SEO

Contextual Backlink – Backlink dengan Konteks!

Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk naked link atau anchor text, atau bahkan ada di dalam badge.

Dalam backlink exchange, terkadang orang-orang menginginkan contextual backlink.

Apa itu contextual backlink? Mengapa penting? Bagaimana cara mendapatkannya?

Apa itu Contextual Backlink?

Contextual backlink adalah backlink yang berintegrasi dengan teks pada website dan memiliki makna kontekstual. Paling mudah, penjelasannya adalah anchor text atau teks yang berisi link dan ada konteksnya. Contoh, rekomendasi kran, maka isi tautannya adalah kran yang ada di Mitra10 atau Mr. DIY.

Mengapa Contextual Backlink Penting bagi SEO?

Contextual backlink penting bagi SEO karena bisa meningkatkan visibilitas dan user experience. Backlink dengan konteks tidak hanya menjadi petunjuk bagi mesin pencari, tetapi juga user yang ingin tahu lebih lanjut terkait informasi.

Jadi, contextual backlink ini tidak hanya menarik bagi mesin, tetapi juga manusia. Kontenmu juga lebih dipercaya karena ada referensi berupa link legit yang dimasukkan.

Ciri-Ciri Contextual Backlink

Ciri-ciri contextual backlink adalah umumnya:

1. Punya konteks

2. Link-nya bisa sama persis isinya dengan anchor text atau masih satu konteks

3. Tidak dalam bentuk badge atau tautan langsung (https://… dst.)

Contoh Contextual Backlink

Contoh contextual backlink ada pada kotak di atas. Terlihat bahwa teks “keterbatasan” memiliki tautan. Contoh ini diambil dari website Universitas Telkom yang memberikan outbound link ke farisyudza.com, pada artikel tentang kekurangan ChatGPT.

Kesalahan dalam Contextual Backlink

Beberapa kesalahan ini harus dihindari dalam contextual backlink:

1. Typo

2. Isi link dan teksnya tidak sesuai konteks (menyesatkan)

3. Spam, terlalu banyak backlink

4. Tidak memvariasikan anchor text dalam contextual backlink di berbagai situs

Cara Mendapat Contextual Backlink

Cara mendapat contextual backlink sama saja dengan cara link building pada umumnya. Yaitu bisa dengan:

1. Outreach untuk backlink exchange atau meminta link

2. Beli backlink

3. Menjadi sumber informasi/referensi, sehingga orang tidak ragu untuk memberi backlink

Dalam kasus outreach atau beli, kamu harus briefing untuk memberikan contextual backlink. Bukan backlink yang diletakkan di footer atau teknik blogroll. Dari pengalaman pemilik blogi ni dalam outreach dan exchange, harus dilakukan brief di awal, termasuk saat memberi tahu mau backlink dari halaman mana dan apa anchor text-nya.

Apakah Situsmu Punya Contextual Backlink?

Contextual backlink lebih bagus untuk user experience karena ada konteks di backlink-nya. Namun, perlu ada perhatian seperti potensi typo, isi link tidak sesuai konteks, dsb.

Kalau kamu, apa punya contextual backlink di situsnya?

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

SEO dan Politik – Apa Hubungannya dan Bagaimana Cara Menyikapinya?

Semua bagian dari hidup kita tidak akan lepas dari politik, termasuk pemasaran digital seperti SEO.…

4 days ago

Rekomendasi Rental Alat Outdoor untuk ke Dieng dan Kegiatan Pendakian

Kalau mau ke Dieng atau Gunung Prau serta lewat Patak Banteng, pastinya perlu alat outdoor…

1 week ago

Tulisan Dituduh AI-Generated/Dibuat oleh AI? Ini yang harus Dilakukan

Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…

2 weeks ago

Mendapatkan Backlink dari Jurnal Ilmiah – Pengalaman dan Insight

Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…

2 weeks ago

Siapa saja Pakar SEO di Indonesia?

Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…

4 weeks ago

Rekomendasi VPS Terbaik untuk MVP SaaS (Dilengkapi Estimasi Cost)

Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…

4 weeks ago