Biaya Mudik Lebaran Makin Mahal? Ini Cara Mengaturnya dengan KTA
Tahukah kamu kalau pengajuan KTA online bisa menjadi salah satu langkah antisipatif ketika biaya mudik Lebaran terasa semakin berat dari tahun ke tahun?
Bukan rahasia lagi kalau menjelang hari raya, harga tiket pesawat, kereta, hingga bus sering melonjak tajam dan cepat habis. Belum lagi kebutuhan lain seperti oleh-oleh, THR keluarga, hingga pengeluaran tak terduga selama di kampung halaman.
Kondisi ini membuat banyak orang dilema, jadi mudik atau tidak Padahal, mudik adalah momen silaturahmi yang dinantikan sepanjang tahun.
Ada beberapa solusi keuangan jangka pendek yang bisa dipertimbangkan secara bijak agar kebutuhan mudik tetap terpenuhi tanpa menimbulkan beban berlebih setelah Lebaran. Yuk simak!
Apa Saja Kebutuhan Mudik yang Perlu Disiapkan?
Sebelum menyusun strategi keuangan, penting untuk memahami komponen biaya mudik secara menyeluruh. Biasanya, kebutuhan mudik meliputi:
- Tiket transportasi pulang-pergi (pesawat, kereta, bus, atau bensin dan tol jika menggunakan kendaraan pribadi),
- Akomodasi tambahan jika transit atau menginap,
- Konsumsi selama perjalanan,
- Oleh-oleh untuk keluarga,
- THR untuk orang tua, saudara, atau keponakan,
- Biaya tak terduga seperti kesehatan atau perbaikan kendaraan.
Sering kali, yang membuat pengeluaran membengkak bukan hanya tiket, tetapi akumulasi dari berbagai kebutuhan tersebut. Karena itu, perencanaan detail menjadi kunci agar anggaran tetap terkendali.
Cara Mengatur Biaya Mudik Lebaran Lebih Bijak
Nah, supaya kamu tidak kesusahan saat mudik nanti, yuk intip cara mengatur biaya mudik supaya lebih bijak!
1. Susun Anggaran Mudik Secara Menyeluruh
Langkah pertama adalah membuat daftar lengkap semua kebutuhan mudik, lalu estimasikan biayanya. Jangan hanya fokus pada tiket transportasi, tetapi juga masukkan komponen lain seperti oleh-oleh dan THR.
Setelah total kebutuhan terlihat jelas, bandingkan dengan dana yang sudah tersedia. Jika terdapat selisih, kamu bisa mulai mencari strategi untuk menutup kekurangan tersebut.
Usahakan strateginya tanpa harus mengganggu pos keuangan rutin seperti cicilan rumah atau kebutuhan bulanan ya.
Menyusun anggaran secara menyeluruh membantu menghindari pengeluaran impulsif dan meminimalkan risiko defisit setelah Lebaran.
2. Prioritaskan Kebutuhan Utama Selama Mudik
Tidak semua pengeluaran bersifat wajib. Pisahkan kebutuhan menjadi dua kategori yaitu prioritas dan tambahan.
Kebutuhan prioritas meliputi tiket, transportasi lokal, dan kebutuhan dasar selama perjalanan. Sementara itu, belanja berlebihan atau oleh-oleh dalam jumlah besar bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Kalau kondisi keuangan kamu cukup baik, beli saja oleh-oleh dan siapkan THR untuk beberapa orang di kampung halaman. Tapi kalau kurang oke, coba cari opsi lainnya ya.
Dengan menetapkan prioritas, kamu tetap bisa menikmati momen mudik tanpa tekanan finansial berlebih.
3. Atur Waktu dan Moda Transportasi dengan Fleksibel
Jika memungkinkan, pilih tanggal keberangkatan di luar puncak arus mudik. Perbedaan satu atau dua hari saja bisa memberikan selisih harga yang cukup signifikan.
Selain itu, pertimbangkan alternatif moda transportasi. Misalnya, kombinasi kereta dan travel lokal bisa lebih hemat dibanding penerbangan langsung di musim puncak.
Fleksibilitas ini membantu menekan biaya tanpa mengurangi tujuan utama, yaitu berkumpul bersama keluarga.
4. Siapkan Dana Cadangan untuk Kondisi Tak Terduga
Perjalanan jauh selalu memiliki potensi risiko, mulai dari keterlambatan hingga kebutuhan medis mendadak. Menyisihkan dana cadangan sekitar 10–20% dari total anggaran dapat membantu mengantisipasi situasi tak terduga.
Dana cadangan ini penting agar kamu tidak perlu berutang secara impulsif ketika menghadapi keadaan darurat selama mudik.
Selain itu, dana ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tambahan. Misalnya saja perubahan jadwal perjalanan, biaya bagasi ekstra, kendaraan mogok di tengah jalan, atau harga kebutuhan pokok yang lebih tinggi di daerah tujuan.
Dengan adanya cadangan dana, kamu dapat tetap tenang menghadapi berbagai kemungkinan tanpa mengganggu pos keuangan utama. Khususnya setelah kembali dari kampung halaman.
5. Manfaatkan Solusi Keuangan Jangka Pendek Secara Terencana
Jika setelah dihitung masih terdapat kekurangan dana, solusi keuangan jangka pendek bisa menjadi opsi. Dengan catatan, digunakan secara terencana ya!
Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA). Berbeda dengan utang konsumtif tanpa perencanaan, KTA memungkinkan kamu mendapatkan dana tunai dengan cicilan tetap yang terjadwal.
Dengan perhitungan matang, cicilan bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial setelah Lebaran.
Yang terpenting, gunakan dana tersebut hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan sudah masuk dalam perencanaan anggaran.
Mau Pengajuan KTA Online untuk Mudik Lebaran? DBS KTA Saja!
Kenaikan biaya mudik Lebaran memang menantang setiap tahunnya. Namun, dengan perencanaan keuangan yang matang dan keputusan yang bijak, kebutuhan pulang kampung tetap bisa terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas finansial.
Solusi keuangan sebaiknya digunakan untuk menjaga kelancaran kebutuhan mudik, bukan untuk konsumsi berlebihan yang justru membebani kondisi pasca-Lebaran.
DBS KTA bisa menjadi solusi pendanaan yang cocok untuk membantu mengatur biaya mudik Lebaran secara lebih terencana.
Dengan pinjaman hingga Rp300 juta, kamu jadi bisa beli tiket yang melonjak, menanggung biaya perjalanan keluarga, maupun pengeluaran tambahan saat Lebaran.
Ditambah bunga mulai dari 0,88% flat per bulan dan cicilan hingga 36 bulan, pembayaran bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan agar tetap stabil pasca-Lebaran.
Proses pengajuannya juga mudah karena dilakukan secara online melalui form pendaftaran. Setelah data diisi, dalam 3–5 hari kerja kamu akan menerima notifikasi jika pinjaman disetujui dan dicairkan. Bahkan tersedia kesempatan mendapatkan e-Voucher hingga Rp1 juta buat kamu.
Mudik Lebaran aman bisa kamu dapatkan dengan mengisi webform KTA untuk pengajuan KTA online. Supaya mudik Lebaran kamu jadi lebih tenang dan nyaman.