7 Kekurangan SEM (Search Engine Marketing) – Masih Worth It untuk Diinvestasikan?
Sama-sama menggunakan mesin pencari, pastinya selain ada kelemahan SEO, ada juga kelemahan dari SEM (search engine marketing). Di blog post ini, secara khusus akan dibahas kekurangan dari SEM.
Apa saja? Lalu, apakah masih worth it untuk memakai SEM?
1. Cost per Click bisa Mahal
Semakin tinggi kompetisi, semakin mahal juga cost per click-nya. Jadi, SEM rawan menguras budget.
2. Ketergantungan dengan Budget
Tidak ada budget, SEM tidak bisa jalan. Budget terlalu kecil, hasil kurang maksimal. Budget besar tanpa perhitungan matang, bisa boncos.
3. Tidak Ada Jaminan Konversi
Yang klik banyak? Jangan senang dulu. Belum tentu menjadi konversi atau closing. CTR (click through rate) tinggi, tapi cost per conversion mahal atau konversinya sedikit, justru makin sulit untuk dianalisa, berarti ada masalah di landing page-nya.
Terjadi konversi seperti klik? Benar-benar closing? Harus ditanya ke sales.
4. Klik Palsu
Tidak semua yang klik iklan SEM itu mau beneran beli. Ada juga potensi klik palsu atau invalid traffic dari Google Adsense. Makin banyak klik palsu atau fraud click, semakin rugi kita sebagai advertiser.
5. Cara Riset Kata Kunci yang Berbeda dengan SEO
Riset kata kunci juga perlu dilakukan di SEM, tetapi caranya cukup berbeda dengan SEO. Misalnya, selain menentukan keyword mana yang mau diiklankan, kita juga harus menentukan keyword mana di mana iklan kita tidak muncul (negative keyword) untuk mengurangi potensi pengeluaran yang tidak perlu.
SEO dan SEM memang sama-sama memakai mesin pencari, tapi strateginya berbeda.
6. Headline Memiliki Batas Karakter
Di SEO, title tag itu bebas saja mau berapa karakter meski ada saran agar semua judul terlihat. Namun, di SEM, headline dibatasi karakternya, sehingga kita harus membuat copies yang jelas, singkat, padat. Jangan lupa lihat optimization score-nya!
7. Bersaing juga dengan Website yang Dioptimasi dengan SEO
Sainganmu tidak hanya dengan sesama pengiklan, tetapi juga website yang telah dioptimasi secara SEO. Mereka bahkan tidak perlu bayar untuk tampil di atas, karena itu, jangan lupa untuk optimasi kanal SEO juga.
Kita belum bicara AI overview dan featured snippet 🙂
Apakah SEM atau Google Ads Masih Bagus untuk Diinvestasikan?
Jawabannya iya, tapi tergantung bisnismu. Kalau masih baru, disarankan untuk menggunakan SEM terlebih dahulu untuk megnetahui apakah ada target pasarmu atau tidak di mesin pencari. Selain itu, SEM juga jadi cara cepat untuk mendapatkan revenue jika optimasi SEO masih baru saja berjalan atau bersaing secara organik masih sulit.
Jangan Lupa Pakai SEM jika Dibutuhkan!
SEM dan SEO sebaiknya jalan berbarengan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Meski ada kekurangan SEM, kanal ini masih layak untuk diinvestasikan, terutama jika kamu ingin mengecek apakah ada target pasarmu di mesin pencari atau masih sulit untuk bersaing secara organik (SEO).
Jangan lupa untuk pertimbangkan budget jika berinvestasi di SEM agar optimasinya maksimal!