Pernah meremehkan lawan? Dalam laga sebelum final SEA Games 2023 antara Indonesia dan Thailand, penulis membaca tentang pemain Thailand yang mengatakan bahwa supporter Indonesia tidak perlu datang karena medali emas akan menjadi milik Thailand. Padahal, bahaya meremehkan lawan itu nyata!
Kelihatannya percaya diri betul. Mungkin karena sejarah? Kenyataannya, Indonesia terkesan diremehkan. Akhirnya…. siapa yang tertawa setelah pertandingan final? Indonesia 🙂
Percaya diri tentu saja harus, tetapi tidak boleh sampai meremehkan lawan. Berikut bahaya dari meremehkan lawan!
Bahaya meremehkan lawan adalah kesempatan untuk terjadinya kelengahan semakin terbuka karena kita tidak menganggap lawan adalah sesuatu yang berbahaya. Semakin fokus kita, akan semakin kecil peluang untuk lengah dan sebaliknya.
Satu kelengahan saja bisa berdampak untuk kemenangan atau kekalahan tim.
Saat meremehkan lawan, kita bisa menganggap kalau kekuatan maksimal dan perencanaan yang matang itu tidak diperlukan. Hal ini dapat berakibat fatal.
Tim yang diremehkan, jika punya strategi/rencana yang matang bisa “menusuk” tim yang sama sekali tidak ada rencana atau rencananya tidak matang.
Pernah meremehkan ujian sekolah? “Ah ini mah gampang, ntar juga dapet 100”, eh kenyataannya malah dapat 50. Malunya sangat terasa kan? Apalagi kalau sudah pamer dan belagak depan orang-orang.
Begitu juga saat kalah karena meremehkan lawan. Usai pertandingan, mungkin kita tidak punya muka hanya untuk sekedar salim dengan lawan yang diremehkan/dianggap sepele.
Kalau lawan yang diremehkan tidak tahu kalau mereka diremehkan ya bagus. Tapi kalau tahu? Siap-siap andai ada yang terpancing emosinya, sehingga permainannya lebih menjurus kasar dan bisa memicu konflik, bahkan tali silaturahmi putus.
Tidak ada manusia yang mau direndahkan di dunia ini. Jadi, kalau siap meremehkan, siap juga untuk “diterkam”.
Beberapa cara ini dapat digunakan untuk menghindari bahaya meremehkan lawan atau dengan kata lain cara agar tidak meremehkan lawan:
Bahaya meremehkan lawan itu nyata! Kalau jadi kenyataan, sakitnya bukan main, apalagi rasa malunya. Coba bayangkan ulasan pertandingan sepak bola yang memalukan karena kekalahan.
Jadi, mari lebih hormati lawan dan kurangi meremehkan lawan. Percaya diri boleh, tetapi tidak boleh sampai meremehkan lawan.
Lebih baik jadi pribadi seperti air tenang menghanyutkan dibanding air beriak tanda tak dalam 🙂
SEO adalah kanal yang bermanfaat untuk jangka panjang, terutama jika bisnismu butuh kanal digital marketing…
Gunung Ungaran yang terletak di Semarang menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Tengah,…
Pemilik blog ini yakin, frustasi akan traffic yang tergerus karena hadirnya AI overview dan LLM…
Salah satu KPI atau target dari SEO adalah traffic website atau pengunjung, terutama dari organic…
SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai…
Salatiga dan sekitarnya, seperti kawasan Kopeng, lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, hingga area Danau Rawa…
View Comments