Salah satu jenjang karir yang mungkin bagi SEO content writer adalah menjadi SEO specialist itu sendiri. Namun, yang pasti ada tantangannya ketika SEO content writer menjadi SEO specialist.
Apa saja tantangan tersebut? Apa ada tips untuk menghadapinya?
Umumnya, tantangan bagi SEO content writer yang berubah menjadi SEO specialist adalah:
Bagian ini sih kayaknya tidak perlu diragukan lagi. Salah satu tantangan yang bikin merinding itu belajar technical SEO. SEO content writer yang biasanya berkutat dengan komunikasi massa, justru harus belajar IT, terutama di bagian web development.
Tidak harus jadi coder kok. Yang terpenting tahu bagaimana situsmu bisa muncul di mesin pencari.
Karena terbiasa menulis, kali ini kerjaannya cukup ekstrovert. Memulai link building! Mungkin bisa pakai cara seperti membeli backlink di marketplace. Tapi, ada juga cara lain seperti menghubungi pemilik website lain, baik itu lewat e-mail atau media lainnya.
Buat yang awalnya nulis di kesendirian, sekarang dipaksa untuk berhubungan dengan orang lain, bahkan bernegosiasi. Kalau beli, kamu juga harus belajar mengatur budget dan justifikasi pemakaiannya 🙂
SEO itu penuh bahasa teknis. Kalau kamu pakai bahasa macam backlink, keyword stuffing, dsb. pastinya orang lain tidak akan mengerti, apalagi atasan yang levelnya direksi.
Memakai bahasa yang atasan/orang lain pahami jadi tantangan tersendiri bagi SEO. Namun karena terbiasa menulis, harusnya tantangan ini tinggal masalah di lisan saja.
Komunikasi efektif hanya akan terjadi jika sumber dan penerima pesan sama-sama paham (model SMCR).
Baru pertama, kayaknya bingung day to day kerjaan mau apa ya sebagai SEO. Apakah posting blog post dulu? Optimasi landing page dulu? Analisa kompetitor dulu? Cek laporan indexing? Wah pusing!
Biasanya nulis, kali ini disuruh tek-tokan sama departemen lain. Umumnya, kerja sama dengan:
1. Branding: terkait tata cara penyampaian informasi di website
2. IT: untuk urusan web development atau perbaikan error, serta pembuatan page baru jika diperlukan
3. Direksi: strategis, urusan bisnis, KPI, dll.
4. Finance: pemakaian budget, serta pelaporannya seperti invoicing, tanda tangan, dsb.
5. Operasional: seputar layanan/produk yang ada promo atau baru/dinonaktifkan
6. Customer service: mencocokkan informasi di website dan pelanggan. Sumber informasi juga
SEO content writer punya day to day yang beda dengan SEO specialist. Saranku, coba cari kursus SEO, terutama technical SEO. Ada beberapa kursus yang bagus, contohnya kursus yang disediakan DailySEO ID yang cukup lengkap dari technical, fundamental, hingga tata cara komunikasi SEO di perusahaan.
Mentor yang berpengalaman bisa memberi tahumu tips dari pengalaman mereka, tidak sekedar dari buku atau tulisan di internet saja. Setiap orang punya pengalaman dan insight berbeda. Karena itu, kamu bisa cari mentor jika baru pertama jadi SEO specialist.
Awalnya menulis, kali ini kamu naik ke peran sebagai editor. Biasakan diri untuk membaca detail tulisan penulismu agar sesuai dengan kaidah branding dan outline/brief yang dibuat.
Mulai belajar berpikir strategis karena akan ada budget yang dipercayakan ke dirimu. Budget ini umumnya akan tersebar ke:
1. Konten
2. Off page/backlink/rilis/advertorial
3. Technical, terutama jika ada masalah
Budget perusahaan itu terbatas, jadi kamu harus berpikir strategis tentang penggunaan budget yang matang. Selain budget, bagaimana strategi optimasimu agar website-nya punya visibilitas tinggi sampai jadi sumber revenue perusahaan juga diuji.
Strategis di sini juga termasuk mengukur keberhasilan. Tidak semua data perlu di-track, tetapi ada juga data yang harus di-track.
Berbeda dengan SEO content writer yang mungkin report-nya hanya artikel yang dipublikasi. SEO specialist isi report-nya lebih dari itu, bahkan sampai leads/closing dari website.
Belajar buat report yang clear dan menjelaskan peran SEO bagi bisnis.
Karena SEO adalah kerjaan yang banyak kolaborasinya, termasuk dengan departemen lain. Pelajari politik kantor, karakteristik masing-masin pemimpin departemen.
Ada kalanya meminta langsung ke web dev tanpa lewat head IT akan dianggap lancang dan tidak sopan karena “melanggar” hierarki/rantai komando. Jadi, jangan sembarangan request.
Cek bagaimana tata cara request atau kerja di kantormu. Setiap kantor berbeda. Paling mudah, tanya atasanmu dulu, terutama jika kamu baru di kantor.
Memulai tanggung jawab baru pasti ada rasa semangat dan juga tidak nyaman. Tentu saja, excited karena peran baru, tetapi tidak nyaman karena takut, bisa karena takut salah, dsb. Tidak masalah, rasa tidak nyaman adalah tanda bahwa ada perkembangan.
Kalau kamu bingung dan mau konsultasi atau mentoring dengan pemilik blog ini karena baru jadi SEO specialist. Pemilik blog ini membuka diri untuk hal tersebut (konsultasi dan mentoring). Mau konsultasi/mentoring seputar pekerjaan SEO, terutama masih baru? Yuk klik tautan ini!
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…