemukan penyebab dan merumuskan solusinya.
Pemilik blog ini menyediakan jasa SEO audit. Traffic website tinggi, tetapi leads sedikit atau tidak ikut naik? Yuk pesan layanan SEO audit dari farisyudza.com melalui tautan ini!
SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai…
Salatiga dan sekitarnya, seperti kawasan Kopeng, lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, hingga area Danau Rawa…
Mengapa Apresiasi Fisik Sangat Penting di Era Digital? Umumnya, banyak pemimpin bisnis sering melupakan fakta…
Rayap dan semut sering terlihat mirip sekilas, terutama karena ukurannya kecil dan hidup berkelompok. Tidak…
Dahulu, traffic dari LLM/AI search termasuk dalam referral traffic. Sekarang, GA 4 telah membuat channel…
How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority for Boardinfinity Audiences Introduction Search has entered…