SEO

Traffic Website Stagnan? Ini Mungkin Penyebabnya!

Salah satu hal yang menyebalkan bagi SEO specialist atau pengurus website/digital marketer adalah traffic website yang perkembangan traffic-nya stagnan atau gitu-gitu aja.

Apa penyebabnya? Kira-kira apa yang harus dilakukan?

Kapan Traffic Website Stagnan?

Traffic website bisa dikatakan stagnan jika setelah optimasi dalam waktu tertentu, traffic tidak kunjung mengalami kenaikan yang berarti, baik itu dari segi harian, bulanan, atau tahunan.

Contohnya, setelah optimasi 3 bulan, traffic bulanan stuck atau stagnan di 1500 per bulan, sama seperti 3 bulan sebelum optimasi.

Jika dilihat dari GA 4 atau Google Search Console, persentase kenaikan 0% atau tidak signifikan dampaknya. Misalnya dari 1.000 per bulan, naiknya jadi 1003 per bulan.

Penyebab Traffic Website Stagnan

a. Secara Kebetulan, Halaman yang Naik Performanya sebanding dengan Halaman yang Turun Performanya

Ketika halaman yang mengalami kenaikan dan penurunan performa seimbang dalam selisih klik, hal ini dapat menimbulkan data stagnan.

Hal ini tidak masalah jika yang mengalami penurunan performa adalah halaman yang tidak terlalu penting. Apalagi jika pengaruhnya adalah musim/season.

b. Halaman Baru yang Dioptimasi Memiliki Visibilitas yang Buruk

Bisa jadi halaman yang baru tidak memiliki performa yang diharapkan. Misalnya, tidak masuk page 1, klik kecil, impresi buruk, dsb.

Hal ini multifaktor, misalnya karena persaingan di SERP terlalu ketat.

c. Kompetitor lebih Agresif

Kompetitor yang lebih agresif dapat menurunkan performa halaman karena kalah saing, sehingga menyebabkan performa halaman terlihat stagnan, bahkan turun.

d. Kurang Update pada Konten Lama

Halaman lama yang tidak kunjung diupdate padahal performanya rendah, wajar saja jika performanya stagnan.

e. Tidak Ada Pembuatan Halaman Baru

Tidak ada atau stop pembuatan halaman baru yang bisa memberi traffic berpotensi membuat traffic mengalami stagnansi.

f. Telah Menjadi Penguasa SERP

Jika website-mu memiliki traffic paling tinggi di suatu niche, wajar saja traffic mengalami stagnansi.

Kapan Traffic Website Stagnan Disebut Masalah?

Traffic website stagnan disebut masalah jika:

1. KPI/OKR-mu adalah traffic

2. Konversi dari website turun

3. Sudah coba berbagai cara untuk meningkatkan traffic, tetapi hasilnya tetap stagnan

4. Kompetitor serupa justru mengalami kenaikan traffic

5. Posisi rata-rata naik/visibilitas memburuk

Apa yang harus Dilakukan jika Traffic Website Stagnan?

Pertama, pastikan bahwa stagnansi traffic website ini adalah memang suatu masalah.

Lalu, Jawabannya tergantung penyebabnya. Jika tidak ada pembuatan halaman baru, maka pertimbangkan halaman baru yang bisa membentuk topical authority dan berpeluang muncul di SERP.

Kalau karena halaman baru punya visibilitas buruk, maka coba analisis SERP dan kompetitor, serta analisis data untuk menemukan low-hanging fruit.

Apakah kamu punya masalah traffic website stagnan? Pemilik blog ini memiliki layanan konsultasi dan SEO audit.

Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *