Mesin pencari seperti Google punya fitur khusus loh seperti Google Scholar. Google Scholar ini sangat membantu bagi akademisi/mahasiswa dan praktisi SEO/penulis/editor di niche YMYL yang perlu referensi jurnal seperti kesehatan.
Kalau kamu masih bingung dalam menggunakan Google Scholar, berikut caranya agar pencarian yang kamu lakukan akan efektif.
Catatan: Google Scholar disebut Google Cendikia dalam Bahasa Indonesia
Pertama, buka scholar.google.com.
Caranya kamu bisa ketik Googel Scholar di Google penelusuran atau langsung ketik scholar.google.com di browser.
Ketik kata kunci pada penelusuran Google Scholar.
Jika SERP-nya belum memuaskan, cobalah untuk menggunakan berbagai kata kunci atau kueri untuk mendapatkan hasil yang kamu cari atau gunakan Google search operator.
Contohnya, jika penelitian yang ditampilkan pada Google Scholar kebanyakan masih pada tikus, coba untuk mengetik kata kunci lebih spesifik seperti “pasien diabetes”.
Kamu juga bisa memakai kueri dengan bahasa Inggris untuk mendapatkan jawaban berupa penelitian di luar negeri.
Terdapat berbagai fitur pada SERP agar pencarian kita bisa lebih terpersonalisasi, yaitu:
Contohnya, kalau referensi tulisanmu wajib wajib 4 tahun ke belakang atau lebih muda, maka bisa pakai filter 4 tahun sebelumnya, namun tetap urutkan berdasarkan relevansi.
Terdapat juga fitur penelusuran lanjutan (advanced search) agar kamu bisa mencari hal yang lebih spesifik seperti gambar di atas.
Setelah memakai kata kunci serta menggunakan fitur pada SERP Google Scholar, klik tautan website yang kira-kira merupakan jawaban dari kueri yang kamu ketik.
Jika jawabannya belum didapatkan, kamu bisa mengulang dari langkah 1 atau 3 sampai ketemu jurnal ilmiah yang memuaskan.
Waktu yang tepat untuk memakai Google Scholar adalah ketika penelusuran yang ingin kita lakukan adalah jurnal ilmiah atau buku yang membahas secara khusus untuk penelitian.
Untuk mencari hal itu, menurut pemilik blog ini, Google penelusuran biasa tidaklah cukup.
Kalau kamu adalah mahasiswa atau peneliti, jadikan Google Scholar sebagai teman terbaikmu 🙂
Google penelusuran biasa bisa menampilkan berbagai variasi seperti featured snippet, AI overview, video, dll. Tidak hanya website saja.
Namun, Google Scholar (sejauh pengalaman pemilik blog ini) hanya menampilkan website saja dalam SERP-nya
Fokus jawaban di hasil pencarian oleh Google Scholar juga kebanyakan merupakan website jurnal/universitas (repository) dan buku ilmu pengetahuan. Bukan jenis website seperti blog.
Itu dia cara menggunakan Google Scholar. Cukup simpel bukan?
Jika kamu mencari hal berbau iptek dan penelitian, lebih baik gunakan Google Scholar daripada Google penelusuran biasa.
Seberapa sering kamu menggunakan Google Scholar? 🙂
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…
Alhamdulillah, saya menjadi pemenang Pintu Blog competition. Artikelnya ada pada tautan ini. Semoga bisa jadi…
Terdapat berbagai jenis backlink, tidak sekedar tautan yang mengarah ke situs kita saja dalam bentuk…