Digital Marketing

Search Intent – Beda Kata Kunci, Beda juga Niat Pencariannya

Saat riset keyword, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah search intent dari keyword-nya. Mengapa? Karena setiap kata kunci itu punya niat pencarian yang berbeda. Ingat bahwa user menggunakan mesin pencari untuk mencari jawaban atas suatu pertanyaan.

Coba kita beri contoh. “Manfaat apel” dan “tempat beli apel di Pontianak” pastinya punya niat pencarian yang berbeda bukan? Yang satu mencari informasi tentang manfaat apel, yang satu lagi mencari tempat membeli apel di kota Pontianak.

Jadi, sebenarnya apa itu search intent? Mengapa kita perlu memaksimalkannya?

Apa Itu Search Intent?

Search intent adalah tujuan atau niat pencarian yang dilakukan oleh user ketika mereka mengetik kueri atau kata kunci tertentu pada mesin pencari.

Contohnya, kalau user mengetik tentang spesies badak, maka informasi yang dikeluarkan oleh mesin pencari adalah informasi tentang berbagai spesies badak di muka Bumi ini.

Mengapa Search Intent Itu Penting?

Search intent penting karena setiap kata kunci/kueri yang diketik pada mesin pencari punya tujuan yang berbeda-beda.

Memahami search intent akan membantu dalam pembuatan konten yang dioptimasi dan mendatangkan traffic yang berkualitas ke situs kita.

Semakin panjang kata kunci yang diketik, biasanya semakin jelas niat pencarian yang dilakukan oleh user dan sebaliknya.

Dengan kata lain, long tail keyword punya search intent yang jauh lebih jelas daripada seed keyword/short tail keyword. Jadi, disarankan untuk menargetkan long tail keyword daripada seed keyword/short tail keyword.

Jenis Search Intent

Terdapat empat jenis search intent, yaitu:

a. Informational

informational search intent
Gambar 1. SERP dari Informational Search Intent

Informational intent adalah kueri di mana user ingin mencari informasi umum, misalnya:

  • Manfaat suatu makanan untuk kesehatan
  • Mekanisme terjadinya gempa
  • Ulasan pertandingan sepak bola
  • Skor Manchester United vs Manchester City

Keyword yang bersifat informational biasanya punya volume pencarian yang tinggi, tetapi convertion-nya rendah. Jadi, pertimbangkan tujuan dari optimasi sesuai timeline dan content plan yang ingin dibuat.

Search intent yang bersifat informational bisa membantu dalam brand awareness dan meningkatkan traffic situs. Meski demikian, pantau juga kualitas traffic-nya ya.

Biasanya, diksi yang dipakai di intent ini adalah:

  • Cara
  • Bagaimana
  • Tutorial
  • Tips

b. Navigational

navigational intent farisyudza.com
Gambar 2. SERP dari Navigational Intent

Search intent yang satu ini adalah kueri di mana user bertujuan untuk mencari situs yang spesifik.

Biasanya, hal ini dilakukan untuk mengecek apakah situs sudah berhasil rank atau diindeks untuk pertama kalinya setelah meminta indeks ke Google Search Console atau ingin melihat apakah brand ada kompetitor dengan nama yang mirip atau tidak.

Kalau brand kita terkenal dan terpercaya di masyarakat, navigational intent bisa mendatangkan traffic (dan convertion). Jangan lupa untuk track berapa volume pencarian dari brand-mu untuk mengetahui seberapa terkenal brand-mu.

Contoh kueri dengan navigational intent adalah nama domain spesifik atau branded keyword.

c. Transactional

transactional intent keyword
Gambar 3. SERP dari Transactional Intent

Di antara semua search intent, jenis ini adalah yang memiliki peluang convertion tertinggi, tetapi volumenya rendah. Alasannya adalah kueri di intent ini bertujuan untuk mencari barang untuk dibeli atau dengan kata lain, user siap untuk transaksi.

Contoh kueri/kata kunci dengan transactional intent:

  • Beli tamiya
  • Beli apel online
  • Bola dengan merek specs

Terlihat bahwa transactional intent biasanya mengandung kata spesifik seperti beli atau barang yang ingin dibeli.

d. Commercial

serp dari commercial intent
Gambar 4. Serp dari Commercial Intent

Tipe intent ini bisa dibilang adalah pencarian sebelum memasuki transactional intent. Jadi, si user ingin beli, tetapi perlu sedikit riset untuk meyakinkan dirinya untuk membeli barang dan jasa. Contohnya:

  • Perbandingan harga agensi pemasaran
  • Premi asuransi A dan B
  • Produk A vs Produk B
  • Mesin pemotong rumput terbaik di tahun 2022

Jadi, biasanya kueri di commercial intent berisikan perbandingan kualitas dan kuantitas suatu produk/jasa.

Bagaimana Cara Memaksimalkan Search Intent?

a. Lihat Hasil Pencarian

Ingin tahu apa search intent dari user tanpa menebak? Coba cek saja hasil mesin pencarian. Contohnya di bawah ini:

hasil pencarian Google untuk kueri bola sepak

Gambar 5. SERP dari Kata Kunci Bola Sepak

Hasil pencarian dari kata kunci bola sepak adalah penjualan bola sepak, yang berarti search intent-nya adalah transactional intent. Jadi, jangan targetkan kata kunci bola sepak, tetapi yang dibahas di blognya malah manfaat atau sejarah bola sepak.

b. Tempatkan Dirimu sebagai User

“Kira-kira kalau aku mengetik kata kunci ini, aku lagi mencari apa ya? Apa ekspektasiku?” Pertanyaan ini bisa jadi pertimbangan untuk mengetahui search intent.

Contohnya, kalau kita mencari cara membakar sampah, maka kita berekspektasi bahwa yang keluar dari hasil mencari adalah tutorial membakar sampah, bukan malah hal lain.

Jadi, setelah mengetahui search intent dari user, kita bisa membuat outline konten yang kira-kira menjawab dari kueri/kata kunci yang diketik oleh user di mesin pencari.

Berikut contoh penerapannya:

Kata kunci: tutorial bermain sepak bola

Outline:

  • Persiapan sebelum bermain sepak bola
  • Aturan dalam permainan sepak bola
  • Teknik dasar yang harus dikuasai
  • Cara memenangkan pertandingan sepak bola

c. Lihat Kueri User dari Google Search Console

Terkadang, peribahasa gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak bisa terjadi di SEO. Salah satunya dalam memaksimalkan search intent dari user.

Untuk memaksimalkan search intent, kita bisa melihat kueri apa yang diketik user untuk melihat (impresi) atau mengklik situs kita. Jika jumlah impresi dan kliknya banyak, maka kita bisa buat turunan dari kontennya.

Contohnya, kalau banyak user yang mencari soal istilah furnitur, maka buatlah turunan konten dengan niche yang sama (furnitur).

d. Tanya Langsung kepada Audience

Kalau kita menjual produk/jasa, kita bisa tanyakan ke klien/calon klien lewat tim CRM atau customer service untuk mengetahui artikel apa yang diinginkan oleh user.  Jadi, artikel yang kita buat bisa menjawab keluh kesah mereka, apalagi jika mereka sedang bingung dalam memutuskan apakah mau memakai produk/jasa kita atau tidak.

Bagaimana kalau kita tidak jual produk/jasa alias hanya mengincar traffic? Coba tanya kepada orang terdekatmu saja, misalnya keluarga atau teman terbaik. Jadikan mereka pembaca pertamamu.

Prioritas Keyword Berdasarkan Search Intent

Saat sedang riset keyword, kita perlu mempertimbangkan search intent, tetapi bagaimana dengan prioritasnya? Nah, prioritasnya bisa ditentukan berdasarkan:

a. Tujuan Situs

Kalau tujuan situs kita semata-mata hanya traffic atau informasi publik, maka cukup fokus di kata kunci dengan informational intent yang punya volume pencarian tinggi atau penting diketahui masyarakat. Jadi, tidak perlu repot-repot menargetkan kata kunci transactional/commercial intent.

Contoh situs yang cocok untuk menerapkan hal ini:

  • Media
  • Situs pemerintah

Jika menargetkan traffic dan convertion dan baru mulai. Prioritaskan informational keywords yang sesuai dengan target pasarmu dan ada juga pembuatan konten untuk transactional intent/commercial intent, meski tidak sebanyak informational intent.

b. Popularitas Brand

Kalau brand kita cukup populer, maka kata kunci dengan transactional dan commercial intent bisa disasar lebih banyak karena orang sudah kenal dengan produk dan jasamu. Tinggal bagaimana membangun customer journey yang bagus bagi mereka agar transaksi bisa lancar jaya.

Kalau brand kita masih kecil, pertimbangkan untuk perbanyak kata kunci dengan informational intent karena volumenya lebih tinggi, sehingga cocok untuk brand awareness dan menaikkan kepercayaan publik terhadap brand kita.

Penutup: Buatlah Artikel yang Memenuhi Search Intent dari User

Pada intinya, kita wajib membuat artikel yang berkualitas atau dengan kata lain memuaskan search intent dari user. Bayangkan kalau kita mengetik spesies penguin, tetapi yang keluar malah burung hantu. Menjengkelkan bukan?

Membuat artikel SEO dan menentukan outline itu bukan untuk mesin pencari, tetapi untuk memenuhi search intent dari user. Jadi, tidak perlu keyword stuffingsehingga tulisan terasa tidak natural + tidak enak dibaca.

Yuk pahami dan maksimalkan search intent agar situs kita mendapatkan traffic yang banyak nan berkualitas dan user juga puas saat membaca tulisan/konten kita!

Sumber:

https://yoast.com/search-intent/

https://backlinko.com/hub/seo/search-intent

Author

5 thoughts on “Search Intent – Beda Kata Kunci, Beda juga Niat Pencariannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *