Ketika memasang meta ads, kita bisa mengarahkan prospek atau pelanggan untuk langsung ke WhatsApp. Cara ini simpel, terdapat kelebihan dan kekurangan dalam implementasinya.
Berikut penjelaannya.
Click to whatsapp ads atau CTWA adalah iklan di platform Meta yang jika diklik, maka langsung diarahkan ke WhatsApp.
Karena langsung ke WhatsApp, customer journey jadi singkat dan cepat. Ini menguntungkan jika customer memiliki profil ingin cepat beli dan produk/jasa kita cocok untuk hal-hal urgent.
Karena aksinya cepat, hanya klik langsung ke wa, CPR, CPL, dan CPA (cost per action) bisa lebih murah).
Dari kesederhanaan customer journey, maka CTWA cocok untuk meningkatkan jumlah/kuantitas leads yang datang ke bisnis.
CTWA itu simpel. Jadi, bisa untuk sarana penilaian seberapa bagus creative dari ads dalam memancing klik.
CTWA memang memiliki peluang besar untuk medatangkan jumlah leads yang besar. Namun, besarnya jumlah leads, belum tentu sama baiknya dengan kualitasnya. Pengalaman pemilik blog ini, CTWA berpotensi mendatangkan leads spam seperti menanyakan loker atau leads yang tidak niat beli dari awal.
CPR memang terlihat murah, tetapi data ini jadi misleading jika ternyata CAC-nya tinggi.
Karena diarahkan ke WhatsApp, butuh orang yang standby untuk membalas WhatsApp. Bahkan, keberhasilan konversi ini juga tergantung bagaimana kecepatan respon serta kualitas pelayanan admin WhatsApp ke prospeknya.
Pelacakan konversi jadi lebih sulit karena tidak ada form atau button seperti di website. Perlu kerja sama dengan admin WhatsApp untuk pelacakan konversi dengan akurat.
1. Buat campaign seperti biasa
2. Atur tujuan campaign, misalnya interaksi atau leads
3. Pilih Whatsapp sebagai tempat untuk konversi
4. Pastikan nomor WhatsApp yang dipakai sudah menjadi akun bisnis dan terhubung denagn akun Facebook
5. Atur target, budget, dan creative. Kemudian terbitkan
Berikut beberapa tips click to WhatsApp ads. Tidak jauh beda dengan tips umum. Namun, karena ada kekurangan seperti perlu admin wa, berikut beberapa tipsnya:
1. Targetting dengan tepat
2. Pastikan creative memancing orang untuk klik
3. Kerja sama dengan admin wa untuk tracking konversi. Ingatkan juga admin wa jika terlihat slow response
4. Jangan hanya lihat CPR atau CPA. Lihat juga CAC untuk performa secara nyata
CTWA meta ads cocok untuk bisnis, meski ada bisnis yang sebaiknya memakai LP website saja agar kualitas leads-nya lebih bagus seperti SaaS. Dari pengalaman pemilik blog ini, sektor kesehatan lebih cocok pakai CTWA karena terkadang pasien tidak memahami produk/jasa yang mereka butuhkan atau tidak tahu bahwa jasa/tindakan tertentu perlu surat pengantar dokter. Jadi, perlu ada admin yang membantu dalam menjelaskan produk/jasa yang dijual dan diinformasikan di ads.
Jawabannya iya dan bisa saja karena model ini sangat effortless. Pemilik blog ini pernah mengalami hal ini. Solusinya adalah:
1. Mengatur iklan hanya di platform tertentu, misalnya Instagram saja
2. Mengganti CTWA ke model iklan lain, misalnya diarahkan untuk isi formulir dulu atau ke website
3. A/B testing creative atau retargetting
CTWA memang menawarkan customer journey yang cepat dan simpel, tetapi berpotensi meningkatkan spam leads. Meski demikian, mitigasi bisa dilakukan agar iklan dengan model ini bisa bermanfaat dan berdampak bagi bisnis.
Kalau kamu? Pakai CTWA juga?
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…