Saat memesan minuman di restoran fast food, biasanya kita punya tiga pilihan antara large, medium, atau small. Dari pilihan tersebut, biasanya kita akan memilih ukuran large, terutama kalau harganya tidak jauh berbeda dengan ukuran medium. Eh, tentu saja hal ini adalah trik marketing. Namanya adalah decoy effect!
Tidak hanya di restoran saja loh, ada juga penerapan decoy effect di bidang lainnya. Apa saja? Mengapa decoy effect bagus untuk marketing?
Decoy effect adalah saat ketika kita memilih di antara dua pilihan awal, kemudian muncul pilihan ketiga. Maka, pilihan tidak menarik (decoy atau umpan) bisa memengaruhi persepsi kita dari dua pilihan awal.
Biasanya decoy effect menggunakan asimetri dalam ukuran, baik itu tangibel seperti gelas atau pun intangibel seperti harga.
Jadi, dengan decoy effect, orang akan memilih pilihan dengan ukuran paling besar atau dengan kata lain pilihan ketiga. Decoy-nya adalah yang berukuran medium/sedang.
Decoy effect dalam marketing bermanfaat agar konsumen/kememilih pilihan yang paling besar dan mahal, sehingga revenue yang didapatkan semakin besar.
Dalam dunia freelancing, decoy effect bermanfaat agar kita mendapatkan penawaran terbesar dari rate card kita.
Mungkin kita sudah familiar dengan decoy effect di restoran. Contohnya adalah:
Decoy effect juga bisa kita pakai dalam membuat rate card. Contohnya:
Pastinya kita sudah tidak heran dengan aplikasi, software atau tools yang menawarkan paket seperti antivirus. Biasanya mereka juga akan memakai decoy effect ini dalam marketing mereka (lead magnet). Contohnya:
Manusia secara alami adalah pemilih yang buruk, bahkan ada namanya paradox of choice di mana semakin banyak pilihan, maka semakin buruk bagi konsumen.
Kita sebagai konsumen juga harus cerdas karena decoy effect bertujuan agar kita mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya.
Berikut cara agar tidak terkena decoy effect:
Yep, cara paling mudah dan antisipasi awal adalah jangan langsung membeli, apalagi kalau jelas bisnisya menggunakan decoy effect, yaitu menyuguhkan tiga pilihan.
Tahan, tarik napas, coba teliti lebih dalam.
Tanyakan detail produk/jasa dari pilihannya.
Contohnya, jika kita ingin memesan minuman antara large, medium, atau small. Maka kita bisa tanyakan ke kasirnya soal berapa harga dan volume dari minumannya.
Dari pertanyaan, didapatkan detail bahwa:
Dari detail di atas didapatkan bahwa:
Eits, jangan lupa bahwa medium tersebut sengaja dibuat rata-rata mahal agar kita membeli yang large. Semakin sadar kita, semakin tidak mudah untuk termakan decoy effect.
Terakhir, pastikan kalau budget-mu cukup. Jangan sembarangan ambil ukuran paling besar atau harga paling mahal. Sesuaikan lagi dengan kebutuhanmu.
Contohnya, meski terbuai dengan ukuran large dalam soft drink, tidak mungkin kita membelinya karena punya GERD.
Decoy effect ini adalah psikologi marketing yang luar biasa. Marketer bisa memanfaatkannya untuk mendatangkan revenue lebih banyak terhadap bisnis, selain itu freelancer bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar lewat efek ini.
Namun, ketika kita sedang menjadi konsumen, pastikan kalau kita berpikir jernih dan rasional agar tidak “termakan” trik marketing ini.
Pastikan kamu sudah mengetahui detail, menghitung, dan produk/jasa yang kamu beli sesuai dengan budget dan kebutuhan!
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…