Perbedaan Tema dan Subtema – Besar dan Kecil
Selain perbedaan tema dan judul, terdapat juga perbedaan tema dan subtema. Apakah mirip perbedaan judul dan subjudul? Jika dianalogikan, sebenarnya mirip.
Jadi, apa perbedaan tema dan subtema?
1. Sifat
Tema bersifat lebih universal dan bigger picture, sementara subtema adalah gambaran kecil dari tema.
2. Fungsi
Tema berfungsi sebagai landasan utama dan dasar, serta pembatas. Subtema berfungsi sebagai pecahan dari tema.
3. Hierarki
Tema jelas di atas subtema. Tema juga bisa memiliki banyak subtema.
Contoh Tema dan Subtema pada Berbagai Topik
a. Tema dan Subtema pada Hewan
Tema: mamalia
Subtema: sapi, singa, harimau, kambing
b. Tema dan Subtema pada Ekonomi
Tema: makroekonomi
Subtema: inflasi, deflasi, government spending, neraca dagang
c. Tema dan Subtema pada Komunikasi
Tema: komunikasi verbal
Subtema: tone of voice, kecepatan berbicara
d. Tema dan Subtema pada Sains
Tema: fisika klasik
Subtema: gaya gesek, torsi
e. Tema dan Subtema pada Olahraga
Tema: sepak bola
Subtema: gawang, wasit
Manfaat Memahami Tema dan Subtema
Dengan memahami tema dan subtema, kamu bisa mem-break down ide menjadi berbagai kerangka atau cabang. Hal ini penting dalam pembuatan cerita atau bahkan pemasaran.
Contohnya, dalam SEO, tema biasanya menjadi pembatas dalam pembentukan topical authority. Contohnya, temanya adalah penyakit, subtemanya adalah diabetes. Jadi, pembahasan di blog post tidak boleh keluar dari dua hal itu.
Pada penelitian, tema dan subtema juga membantu dalam membuat paper, seperti mencari paper rujukan serta limitasi dari penelitian.
Tema dan Subtema itu Berbeda
Jadi, tema dan subtema jelas berbeda. Tema lebih besar dan umum, subtema lebih kecil dan spesifik. Tema bisa terdiri dari subtema.
Contoh di blog ini, tema digital marketing, subtemanya SEO dan ads.
Kalau kamu, pernah pakai konsep tema dan subtema kah dalam pekerjaan?