Ketika sudah optimasi SEO beberapa lama, mungkin kita bisa bahagia karena traffic-nya makin tinggi. Namun, kebahagiaan tersebut sirna karena pertanyaan terkait konversi. Apalagi ketika dilakukan audit atau pengecekan, ternyata website-nya kurang menghasilkan atau konversinya rendah.
Kira-kira apa masalah atau penyebab, serta hal yang harus dilakukan?
Jawabannya tidak ada standar baku, tetapi hal ini bisa dicek berdasarkan rasio leads/traffic atau rasio pembelian/traffic.
Jenis bisnis pun berpengaruh. Rasio leads/traffic pasti akan lebih rendah pada bisnis B2B. Namun, menurut pengalaman pemilik blog ini, di bisnis B2C (terutama kesehatan), leads to rasio leads/traffic dengan angka di bawah 1% tergolong rendah, terutama ketika traffic sudah di atas 10.000 per bulan. Apalagi jika produk/jasanya bukanlah produk/jasa high-ticket.
Ini penyebab yang cukup umum. Terlalu banyak bikin blog post yang menarget informational intent, akhirnya traffic terlihat tinggi, tetapi konversinya rendah.
Halaman dengan transactional intent yang traffic-nya rendah bisa jadi biang kerok kenapa traffic website sudah tinggi, tapi konversinya malah rendah.
Ketika suatu website minim halaman layanan atau produk, maka konversinya bisa ikut turun. Misalnya, layanan yang dijual hanya 2, tetapi blog informational intent-nya ada 1000.
Harapan konversi lebih lewat homepage selain halaman transactional intent.
Ketika traffic tinggi, tetapi asalnya dari non-branded queries mayoritasnya, maka wajar jika traffic tinggi, tetapi konversi rendah.
Jika halamannya sudah banyak visit, tetapi konversi rendah, maka masalahnya ada pada CRO seperti penawaran kurang menarik dan tidak ada CTA yang jelas.
SEO audit harus dilakukan ketika traffic sudah tinggi, tetapi konversi rendah. Bisa dengan:
1. Cek data GSC/GA4
2. Sortir halaman yang paling banyak mendapatkan pageview/organic click
3. Identifikasi jenis halaman yang mendapatkan klik tertinggi, apakah informational/transactional intent
4. Identifikasi branded queries dan non branded queries
5. Jika mayoritas dari informational intent:
a. Cek performa halaman transactional intent
b. Cek jumlah halaman yang menarget transactional intent
c. Tambah halaman produk/layanan, optimasi halaman transactional, dan optimasi on-page seperti arahkan internal link ke halaman tersebut. Off-page SEO juga bisa dilakukan
Solusi ini berlaku juga jika traffic ke halaman transactional sedikit.
Namun, jika halaman layanan/produknya minim dan traffic dari branded queries sedikit. Perlu ada kolaborasi dengan kanal untuk demand gen seperti aktivasi, medsos, dan branding.
Rasanya pasti menjengkelkan ketika tahu traffic website tinggi, tapi konversinya payah alias rendah.
Perlu adanya SEO audit komprehensif untuk menemukan masalah ini.
Pemilik blog ini menyediakan layanan SEO audit, termasuk untuk masalah traffic website sudah tinggi, tetapi konversi rendah. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!
Gunung Andong adalah gunung yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Gunung tersebut merupakan salah satu…
GAMEBOOK menjadi salah satu media game dan pop culture yang menarik perhatian karena menawarkan lebih…
Studi GEO sebelumnya, pemilik blog ini banyak memakai kueri local intent. Nah, bagaimana kalau di…
Sistem pendingin adalah aspek penting yang sering diabaikan saat memilih Laptop Gaming. Padahal aspek ini sangat…
Salah satu hal yang menyebalkan bagi SEO specialist atau pengurus website/digital marketer adalah traffic website…
Investasi bisnis ke SEO pastinya mengeluarkan waktu, biaya, dan uang. SEO adalah kanal yang worth…