SEO

ROI (Return on Investment) dari SEO – Bagaimana Cara Menghitungnya?

SEO adalah salah satu kanal digital marketing yang butuh uang/budget. Tentunya, dari budget yang dikeluarkan, ada ekspektasi berapa return-nya. Sayangnya, ROI atau return on investment dari SEO itu tidak bisa diukur sesimpel mengukur ROAS dari meta ads/google ads.

Oke, to the point. Lalu, bagaimana cara mengukur ROI dari SEO? Kira-kira sebaiknya berapa periode yang harus diukur dari “investasi” ke SEO?

Cara Menghitung ROI (Return on Investment) dari SEO

a. Hitung Komponen Budget SEO secara Keseluruhan

Komponen budget SEO itu meliputi:

  1. SDM (konsultan, tim SEO, dll.)
  2. Website, domain, dan hosting
  3. Off-page SEO seperti media rilis dan guest posting/content placement
  4. Artikel blog post

Misalnya:

a. SDM 1 tim SEO berisi 1 lead dan 2 orang SEO: 22 juta per bulan -> 132 juta per tahun

b. Website, domain, dan hosting: 1 juta per tahun

c. Off-page SEO: 10 juta per bulan -> 100 juta per tahun

d. Artikel blog post: umumnya 50-100 artikel per bulan, asumsi harga artikel 150.000 per artikel. Maka 7.500.000-15.000.000 rupiah per bulan -> 90 juta -180 juta rupiah per tahun

Spending per tahun: 323-413 juta dalam setahun.

Umumnya, budget SEO akan dipakai untuk konten dan off-page SEO, budget SDM tidak dihitung.

b. Tentukan ROI mau Dihitung dalam Periode Berapa Bulan atau Tahun

Tentukan periode mau dihitung dalam berapa bulan atau tahun perhitungan ROI-nya. Pemilik blog ini menyarankan 1-2 tahun untuk website baru, terutama pada industri dengan persaingan yang sangat ketat agar 3-6 bulan pertama bisa fokus ke technical dulu.

c. Catat Pemasukan dari Atribusi Kanal SEO

Catat semua closing dan pemasukan yang masuk dari atribusi kanal SEO secara berkala untuk dihitung sesuai dengan periode yang disepakati.

Contoh, dalam setahun, pemasukan dari kanal SEO adalah 660 juta. Maka dengan menggunakan spending pada poin a., maka ROI dari SEO-nya adalah 5.

Contoh Perhitungan ROI (Return on Investment dari SEO)

a. Pengeluaran/Investasi

a. SDM 1 tim SEO berisi 1 lead dan 4 orang SEO: 40 juta per bulan -> 480 juta per tahun

b. Off-page SEO: 15 juta per bulan -> 180 juta per tahun

c. Artikel blog post 100 per bulan, asumsi harga artikel 150.000 rupiah per artikel -> 180 juta per tahun

Total pengeluaran/investasi: 841,5 juta per tahun

Disclaimer: website dianggap budget tim IT, bukan tim SEO.

b. Pemasukan

Selama 3 tahun investasi di SEO, pemasukan dari kanal SEO adalah 10 milyar rupiah.

c. Perhitungan ROI

ROI adalah pemasukan per pengeluaran. Jika nilainya di atas 1, maka pemasukan lebih dari pengeluaran.

Dengan pemasukan 10 milyar rupiah selama 3 tahun dan pengeluaran 2,5245 milyar, maka ROI-nya adalah 3,96.

Mengapa Perhitungan ROI di SEO Cukup Berbeda dengan Digital Ads?

Digital ads memiliki perhitungan SEO dan metrik lainnya secara lebih mudah karena bisa ketahuan spend berapa maka return berapa dalam waktu cepat. Sementara itu, SEO butuh waktu. Investasi SEO dalam waktu 3-6 bulan saja belum tentu kelihatan hasilnya karena berbagai faktor, sehingga bisa saja ROI-nya 0 atau selalu di bawah 1, tetapi akan tumbuh eksponensial dalam jangka panjang.

Kemudian, jangan samakan juga cara perhitungan spending SEO dengan ads. Membeli content placement, tentu kita tidak berharap adanya return dari situ. Kalau ada, ya bonus saja.

Jadi, jangan pakai sembarangan metrik ads seperti CPL, CPA, dll. untuk SEO ya. Nanti akan banyak salah interpretasi 🙂

Bagaimana jika ROI dari SEO Tidak Kunjung lebih dari 1 setelah Bertahun-Tahun?

Kamu bisa melakukan audit SEO atau evaluasi tim secara keseluruhan. Pantau seluruh backlog pekerjaan, apakah ada optimasi yang kira-kira kurang tepat dilakukan, atau pernahkah ada kesalahan SEO sebelumnya yang tidak sengaja diperbuat.

Selain itu, cek juga bagaimana kondisi pasar, apakah ada tren turun/naik pada demand/permintaan tertentu. Namanya bisnis jelas naik turun.

Jangan lupa analisa dan cek kompetitor juga. Bukan kamu saja yang memakai kanal SEO.

Jadi, Siap Berinvestasi di SEO?

SEO adalah kanal jangka panjang yang sustainable untuk brand. Jadi, perhitungan ROI-nya tidak bijak jika dilakukan secara terburu-buru.

Kalau kamu, mulai hitung ROI dari SEO setelah berapa bulan/tahun berinvestasi di SEO?

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si. (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Berapa Jumlah Maksimal Website yang Ditangani Praktisi SEO? Berikut Insight dari Praktisi!

SEO umumnya tidak hanya menangani satu website saja, terutama praktisi yang bekerja di agensi, sebagai…

14 hours ago

Sewa Tenda Camping di Salatiga: Panduan Liburan Outdoor dan Estimasi Biayanya

Salatiga dan sekitarnya, seperti kawasan Kopeng, lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, hingga area Danau Rawa…

2 days ago

10 Ide Merchandise Perusahaan Eksklusif yang Bikin Klien dan Karyawan Terkesan

Mengapa Apresiasi Fisik Sangat Penting di Era Digital? Umumnya, banyak pemimpin bisnis sering melupakan fakta…

3 days ago

Rayap dan Semut Sering Dikira Sama, Ini Perbedaannya

Rayap dan semut sering terlihat mirip sekilas, terutama karena ukurannya kecil dan hidup berkelompok. Tidak…

3 days ago

AI Assistant Traffic – Traffic dari AI Search/LLM!

Dahulu, traffic dari LLM/AI search termasuk dalam referral traffic. Sekarang, GA 4 telah membuat channel…

5 days ago

How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority in 2026: A Guide for Modern Brands

How AI Search Changes Keyword Targeting and Authority for Boardinfinity Audiences Introduction Search has entered…

1 week ago