SEO

Backlink Pyramid – Skema Link Building yang Baik atau Buruk untuk SEO?

Bagi praktisi SEO, mungkin sudah tidak asing dengan backlink pyramid atau mengklasifikasi backlink berdasarkan suatu tier. Percaya atau tidak, bahkan ada materinya di suatu kelas SEO loh hehe (nama dirahasiakan).

Bagaimana sistem backlink pyramid ini dan apakah sebaiknya dipraktekkan untuk SEO?

Apa Itu Backlink Pyramid?

Backlink pyramid adalah strategi link building di mana kita membagi backlink berdasarkan 3 tier, yaitu tier 1, tier 2, tier 3 dengan tier 1 merupakan tier backlink terkuat dan tier 3 merupakan tier backlink terlemah.

Dalam skema ini, yang mengarah ke website hanyalah backlink tier 1.

Tier Backlink Pyramid

a. Tier 1

Backlink tier 1 biasanya adalah backlink dari blog berkualitas atau situs yang punya otoritas tinggi.

Backlink tier terkuat ini mendapatkan suntikan backlink dari tier 2.

Arah backlink tier 1 adalah target website-nya.

b. Tier 2

Backlink tier 2 adalah tengah-tengah, tidak sekuat backlink tier 1, namun tidak selemah tier 3.

Contoh backlink tier 2 adalah komentar/blogwalking dan backlink profile.

Arah backlink tier 2 adalah backlink tier 1.

c. Tier 3

Backlink tier 3 adalah backlink dengan kasta terlemah, biasanya merupakan hasil link farming, pembelian expired domain, PBN, dll. Tidak heran tier ini punya kuantitas terbanyak.

Arah backlink tier 3 adalah backlink tier 2.

Cara Kerja Backlink Pyramid

Kita bisa lihat, cara kerja backlink pyramid adalah membangun sebuah fondasi dan memberikan “kekuatan” kepada backlink tier 1.

Backlink tier 2 diperkuat dengan backlink tier 3, sehingga backlink tier 2 bisa memberikan kekuatan lebih banyak kepada backlink tier 1 dan diharapkan otoritas situs akan meningkat setelah mendapatkan backlink tier 1 dari skema backlink pyramid ini.

Apakah Backlink Pyramid Ini Bagus untuk SEO?

Menurut opini pribadi, pemilik blog ini, backlink pyramid kurang bagus untuk SEO karena melibatkan backlink tidak berkualitas dan seperti skema yang tidak natural.

Daripada capek-capek mengejar jumlah backlink tier 3 yang tidak berkualitas, lebih baik dapatkan backlink tier 1 dengan natural.

Toh, dalam mendapatkan backlink lebih penting kualitas daripada kuantitas.

Fokus Link Building dengan Cara Brand Building dan Authority Building

Daripada memakai skema backlink pyramid, lebih baik memakai link building dengan cara yang baik seperti brand dan authority building.

Ingat bahwa backlink itu vote atau rekomendasi, sehingga tidak sebaiknya dimanipulasi. Selalu pakai prinsip user first!

Happy optimizing!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si., M.I.Kom (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Apakah Konten Plagiat Buruk untuk SEO?

Konten menghubungkan merek dengan target audiensnya. Anda dapat menggunakannya untuk mengarahkan lalu lintas ke situs…

2 hours ago

Overpromise dalam Marketing: Pengertian, Dampak, dan Cara Menghindarinya

Pernah melihat iklan atau pesan marketing seperti "jaminan turun 5 kg", "minum ini bisa langsung…

12 hours ago

5 Reksadana Pasar Uang dengan Minimum Pembelian Terendah di Makmur

Memulai investasi tidak selalu membutuhkan modal besar. Saat ini, instrumen seperti reksadana pasar uang seperti yang…

1 day ago

Majas Simile: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Majas simile adalah salah satu jenis majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal berbeda berdasarkan…

2 days ago

HTTP 200 OK: Pengertian, Penyebab, Dampak SEO, dan Cara Mengatasinya

Dalam pengelolaan website, kode status HTTP menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui apakah halaman…

3 days ago

302 Redirect: Pengertian, Penyebab, Dampak SEO, dan Cara Mengatasinya

Dalam pengelolaan website, pengalihan URL menjadi salah satu aspek teknis SEO yang perlu diperhatikan. Salah…

3 days ago