Selain teknik white hat dan black hat SEO, ada juga yang namanya grey hat SEO. Seperti namanya, teknik ini abu-abu atau bisa dibilang gabungan dari white hat dan black hat.
Teknik ini cukup riskan karena situs yang menerapkannya berpotensi mendapatkan penalti, namun bisa juga sebaliknya, yaitu naiknya organic traffic dan ranking di SERP.
Apa saja contoh grey hat SEO ini?
Grey hat SEO adalah kombinasi metode white hat dan black hat SEO. Jadi, campuran dari cara bersih yang sesuai dengan aturan dari mesin pencari serta cara yang jelas dilarang oleh mesin pencari.
Teknik ini masih sering dipakai oleh praktisi SEO, terutama praktisi yang mengedepankan user first, tetapi masih beranggapan kalau membeli backlink tanpa mencantumkan tag sponsored post bukanlah sebuah masalah.
Contoh paling simpel dari grey hat SEO adalah membuat konten berkualitas tinggi, lalu membeli backlink ke URL yang berisi konten berkualitas tadi.
Selain itu, konten berkualitas yang keyword density-nya tinggi juga bisa dibilang grey hat SEO, namun perlu dipahami bahwa banyak keyword yang muncul, tetapi natural saat dibaca tidak termasuk keyword stuffing.
Mirip dengan black hat SEO, alasan orang ingin menerapkan grey hat SEO adalah ingin hasil yang lebih cepat realisasinya. Bedanya dengan black hat, teknik grey hat masih bisa diterapkan pada situs non terlarang.
Eksperimen pada suatu domain juga bisa jadi alasan mengapa ada orang yang menerapkan grey hat SEO.
Sebagai opini, penulis lebih condong ke white hat SEO karena teknik tersebut sustain dalam jangka panjang dan tidak berpotensi nendatangkan risiko seperti penalti dari Google.
Namun, jika kamu merasa berani untuk mengambil risiko dari teknik grey hat SEO, maka DYOR (do your own risk) saja. Namun, ingat bahwa ada potensi pelanggaran yang terjadi saat menerapkan teknik grey hat, sehingga teknik ini pun tidak direkomendasikan untuk brand besar yang ingin sustain secara jangka panjang.
Hal yang cukup gambling dalam grey hat SEO adalah suatu saat, teknik ini bisa menjadi black hat SEO atau white hat SEO (meski lebih condong ke black hat SEO).
Lebih baik pakai teknik white hat SEO yang jelas mengikuti panduan dan aturan dari mesin pencari daripada teknik grey hat SEO yang masih berisiko melanggar aturan dari mesin pencari.
Grey hat SEO bisa saja works untuk jangka pendek/menengah, tapi untuk jangka panjang? Belum tentu!
Jadi, daripada memakai teknik yang berisiko, lebih baik gunakan teknik yang sesuai dengan panduan saja. Better safe than sorry!
Referensi:
https://ahrefs.com/seo/glossary/grey-hat-seo
Gunung Andong adalah gunung yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Gunung tersebut merupakan salah satu…
GAMEBOOK menjadi salah satu media game dan pop culture yang menarik perhatian karena menawarkan lebih…
Studi GEO sebelumnya, pemilik blog ini banyak memakai kueri local intent. Nah, bagaimana kalau di…
Sistem pendingin adalah aspek penting yang sering diabaikan saat memilih Laptop Gaming. Padahal aspek ini sangat…
Salah satu hal yang menyebalkan bagi SEO specialist atau pengurus website/digital marketer adalah traffic website…
Investasi bisnis ke SEO pastinya mengeluarkan waktu, biaya, dan uang. SEO adalah kanal yang worth…