Sebelumnya, penulis pernah membahas soal white hat SEO yang merupakan teknik optimasi dengan mengikuti aturan dan guideline dari mesin pencari. Terdapat juga antonim dari hal ini, yaitu black hat SEO. Teknik ini melanggar aturan dari mesin pencari dengan memanfaatkan “lubang” pada algoritmanya.
Meski jelas-jelas melanggar, teknik ini masih sering dipakai oleh banyak orang dalam optimasi. Mengapa demikian? Apa saja teknik hitam ini?
Black Hat SEO adalah optimasi yang tidak sesuai atau melanggar guideline dari mesin pencari.
Berbeda dengan teknik white hat SEO yang prinsipnya user first, prinsip black hat SEO adalah memanipulasi peringkat pada mesin pencari dan mencari celah dalam algoritma.
Meski Google melawan situs yang menggunakan teknik ini dengan update algoritma, black hat SEO masih terus ada.
Black hat SEO biasanya menghasilkan result yang cukup cepat dibandingkan dengan white hat SEO. Namun, cara ini tidak akan sustain untuk jangka panjang karena Google selalu update algoritma.
Biasanya, situs yang menggunakan black hat SEO akan dapat “hadiah” setelah core update.
Tidak semua industri bisa menerapkan white hat SEO. Karena itulah, industri terlarang biasanya memakai teknik black hat SEO.
Ketidaktahuan akan black hat SEO akan menyebabkan seseorang menerapkannya. Contoh paling sering adalah keyword stuffing yang mana sebuah keyword ditumpuk, padahal bikin artikelnya tidak enak dibaca.
Ada orang tertentu yang membeli domain dan memakai teknik black hat SEO untuk bereksperimen sampai kapan teknik ini akan bertahan.
Menurut Google Spam Policies, berikut beberapa teknik black hat SEO:
Selain yang di atas ada juga beberapa teknik black hat SEO lain seperti:
Simpelnya, karena teknik ini melanggar aturan dari mesin pencari, sehingga tidak akan bertahan dalam jangka panjang.
Sebagai profesional dalam SEO, pastinya kita tidak ingin sengaja menghancurkan bisnsi orang lain bukan? Tidak memakai teknik black hat SEO juga termasuk bentuk integritas dalam pekerjaan kita sebagai SEO specialist.
Menggunakan black hat SEO juga menumbuhkan kebiasaan yang serba instan, padahal sebenarnya jelas tidak akan sustain.
Daripada capek-capek mencari “lubang” dalam algoritma Google dan menerapkan teknik black hat SEO. Lebih baik pakai white hat SEO yang jelas-jelas bertahan untuk jangka panjang.
Ingat bahwa SEO itu untuk membuat situs kita lebih mudah dicari dengan cara membuat situs yang user experience-nya bagus, bukan justru mengakali mesin pencari yang akan selalu update algoritmanya.
Happy optimizing!
Referensi:
https://www.semrush.com/blog/black-hat-seo/#9-black-hat-seo-tactics-to-avoid
https://ahrefs.com/seo/glossary/black-hat-seo#:~:text=Black%20hat%20SEO%20attempts%20to,be%20effective%20in%20certain%20industries.
https://blog.hubspot.com/marketing/black-hat-seo
Karena sekarang AI bisa membuat teks, orang-orang jadi sulit untuk membedakan tulisan AI dan manusia.…
Mendapatkan backlink secara natural pastinya sulit, tetapi rasanya sepadan. Apalagi, jika ternyata backlink yang didapatkan…
Ketika sedang ingin mengetahui siapa untuk ditanya atau rujukan bagi ilmu SEO, maka Anda bisa…
Membangun Minimum Viable Product (MVP) untuk SaaS membutuhkan infrastruktur server yang stabil sekaligus efisien dari…
Bridge dari Kebiasaan Membaca Personal Blog dan Konten Naratif Mendalam ke Pengalaman JRPG Modern: Mengapa…
Traffic website turun biasanya jadi alarm atau peringatan, terutama bagi pengurus website atau SEO specialist.…