Apakah kamu pernah mendengar tentang content repurposing? Misalnya, dari blog post-mu yang format utamanya adalah tulisan, diolah lagi oleh desainer grafis untuk membuat carousel atau infografis di media sosial.
Tanpa disadari, mungkin saja kita pernah melakukan content repurposing.
Yuk kita menyelam lebih dalam!
Content repurposing adalah sebuah proses di mana suatu konten yang sudah ada dibuat ulang lagi dengan format yang berbeda. Misalnya, artikel di-repurposing menjadi sebuah poster.
Bisa dikatakan, content repurposing adalah “mendaur ulang” konten.
Berikut beberapa contoh content repurposing:
Jadi, jangan heran kalau dalam content repurposing, akan banyak tek-tokan atau kerja sama antar kanal marketing. Contohnya, pada content repurposing untuk blog post menjadi carousel di Instagram, SEO akan bekerja sama dengan social media manager.
Karena content repurposing biasanya memakai konten yang sudah ada, maka manfaat content repurposing adalah menghemat waktu dan biaya untuk mendapatkan ide sampai publikasinya.
Mencari ide baru pastinya butuh waktu dan tenaga, serta biaya. Karena itu, content repurposing bisa digunakan untuk menghemat banyak hal bagi tim kreatif.
Kalau konten di format tertentu sangat works atau justru tidak works, coba saja untuk di-repurpose menjadi forma lain. Barangkali sama-sama berhasil, atau ternyata performanya kurang. Contohnya, ada text based lebih bagus daripada visual based dan sebaliknya.
Content repurposing juga bisa menguji apakah suatu ide konten sebaiknya dikemas dalam format atau bentuk apa.
Contohnya, kita bisa cek apakah dalam bentuk Thread atau Video YouTube, mana performa yang lebih baik? Performanya bisa memakai parameter seperti view atau konversi.
Beda platform, beda juga audiensnya. Content repurposing bisa digunakan untuk menjangkau audiens lebih luas. Jadi, jangan hanya memakai satu kanal saja.
Pertama, cek dulu apa konten yang dipakai serta justifikasinya. Apakah suatu konten punya performa baik, buruk, atau netral/rata-rata?
Konten yang bagus bisa di-repurpose untuk menguji apakah bisa bagus di bentuk lain atau konten yang jelek justru bisa punya performa yang lebih baik dengan format lainnya.
Jadi, cek dan pilih dulu konten apa yang mau dipakai. Tidak semua bisa dipakai karena ada keterbatasan sumber daya manusia, waktu, tenaga, dan uang.
Setelah itu, tentukan format apa yang mau dipakai untuk konten yang mau di-repurpose. Apakah dalam bentuk video? gambar? teks?
Coba cek mana yang kira-kira paling cocok formatnya.
Meski lebih hemat, content repurposing tetap memakan waktu, tenaga, dan uang. Jadi, cek juga ketersediaan sumber daya yang ada.
Percuma juga sudah pas mau repurpose bikin video, tapi ternyata tidak ada videografer.
Tidak berhenti sampai publikasi. Pantau performa konten yang sudah di-repurpose.
Dari performanya, kita bisa menentukan langkah content repurposing selanjutnya.
Waktu yang tepat adalah ketika telah banyak konten yang dipublikasikan dan mengetes mana bentuk konten yang performanya paling bagus/jelek.
Sebagai content marketer atau orang marketing, content repurposing adalah cara praktis untuk memanfaatkan dan mendaur ulang ide-ide konten yang sudah ada dan direalisasikan.
Jadi, sangat disayangkan kalau kita tidak melakukan content repurposing, apalagi kalau konten kita sudah banyak atau belum tahu format konten apa yang baik dan buruk untuk kanal kita.
Semangat bikin konten 🙂
Referensi:
https://www.optimizely.com/optimization-glossary/content-repurposing/
https://www.semrush.com/blog/repurposing-content/
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…