Ads

Leads Bertanya tentang Lowongan Kerja dari Ads? Apakah Wajar?

Saat sedang menganalisa performa meta ads atau Google ads, terkadang bisa saja ada yang menanyakan lowongan kerja.

Pengalaman dari pemilik blog ini, terkadang hal seperti ini terjadi di meta ads. Apakah hal ini wajar? Bagaimana cara mengurangi hal seperti ini?

Apakah Wajar Ada Leads yang Bertanya Lowongan Kerja dari Ads?

Jawabannya wajar saja, terutama jika targetting dari audiens kita menyasar minat atau jabatan di industri tertentu.

Contohnya, kalau targetting di industri kesehatan, bisa saja akan ada yang masuk untuk menanyakan loker perawat atau dokter.

Sayangnya, hal ini tidak wajar jika jumlahnya terlalu banyak.

Penyebab Leads yang Bertanya Lowongan Kerja dari Ads

Hal ini tentu dipengaruhi dari tingkat pengangguran suatu negara serta demand pekerjaan dari suatu industri. Jadi, semakin tinggi tingkat pengangguran, ditambah dengan semakin besar demand pekerjaan dari suatu industri, semakin besar juga peluang pertanyaan loker dari ads. Sayangnya hal ini tentu di luar kontrol kita. Yang bisa kontrol hanyalah targetting.

Efek Leads yang Bertanya Lowongan Kerja dari Ads

Jika ada leads yang bertanya loker saja, maka peluang closing tentunya rendah, bahkan bisa dikategorikan sebagai spam leads (bukan cold leads). Jadi, akan perlu sedikit pembersihan data serta perhitungan performa yang lebih teliti.

Dengan leads seperti tersebut, CPR bisa terlihat murah, padahal CPA-nya ternyata lebih mahal karena gangguan dari leads spam tersebut.

Bagaimana Cara Mengurangi Jumlah Leads yang Bertanya Lowongan Kerja dari Ads?

Hal ini tentu bisa dikurangi dengan A/B testing seperti membuat lebih dari dua kampanye. Ads yang terdapat tipe spam leads seperti itu di-take out, sementara yang jarang ada spam leads terus dijalankan.

Tidak Perlu Panik jika Ada Pertanyaan Lowongan Kerja dari Ads

Ketika ada pertanyaan loker dari ads, baik itu Meta atau Google ads, tidak perlu panik. Harusnya, hanya sedikit saja inquiry seperti itu.

Kalau ternyata banyak tipe leads dari ads yang seperti itu, segera lakukan A/B testing atau membuat kampanye baru.

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Salah Kaprah Penerapan E-E-A-T, Tidak Sesimple Ataupun Serumit Itu!

November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…

4 hours ago

CPL (Cost per Leads) – Biaya untuk Mendapatkan 1 Prospek

Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…

6 days ago

CAC (Customer Acquisition Cost) – Biaya yang Diperlukan untuk Mendapat 1 Pelanggan

Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…

6 days ago

7 Perbedaan SEO dan GEO – Tidak hanya Beda di S dan G

Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…

1 week ago

Studi Kasus GEO Indonesia dengan Local Query – Studi pada Prompt “Rekomendasi Nasi Goreng Terdekat” pada Gemini

Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…

2 weeks ago

Studi Kasus GEO Indonesia – Studi pada Prompt “Rekomendasi Blog untuk Belajar SEO yang Memakai Bahasa Indonesia

Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…

2 weeks ago