Salah satu hal yang menyebalkan bagi SEO specialist atau pengurus website/digital marketer adalah traffic website yang perkembangan traffic-nya stagnan atau gitu-gitu aja.
Apa penyebabnya? Kira-kira apa yang harus dilakukan?
Traffic website bisa dikatakan stagnan jika setelah optimasi dalam waktu tertentu, traffic tidak kunjung mengalami kenaikan yang berarti, baik itu dari segi harian, bulanan, atau tahunan.
Contohnya, setelah optimasi 3 bulan, traffic bulanan stuck atau stagnan di 1500 per bulan, sama seperti 3 bulan sebelum optimasi.
Jika dilihat dari GA 4 atau Google Search Console, persentase kenaikan 0% atau tidak signifikan dampaknya. Misalnya dari 1.000 per bulan, naiknya jadi 1003 per bulan.
Ketika halaman yang mengalami kenaikan dan penurunan performa seimbang dalam selisih klik, hal ini dapat menimbulkan data stagnan.
Hal ini tidak masalah jika yang mengalami penurunan performa adalah halaman yang tidak terlalu penting. Apalagi jika pengaruhnya adalah musim/season.
Bisa jadi halaman yang baru tidak memiliki performa yang diharapkan. Misalnya, tidak masuk page 1, klik kecil, impresi buruk, dsb.
Hal ini multifaktor, misalnya karena persaingan di SERP terlalu ketat.
Kompetitor yang lebih agresif dapat menurunkan performa halaman karena kalah saing, sehingga menyebabkan performa halaman terlihat stagnan, bahkan turun.
Halaman lama yang tidak kunjung diupdate padahal performanya rendah, wajar saja jika performanya stagnan.
Tidak ada atau stop pembuatan halaman baru yang bisa memberi traffic berpotensi membuat traffic mengalami stagnansi.
Jika website-mu memiliki traffic paling tinggi di suatu niche, wajar saja traffic mengalami stagnansi.
Traffic website stagnan disebut masalah jika:
1. KPI/OKR-mu adalah traffic
2. Konversi dari website turun
3. Sudah coba berbagai cara untuk meningkatkan traffic, tetapi hasilnya tetap stagnan
4. Kompetitor serupa justru mengalami kenaikan traffic
5. Posisi rata-rata naik/visibilitas memburuk
Pertama, pastikan bahwa stagnansi traffic website ini adalah memang suatu masalah.
Lalu, Jawabannya tergantung penyebabnya. Jika tidak ada pembuatan halaman baru, maka pertimbangkan halaman baru yang bisa membentuk topical authority dan berpeluang muncul di SERP.
Kalau karena halaman baru punya visibilitas buruk, maka coba analisis SERP dan kompetitor, serta analisis data untuk menemukan low-hanging fruit.
Apakah kamu punya masalah traffic website stagnan? Pemilik blog ini memiliki layanan konsultasi dan SEO audit.
Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!
Majas hiperbola adalah salah satu jenis majas yang sering digunakan untuk memberikan penekanan atau memperkuat…
Menulis kalimat yang jelas dan efektif adalah kunci utama agar tulisan mudah dipahami oleh pembaca…
Sebelumnya, studi kasus pada impresi di AI generatif Google vs klik. Terlihat ada korelasi cukup…
Di lanskap pencarian sekarang, muncul di AI generatif Google seperti Google AI overview atau Google…
Menulis kalimat yang jelas dan efektif adalah kunci utama agar tulisanmu mudah dipahami oleh pembaca…
Pernahkah Anda membaca tulisan yang membuat kamu seolah-olah bisa melihat, mendengar, atau merasakan langsung apa…