Di tahun 2025 ini, ramai pembicaraan tentang crocodile mouth effect atau great decoupling dalam dunia SEO.
Wah, mulut buaya? Maksudnya gimana tuh? Bukan mulut buaya darat yang suka gombal ya! Ini penjelasan lengkapnya!
Crocodile motuh effect dalam SEO adalah gambaran grafik dalam Google Search Console di mana terjadi kenaikan impresi dan posisi rata-rata stabil. Namun, terjadi penurunan pada klik atau CTR (click through rate).
Ahrefs menyebutnya sebagai great decoupling dan menuju era zero click.
Penyebab crocodile mouth effect atau efek mulut buaya adalah konten kita dijadikan sebagai bahan informasi di Google AI overview, sehingga, user bisa melihat situs kita, tetapi tidak perlu mengklik untuk mengunjungi situs untuk mengetahui informasinya secara lengkap. Jadi wajar kalau impresi naik, tetapi klik dan CTR malah menurun.
Kalau mau menuduh agak kasar, penyebab paling besarnya jelas adalah kemunculan Google AI overview.
Bagaimana dengan kemunculan AI mode nanti di Indonesia? Akan ada update nanti!
Berikut cara menemukan crocodile mouth effect dalam SEO:
1. Buka Google Search Console
2. Centang semua parameter di performa, yaitu klik, impresi, CTR, dan posisi rata-rata
3. Agar bisa lebih terlihat, atur periodenya dalam 3 bulan hingga lebih dari setahun
4. Di bagian di mana impresi naik, tetapi klik dan CTR menurun serta posisi stabil, itu adalah crocodile mouth effect
Menurut pemilik blog ini, solusi yang bisa diterapkan untuk menangani efek ini adalah:
Money page seperti product page, lead magnet, sales page adalah laman yang wajib dikunjungi oleh user jika ingin membeli sesuatu atau melakukan aktivitas yang mana tidak harus lihat AI overview.
Jadi, tipe halaman seperti itu harus diperbanyak. Jangan hanya meningkatkan content velocity di blog post saja.
Karena potensi klik menurun, maka kita juga tetap harus maksimalkan title tag. Buat title tag yang menarik agar orang mau klik, tetapi jangan terlalu clickbait. Meta description juga bisa dimaksimalkan untuk menjaring klik!
Terakhir, coba maksimalkan tampilan di SERP lewat schema markup untuk meningkatkan peluang untuk diklik, jadi tidak hanya di title tag saja optimasinya.
Coba optimasi situs untuk bisa muncul di Google Discover karena peluang diklik dan traffic cukup besar kalau muncul di sana meski kurang reliable, terutama untuk situs non berita.
Mau tidak mau, suka tidak suka, karena adanya Google AI overview, maka peluang untuk mendapat impresi memang meningkat, tetapi peluang mendapat klik justru menurun karena user bisa mendapatkan informasi instan, sehingga tidak perlu mengklik situs.
Crocodile effect dalam SEO adalah sebuah kepastian dan keniscayaan menurut pemilik blog ini. Tinggal bagaimana cara meresponnya saja.
Bagaimana tanggapanmu soal efek mulut buaya ini?
SEO adalah kanal yang bermanfaat untuk jangka panjang, terutama jika bisnismu butuh kanal digital marketing…
Gunung Ungaran yang terletak di Semarang menjadi salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Tengah,…
Pemilik blog ini yakin, frustasi akan traffic yang tergerus karena hadirnya AI overview dan LLM…
Salah satu KPI atau target dari SEO adalah traffic website atau pengunjung, terutama dari organic…
SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai…
Salatiga dan sekitarnya, seperti kawasan Kopeng, lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, hingga area Danau Rawa…