Apakah kamu pernah scrolling sebuah situs sampai bagian paling bawah? Bagian paling bawah pada situs/website disebut sebagai footer. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi bagian itu. Jadi, tidak hanya navigation bar saja yang bisa kita isi.
Yuk kenalan dengan footer pada website!
Footer pada website adalah bagian paling bawah dari suatu website atau halamannya. Namun, bagian ini terkadang sulit ditemukan jika isi content area terlalu banyak atau menerapkan infinite scrolling.
User yang scrolling hingga paling bawah sudah pasti niat. Jadi, footer pada website bisa membantu agar user tetap engage dengan situs atau dengan kata lain user tetap berinteraksi dengan situsnya.
Footer pada website bisa jadi tempat monetisasi, misalnya menempatkan iklan di sana. Meski peluang untuk mendapatkan uang lewat tayangan lebih kecil. Namun, footer bisa digunakan agar tidak mengganggu user experience.
Dalam click depth, laman yang prioritas untuk di-crawl sebaiknya diletakkan di homepage. Jika navigation bar-nya tidak cukup. Maka footer pada website bisa menjadi tempat untuk menempatkan tautan.
Informasi seperti privacy policy, hak cipta, logo sponsor, dan peliputan media biasanya ditempatkan di footer pada website.
Contoh di atas adalah footer pada farisyudza.com. Isinya adalah logo brand klien yang pernah ditangani pemilik blog ini, copyright, dan tautan Instagram.
Berikut ini adalah beberapa informasi yang bisa dimasukkan ke dalam website:
1. Nomor kontak
2. Halaman privacy policy
3. Keterangan hak cipta
4. Lokasi Google Maps jika memakai local SEO
5. Tawaran untuk berlangganan newsletter
6. Tautan ke media sosial
Tentukan apa yang mau dimasukkan ke footer website. Apakah iklan, tautan, teks, atau apa? Footer pun punya area terbatas.
Tidak hanya urusan apa saja yang dimasukkan ke footer website-nya. Pikirkan juga bagaimana penyusunan informasi di footer-nya.
Footer juga bisa menjadi ladang tempat optimasi, namun manipulatif seperti hidden text. Jangan pakai footer untuk teknik black hat SEO ya.
Terakhir, coba berbagai desain atau layout dari footer untuk menemukan desain terbaik.
Khusus blog ini, akan dibahas cara mengedit footer pada WordPress.
1. Klik appeareance
2. Klik widgets
3. Pilih bagian footer yang mau diedit
4. Pilih apa yang mau dimasukkan dan bentuknya (gambar, teks, HTML, heading, atau list). Kalau iklan, biasanya akan pakai custom HTML
5. Tambahkan sesuai dengan posisi footer yang kamu inginkan
6. Selesai
Jika mau edit lagi, lakukan lagi cara yang sama.
Jadi, footer tidak hanya merupakan “palung” atau dasar dari website. Namun, merupakan tempat yang bermanfaat dan bisa dimanfaatkan oleh kita sebagai pemilik website, pebisnis, atau marketer seperti SEO.
Sayang sekali jika footer tidak dimanfaatkan dengan baik. Kalau kamu, apakah membiarkan footer menganggur?
Terdapat klaim bahwa CTR menurun untuk halaman yang menarget informational intent. Salah satu cara untuk…
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak hal dalam dunia digital,…
Kamu lagi cari perusahaan shipping dan logistik untuk berbagai urusan seperti ekspor? Mau kirim barang…
Apakah bisnismu sudah menerapkan digital marketing? Jika belum, maka kamu bisa tertinggal dari kompetitor. Sekarang…
Salah satu cara agar kita punya penghasilan pasif adalah lewat investasi atau trading saham. Capital…
Memiliki website di era digital bukan lagi sekadar gengsi atau formalitas. Banyak pemilik bisnis yang…