Content Writing

7 Situs untuk Mengecek Plagiarisme! – Yuk Cek Plagiarisme Online!

Untuk menghindari plagiarisme atau mengecek keaslian suatu tulisan, kita bisa cek plagiarisme online loh! Wah, rasanya jadi makin mudah ya? Tentu saja cara ini termasuk untuk menanggulangi kecurangan di dunia akademik atau pembuatan konten karena semakin mudahnya pembuatan artikel dengan kehadiran AI (meski sebenarnya ada alat untuk mendeteksi tulisan AI).

Apa saja situs untuk mengecek plagiarisme? Berikut rekomendasi penulis.

1. Smallseotools

Smallseotools.com menjadi situs untuk cek plagiarsime online yang serting digunakan oleh penulis.

Sampai saat ini, rating dari alat ini adalah 4,7  dan gratis sampai dengan 1000 kata saja. Jika batas 1000 katanya ingin dihilangkan, kamu harus membayar sebesar 4,99 USD (kisaran 75000 IDR dengan asumsi 1 USD = 15000 IDR).

Penulis suka memakai situs ini untuk mengecek plagiarisme karena tampilannya yang enak dilihat dan pengecekan yang cepat. Pengecekan 1000 kata, prosesnya tidak sampai 5 menit.

2. Copyscape

Copyscape bisa melihat apakah ada tulisan tiruan/plagiarisme, bahkan sampai sumber tulisan yang diplagiat.

Karena kecanggihan inilah, sepertinya banyak agensi yang menggunakan alat cek plagiarisme online ini untuk mengecek integritas content writer-nya.

Orang yang menjual artikel siap pakai juga biasanya mencantumkan lolos copyscape dalam keunggulannya.

Di Copyscape, ada tools berbayar dan juga yang gratis. Contoh yang gratis adalah alat untuk membandingkan seberapa mirip tulisan pada suatu URL.

3. Grammarly

Grammarly memang lebih terkenal untuk memperbaiki grammar dari tulisan. Namun, sebenarnya mereka juga punya alat untuk cek plagiarisme online loh!

Penulis senang memakai alat ini untuk mengecek plagiarisme karena tidak ada batasan kata. Biasanya, free version dari alat cek plagiarisme adalah 1000 kata.

Tidak hanya bahasa Inggris saja, alat ini juga bisa mengecek plagiarisme di tulisan dengan bahasa Indonesia.

4. 1text

1text biasanya digunakan oleh blogger untuk melakukan cek plagiarisme pada konten yang mereka buat atau pun penulis yang mengisi blog mereka.

Sepengalaman penulis, alat ini cukup lama dalam scanning plagiarisme. Namun, mereka memberikan penawaran berupa akun pro agar scanning plagiarismenya bisa lebih cepat.

Selain cek plagiarisme, 1text juga ada fitur cek grammar seperti Grammarly dan Smallseotools serta word counter (penghitung jumlah kata).

Berbeda dengan alat cek plagiarisme lain yang free version-nya adalah 1000 kata. 1text membatasi kuota harian cek plagiarisme sampai dengan  5000 simbol per hari.

5. Turnitin

Turnitin digunakan oleh tenaga pendidik untuk mengecek originalitas dari skripsi atau tulisan akademik mahasiswanya. Jadi, wajar saja kalau mahasiswa tingkat akhir sudah familiar dengan alat ini.

Hebatnya, selain mengecek plagiarisme, Turnitin juga bisa mendeteksi tulisan AI.

6. Scribbr

Scribbr juga termasuk alat cek plagiarisme yang biasa digunakan dalam dunia pendidikan selain Turnitin. Tidak heran, karena mereka adalah partner dari Turnitin itu sendiri.

Alat cek plagiarisme ini memberikan catatan secara terang-terangan di homepage-nya bahwa alat mereka tidak cocok digunakan oleh copywriter, SEO specialist, dan pemilik bisnis.

Sama seperti Turnitin, mereka juga punya alat untuk mendeteksi tulisan AI.

7. Duplichecker

Saat penulis mengunjungi situs Duplichecker, tampilannya mirip dengan smallseotools, hanya saja background-nya warna biru.

Mirip dengan smallseotools, mereka membatasi jumlah kata sampai 1000 untuk pengecekan plagiarisme secara gratis.

Selain cek plagiarisme, mereka juga menawarkan jasa cek Grammar seperti Grammarly.

Cek Plagiarisme bisa Dilakukan dengan Mudah!

Dengan bantuan teknologi, cek plagiarisme bisa jauh lebih mudah. Mungkin zaman dulu, plagiarisme baru diketahui ketika kita menemukan karya yang mirip serta tuntutan dari pembuat karya originalnya atau dengan kata lain memantau adanya praktek content scraping.

Untuk siswa dan kreator konten, mari gunakan alat cek plagiarisme untuk menghindari plagiarisme yang bisa saja kita lakukan secara tidak sengaja. Untuk yang sengaja? Ingat bahwa menjiplak karya orang lain itu merupakan hal yang tidak terpuji.

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si., M.I.Kom (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Perbedaan Writer dan Author – Sesama Penulis? Ada Bedanya!

Istilah writer (penulis) dan author (pengarang/pencipta) sering kali dianggap memiliki makna yang persis sama. Padahal,…

5 hours ago

Perbedaan Content Writer dan Script Writer – Mulai dari Tugas hingga Output Pekerjaan

Memahami perbedaan antara content writer dan script writer sangat penting bagi pemilik bisnis, pemasar digital,…

8 hours ago

Blog vs Media Sosial – Ada Perbedaan, tetapi Integrasi lebih Baik!

Di era digital yang bergerak cepat, pertanyaan mengenai efektivitas antara blog dan media sosial sering…

14 hours ago

Mengenal Dunia Trading Saham: Antara Peluang Keuntungan dan Manajemen Emosi

Aktivitas perdagangan aktif di bursa efek menawarkan dinamika yang sangat menarik bagi mereka yang memiliki…

17 hours ago

Potensi dan Masa Depan Penerapan Sistem Solar Panel Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang terletak tepat di garis khatulistiwa, Indonesia dianugerahi intensitas radiasi sinar matahari…

17 hours ago

Membalas Google Review dengan Template Pesan? Apakah Boleh?

Membalas Google review adalah cara optimasi local SEO yang mudah, tetapi repetitif. Meski demikian, hal…

1 day ago