Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk naked link atau anchor text, atau bahkan ada di dalam badge.
Dalam backlink exchange, terkadang orang-orang menginginkan contextual backlink.
Apa itu contextual backlink? Mengapa penting? Bagaimana cara mendapatkannya?
Contextual backlink adalah backlink yang berintegrasi dengan teks pada website dan memiliki makna kontekstual. Paling mudah, penjelasannya adalah anchor text atau teks yang berisi link dan ada konteksnya. Contoh, rekomendasi kran, maka isi tautannya adalah kran yang ada di Mitra10 atau Mr. DIY.
Contextual backlink penting bagi SEO karena bisa meningkatkan visibilitas dan user experience. Backlink dengan konteks tidak hanya menjadi petunjuk bagi mesin pencari, tetapi juga user yang ingin tahu lebih lanjut terkait informasi.
Jadi, contextual backlink ini tidak hanya menarik bagi mesin, tetapi juga manusia. Kontenmu juga lebih dipercaya karena ada referensi berupa link legit yang dimasukkan.
Ciri-ciri contextual backlink adalah umumnya:
1. Punya konteks
2. Link-nya bisa sama persis isinya dengan anchor text atau masih satu konteks
3. Tidak dalam bentuk badge atau tautan langsung (https://… dst.)
Contoh contextual backlink ada pada kotak di atas. Terlihat bahwa teks “keterbatasan” memiliki tautan. Contoh ini diambil dari website Universitas Telkom yang memberikan outbound link ke farisyudza.com, pada artikel tentang kekurangan ChatGPT.
Beberapa kesalahan ini harus dihindari dalam contextual backlink:
1. Typo
2. Isi link dan teksnya tidak sesuai konteks (menyesatkan)
3. Spam, terlalu banyak backlink
4. Tidak memvariasikan anchor text dalam contextual backlink di berbagai situs
Cara mendapat contextual backlink sama saja dengan cara link building pada umumnya. Yaitu bisa dengan:
1. Outreach untuk backlink exchange atau meminta link
2. Beli backlink
3. Menjadi sumber informasi/referensi, sehingga orang tidak ragu untuk memberi backlink
Dalam kasus outreach atau beli, kamu harus briefing untuk memberikan contextual backlink. Bukan backlink yang diletakkan di footer atau teknik blogroll. Dari pengalaman pemilik blogi ni dalam outreach dan exchange, harus dilakukan brief di awal, termasuk saat memberi tahu mau backlink dari halaman mana dan apa anchor text-nya.
Contextual backlink lebih bagus untuk user experience karena ada konteks di backlink-nya. Namun, perlu ada perhatian seperti potensi typo, isi link tidak sesuai konteks, dsb.
Kalau kamu, apa punya contextual backlink di situsnya?
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…