Saat menerima e-mail dari pingback, kirain ada komentar berfaedah dari orang yang blogwalking atau editorial link, ternyata cuma spam comment di blog kita saja, mana menyematkan backlink ke situs terlarang pula. Pasti naik pitam rasanya ketika menerima hal tersebut. Apalagi kalau hal ini datang secara terus menerus.
Sebenarnya apa itu spam comment? Apa saja ciri-cirinya, dan bagaimana solusinya?
Spam comment adalah komentar yang:
Selain spam comment di blog, bisa juga terjadi pada platform lain seperti media sosial dan forum online.
Setiap komentar yang masuk harusnya dimoderasi dulu oleh pemilik situs. Kalau spam comment sampai bisa lolos, berarti sistem moderasi situsnya sangat payah atau pemilik situsnya tidak teliti dalam membaca komentar dan penyematan backlink-nya.
Google selalu “berperang” dengan situs spam. Karena itu, memberikan outbound link, sekalipun itu nofollow link, sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan.
Wah boleh nih kontennya bagus. Namun, kalau melihat isi komennya banyak spam, user bisa jadi berbalik dari yang awalnya percaya jadi tidak percaya.
Isi komentarnya saja tidak diatur dengan baik, apalagi kontennya.
Apalagi kalau user mengklik backlink dari spam comment, semakin hancur kepercayaan mereka.
Backlink yang mereka sematkan biasanya menjadi kunci dari perbedaan spam comment dan tidak.
Kalau mengarah ke situs spam, sudah jelas termasuk spam comment.
Semakin relevan komentarnya, semakin kecil peluangnya kalau komentar tersebut bersifat spam.
Komentar yang tidak relevan adalah indikasi spam yang baik selain dari backlink yang disematkan.
Kalau user menggunakan nama asli, kemungkinan besar bukan spam comment.
Biasanya, nama user yang nyeleneh atau alias berisikan spam comment.
Terkadang, orang yang berkomentar juga menyelipkan e-mail mereka.
E-mail yang legit dan tidak nyeleneh seperti alamat e-mail yang biasa seperti menggunakan nama sendiri, biasanya bukan komentar yang spam.
Jika orang yang sama memberikan komentar dengan menyematkan backlink yang berbeda-beda, besar kemungkinan tersebut adalah SEO spammer.
Plugin khusus komentar seperti Disqus bisa membantu dalam memoderasi komentar yang masuk ke situs kita.
Biasanya, kita akan menerima notif di e-mail tentang komentar yang masuk pada situs.
Cukup satu plugin saja ya. Terlalu banyak plugin dapat memperlambat loading speed dari situs.
Bacalah komentar yang teliti sebelum approve sebuah komentar.
Cek bagian yang dituliskan pada cara identifikasi spam comment, yaitu:
Posting di media sosial atau situs lain memang bagian dari off-page SEO, namun tempat kita posting juga perlu diperhatikan.
Jangan posting di grup media sosial yang berisikan spam atau tanpa aturan yang jelas serta guest posting di situs spam.
Jika spam comment sering sekali hadir, bahkan sudah sangat menganggu. Tidak ada salahnya untuk menutup kolom komentar.
Kekurangannya, kita jadi tidak tahu berapa engagement dari blog kita.
Saat ada spam comment masuk di blog kita, pastinya kita risih sekali. Namun, kita bisa menghadapinya dengan tenang kok. Intinya adalah pada sistem moderasi yang baik.
Baca komentar yang masuk dengan seksama. Jangan langsung approve.
Kita memang tidak bisa mengontrol komentar orang lain, tetapi kita bisa memoderasi komentar yang masuk ke situs kita.
Happy writing and optimizing!
Referensi:
https://neilpatel.com/blog/control-blog-comment-spam/
Semua bagian dari hidup kita tidak akan lepas dari politik, termasuk pemasaran digital seperti SEO.…
Kalau mau ke Dieng atau Gunung Prau serta lewat Patak Banteng, pastinya perlu alat outdoor…
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…