Salah satu metrik yang bisa kita lihat di Google Analytics adalah average engagement time. Metrik ini biasanya dilihat oleh SEO, terutama SEO content/on-page, terutama untuk melihat bagaimana performa dari konten yang telah dibuat.
Wah, jadi metrik average engagement time ini penting ya? Yuk kenalan!
Average engagement time di Google Analytics adalah rata-rata situs web menjadi fokus pada browser atau mobile app dari gawai pengguna.
Perhitungan average engagement time menggunakan rumus rata-rata biasa pada matematika. Contohnya, ketika user 1 memiliki average engagement time-nya adalah 5 menit, sementara user 2 average engagement time-nya adalah 7 menit, maka average engagement time-nya adalah 6 menit.
Average engagement time = (engagement time/total user).
Average engagement time penting karena merupakan metrik yang bisa menggambarkan seberapa bagus kualitas suatu halaman. Idealnya, semakin bagus kualitas halamannya, semakin lama average engagement time-nya dan sebaliknya.
Karena average engagement time ini bisa disortir dengan rentang waktu tertentu, perlu adanya kesepakatan yang jelas rentang tanggal yang dipakai untuk perhitungan average engagement time. Sebaiknya, rentang tanggalnya dibuat cukup lama seperti seminggu atau sebulan agar datanya lebih komprehensif.
Jadi, sebaiknya data average engagement time dilihat seminggu hingga sebulan sekali.
Terdapat bias yang bisa terjadi dari average engagement time. Contohnya, barangkali ada user yang ketiduran atau idle/AFK, sehingga membuat average engagement time-nya terlalu besar, padahal hanya pencilan data. Selain itu ada juga barangkali user yang ternyata hanya sebentar saja singgah karena ternyata salah klik.
Average engagement time tidak bisa melihat heat map atau di mana bagian halaman yang sering dilihat atau dibrowser oleh user. Perlu ada alat tambahan seperti Microsoft Clarity dan Hot Jar untuk mengecek heat map ini.
Setelah melihat data average engagement time, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:
1. Memperbaiki konten, terutama jika average engagement time-nya terlalu sebentar
2. Menghapus konten yang memang performanya tidak kunjung membaik (content pruning)
Data average engagement time masih bisa memberikan insight yang menarik, meski ada beberapa kelemahan seperti bias dan perlu ada rentang waktu yang disepakati. Makin lama waktu engagement time, seharusnya, semakin baik juga performa kontennya meski bisa jadi ada bias karena sifat atau ketidaksengajaan user.
Kalau kamu? Seberapa sering mengecek average engagement time?
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…