Jika kamu merupakan pemakai produk dan jasa bank BRI atau sering memantau pergerakan harga saham, pastinya tidak asing dengan istilah bank digital. Ya betul, saat ini berbagai bank telah menerapkan digitalisasi termasuk bank BRI. Digitalisasi BRI ini diharapkan akan memudahkan layanan bank ke berbagai lapisan masyarakat.
Dikutip dari CNBC, BRI sendiri berkomitmen untuk menciptakan layanan perbankan yang cepat, mudah, dan aman. Sesuai dengan customer journey rakyat Indonesia, sehingga digitalisasi penting untuk mewujudkan komitmen tersebut.
Apa saja contoh dari layanan digitalisasi BRI? Lalu, sebenarnya apa keunggulan dari digitalisasi bank? Mengapa kita memerlukan bank digital?
Untuk pengguna setia BRI, pasti sudah tidak asing dengan layanan BRImo. Aplikasi ini merupakan layanan andalan dari BRI. Contoh keunggulan dari BRImo adalah pembuatan rekening tanpa perlu pergi ke bank langsung seperti zaman dahulu.
Selain itu, BRImo juga bisa dibilang sebagai super App karena berbagai kemudahan yang ditawarkan seperti menarik uang tanpa perlu kartu ATM, berzakat, dan melakukan top up kredit.
Demi keamanan yang lebih baik, BRImo juga memakai fitur sidik jari dan face recognition.
Dikutip dari CNBC, volume transaksi BRImo mencapai 2084 trilyun pada Oktober 2022 dan jumlah penggunanya melesat menjadi 22,37 juta users. Per Oktober 2023, pengguna aplikasi ini telah mencapai 30,4 juta users.
Yah, seperti namanya (API), aplikasi ini berguna untuk integrasi antara layanan dan produk 3rd party lainnya.
Bisa dikatakan, BRIAPI adalah jembatan dari ekosistem digital dan non digital. Karena hal ini juga, layanan perbankan dari BRI tidak hanya bisa diakses pada BRI saja.
Kita juga mungkin tidak asing soal tren digital lending atau pinjaman digital.
Pinjaman digital ini memudahkan orang-orang untuk berbelanja atau sedang butuh dana cepat.
Ceria memiliki limit sebesar 20 juta dengan tenor 12 bulan.
Pencairan pinjamannya sangat mudah. Bahkan tidak sampai 5 menit.
Zaman dahulu, mungkin kita hanya bisa mendapatkan layanan perbankan hanya di jam operasional mereka saja. Pastinya kita pernah merasakan harus cuti setengah atau satu hari penuh hanya untuk mengurus masalah atau “pekerjaan” di Bank.
Dengan digitalisasi, layanan perbankan bisa diakses 24/7 alias kapan pun oleh masyarakat. Jadi, kita tidak perlu lagi mengorbankan/memakai cuti hanya untuk pergi ke bank.
Dengan hadirnya digitalisasi, masyarakat juga bisa menghemat waktu dan ongkos yang diperlukan untuk pergi ke kantor cabang bank.
Tidak perlu lagi macet-macetan, panas-panasan, hujan-hujanan, atau dimintai bayaran oleh tukang parkir liar.
Efisiensi ini juga penting di remote area di mana kantor bank memiliki jarak yang sangat jauh.
Tidak hanya ongkos tidak langsung seperti transportasi. Charge atau biaya layanan dari bank digital juga lebih murah dari konvensional. Alasannya adalah karena hadirnya teknologi API.
Daripada pusing mengatur pengeluaran ini itu, apalagi manual. Memakan waktu karena harus memasukkan nomor rekening, nominal, dan pengecekan ulang, lebih baik memakai bank digital karena ada fitur auto-debit.
Proses transfer yang manual bisa memakan waktu lama, apalagi kalau terjadi salah transfer, hal ini akan memusingkan. Lebih baik memakai fitur autodebit. Dengan mengeset waktu, nominal, dan target transfer, rekening akan terdebit dengan sendirinya.
Hal ini sangat penting, terutama buat kamu yang punya pengeluaran tetap tiap bulannya seperti membayar cicilan, transfer ke orang tua, dan biaya hidup seperti listrik serta iuran komplek.
Tidak perlu takut ada pencopetan atau carding dengan digitalisasi. Bahkan sektor keamanan menjadi prioritas utama dalam digitalisasi bank.
Keamanan dari rekening kita terjamin lewat berbagai fitur seperti password, biometrik seperti sidik jari, dan pengiriman notifikasi ke e-mail jika ada akses yang mencurigakan.
Tidak perlu ke teller dulu untuk minta ini-itu. Seperti pasar swalayan, kita bisa “mengelola” sendiri belanjaan kita. Dalam konteks bank digital, kita bisa mengatur sendiri berbagai hal seperti transfer autodebit, investasi yang mau dilakukan, transfer, atau penarikan uang.
Jangan lupa kalau bank digital juga sering memberikan tawaran yang menarik dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhanmu.
Dengan majunya teknologi, terutama digital, sudah sewajarnya kalau industri perbankan juga mengadopsi dan beradaptasi, seperti lewat digitalisasi. Contohnya adalah BRI yang punya BRImo, BRIAPI, dan Ceria.
Kita pasti terkadang kesal kalau ada tempat makan atau belanja yang masih belum menggunakan teknologi keuangan dan hanya mau menerima cash. Padahal, dengan digitalisasi bank, kita jadi tidak perlu membawa banyak uang yang berisiko hilang karena jatuh, tercopet, atau kalap membeli karena merasa ada banyak uang di kantong.
Ditambah lagi, dengan semakin meningkatnya kebutuhan dan naiknya harga barang, sudah sewajarnya kalau kita memperhatikan pengeluaran sekecil apa pun dan memanfaatkan hal yang bisa menekan pengeluaran. Contohnya adalah kelebihan bank digital yang menawarkan tarif yang lebih murah. Belum lagi, kita tidak perlu ongkos pergi ke bank atau berhadapan dengan tukang parkir liar.
Sebagai masyarakat, tentu kita wajib memaksimalkan teknologi ini. Apalagi digitalisasi bank BRI adalah kesempatan bagi kita untuk merasakan praktisnya teknologi keuangan. Tidak ada lagi namanya harus menunggu pagi baru uangnya bisa ditransfer karena layanan bank tidak buka di malam hari.
Dari awalnya harus pergi ke bank, jadi bisa kapan saja bertransaksi 24/7. Begitulah contoh kelebihan yang ditawarkan oleh digitalisasi bank BRI. Mungkin kelebihan ini akan terlihat receh untuk yang rumahnya dekat dengan bank, namun sangat berharga untuk orang yang tinggal di tempat yang jauh dari bank seperti pekerja di remote area.
Dari digitalisasi BRI, berbagai lapisan masyarakat diuntungkan karena layanan dan kemudahannya. Tinggal bagaimana masyarakat bisa memaksimalkan teknologi ini untuk kepentingan individu dan kolektif.
Ayo dukung dan pantau terus perkembangan digitalisasi BRI agar makin banyak masyarakat yang melek teknologi finansial dan merasakan kemudahan dari teknologi finansial!
Semakin banyak rakyat yang melek teknologi dan finansial, akan semakin bagus untuk Indonesia kita tercinta.
Referensi:
https://developers.bri.co.id/en/news/digital-banking-definition-benefits-and-challenges
https://www.indusind.com/iblogs/categories/manage-your-finance/what-is-the-benefit-of-digital-banking/
https://www.cnbcindonesia.com/market/20230210152304-17-412833/pakai-cara-ini-bri-sukses-giring-nasabah-menuju-digitalisasi
https://ekonomi.republika.co.id/berita/s15rze463/digitalisasi-jadi-kunci-bri-layani-semua-lapisan-masyarakat
https://www.cnbcindonesia.com/news/20231127143800-4-492375/kurang-dari-4-tahun-pengguna-brimo-melejit-jadi-304-juta
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…