Website

Terlalu Banyak Memasang Plugin pada WordPress? Apakah Ide Bagus?

Terdapat banyak pilihan plugin pada WordPress, sehingga mungkin membuat kita bingung tentang apa saja plugin yang harus dipasang. Namun, sama seperti makan. Terlalu banyak memasang plugin juga tidak baik. Berikut bahaya dari terlalu banyak memakai plugin?

Apa Bahaya Memasang Plugin Terlalu Banyak

a. Memperlambat Kecepatan Situs

Plugin akan memperberat situs, layaknya lemak dan otot pada tubuh kita. Semakin banyak, akan semakin berat. Karena itu, jangan berlebihan dalam pemasangan jumlah plugin.

Situs yang lambat adalah kabar buruk untuk SEO dan user experience situs.

b. Potensi Malware

Plugin kerap menjadi tempat sarang malware. Jadi, tidak heran jika situs terkena malware, salah satu solusinya adalah melakukan uninstall pada plugin.

Tidak hanya malware. Keamanan situs juga jadi rentan karena terlalu banyak plugin.

c. Konflik pada Plugin

Ada banyak plugin. Bisa jadi ada yang pekerjaannya saling berkontradiksi. Konflik ini akan memunculkan eror yang tidak perlu.

Contoh, plugin A berfungsi untuk memunculkan iklan. Sementara itu, plugin B adalah adblocker. Jelas ada konflik kepentingan di sana.

Berapa Jumlah Plugin yang Terlalu Banyak?

Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Setiap situs punya kebutuhannya masing-masing. Namun, ada plugin esensial untuk WordPress. Yaitu:

  1. Google site kit
  2. Yoast/Rankmath

Cara Memfilter Plugin jika sudah Terlalu Banyak

Berikut ini adalah cara memfilter plugin mana yang harus dinonaktifkan, terutama jika jumlah plugin semakin banyak.

  1. Mana yang paling esensial dan vital untuk keberlangsungan fungsi situs?
  2. Mana yang paling sering dipakai?
  3. Mana yang pernah memiliki riwayat memberikan malware?
  4. Mana yang paling memberatkan kecepatan situs?
  5. Mana yang rating-nya paling bagus?
  6. Mana yang pembuatnya adalah orang yang kredibel?
  7. Mana yang paling sering dipakai oleh situs lain?

Hati-hati, membuang plugin yang esensial akan berdampak negatif pada situs.

Yuk Pakai Plugin Seperlunya saja!

Apa pun yang berlebihan pasti tidak baik, termasuk pemakaian plugin. Tidak perlu banyak-banyak, cukup yang esensial bagi situs saja. Contohnya, kalau mau memakai author authoritymaka instal plugin author box.

Lebih lanjut, kita bisa memakai plugin yang multifungsi agar tidak perlu banyak menginstal plugin.

Jadi, WordPress-mu menggunakan berapa plugin?

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Studi Kasus SEO – Perbandingan CTR Halaman yang Menarget Transactional Intent vs Informational Intent

Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…

4 days ago

Strategi SEO Content yang Masih Efektif di Era AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…

5 days ago

SPIL, Perusahaan Shipping dan Logistic Terbaik di Indonesia – Bukan Tanpa Alasan!

Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…

6 days ago

7 Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…

7 days ago

Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi

Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…

1 week ago

Website Ada tapi Traffic Nol? Audit Website Gratis via Konsultasi Creativism!

Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…

2 weeks ago