Mungkin kamu pernah membaca soal kalimat persuasif yang bersifat membujuk. Namun, ada lagi yang bisa dibilang adalah versi lebih keras/kasarnya yaitu kalimat imperatif.
Woh imperatif? Seperti imperial kerajaan begitu ya? Yah, sekilas mungkin terdengar mirip. Namun, bukan kalimat kerajaan kok!
Apa itu kalimat imperatif dan ciri-cirinya, serta contohnya?
Kalimat imperatif adalah kalimat yang bertujuan untuk:
Berbeda dengan kalimat persuasif yang membujuk tanpa paksaan. Dalam kalimat imperatif, tidak masalah untuk memaksa atau kasar/keras karena ada yang bersifat perintah, namun kalimat imperatif juga bisa diucapkan dengan lisan secara halus. Selain itu, kalimat imperatif juga cukup berbeda dengan kalimat deklaratif karena biasanya, kalimat deklaratif diakhiri dengan tanda titik.
Semua tergantung dari intonasi saat berbicara. Namun, untuk media tulis, maka akan bergantung pada persepsi pembaca.
Menurut KBBI sendiri, imperatif artinya: bersifat memerintah atau memberi komando; mempunyai hak memberi komando; bersifat mengharuskan
Ciri-ciri kalimat imperatif mirip dengan persuasif, yaitu adanya ajakan dan tanda seru (tetapi bisa juga memakai tanda titik), namun pengucapannya lebih keras/kasar serta kalimatnya (biasanya lebih pendek) tidak memiliki subjek.
Kalimat imperatif tidak hanya dalam bentuk perintah, tetapi juga:
Mungkin kamu pernah bertemu perokok yang bandel karena hanya melihat tanda dilarang merokok, namun tidak ada teks “dilarang merokok!”.
Teks “dilarang merokok” tersebut dapat mempertegas peraturan yang berlaku. Apalagi jika ada tambahan konsekuensi yang berat bagi pelanggarnya.
Saat di masa genting, delegasi dengan kalimat imperatif jadi solusi yang bagus karena efisiensinya. Jadi, tidak ada babibu langsung perintahkan apa yang perlu dikerjakan ke bawahan agar masalah cepat selesai.
Kalimat imperatif berupa larangan dapat menjaga orang-orang dari bahaya.
Contohnya, untuk handling asam di laboratorium, maka ada kalimat imperatif berupa wajib memakai alat perlindungan diri sebelum membuka lemari asamnya.
Karena call to action adalah panggilan terhadap audiens, maka kalimat imperatif bisa kita pakai dalam pembuatan CTA.
Contohnya: “ayo klik tombol ini sekarang juga!”
Saat berbicara dengan orang yang lebih tua, tidak disarankan untuk menggunakan kalimat imperatif karena terdengar kurang/tidak sopan.
Jika kamu memimpin bawahan yang umurnya lebih tua, pakailah kalimat persuasif kepada mereka.
Saat berdiskusi dengan atasan/klien, tidak dianjurkan untuk menggunakan kalimat imperatif karena secara rantai komando, justru mereka yang berhak memerintah kita.
Sebagai gantinya, gunakanlah kata “tolong” saat meminta sesuatu.
Saat menjadi pemimpin demokratis, kalimat imperatif bak seorang diktator tidak sebaiknya kita gunakan agar morale tim tidak berkurang.
Kalimat imperatif sangat rawan dianggap kasar dalam teks. Jadi, kalau teman chat-mu suka salah tanggap atau miskomunikasi, sebaiknya urungkan niat untuk memakai kalimat imperatif demi menghindari konflik.
Berikut beberapa contoh kalimat imperatif:
Pada dasarnya, cara membuat kalimat imperatif mirip dengan kalimat lainnya. Yaitu sesuaikan dengan target pembaca/lawan bicara. Selain itu, perjelas juga apa perintah/permintaannya. Jadi, bisa dibilang pakai kalimat efektif saat membuat kalimat imperatif.
Karena bisa terdengar kasar/keras, sebaiknya gunakan diksi “tolong” untuk meringkankan tone of voice-nya.
Meski terdengar dan terkesan kasar/keras (apalagi jika diucapkan secara lisan), kalimat imperatif masih punya banyak manfaat seperti mempertegas aturan dan menghindarkan masyarakat dari bahaya.
Kalau kamu ingin menggunakan kalimat imperatif, lihat dulu siapa lawan bicaramu atau target pembacamu. Jangan sampai kalimat imperatif ini menimbulkan konflik yang tidak perlu. Pro tip-nya: pakai diksi “tolong” setiap memakai kalimat imperatif secara lisan.
Happy writing!
November 2022, pekerja kreatif di seluruh dunia dikejutkan oleh hadirnya produk OpenAI bernama ChatGPT. Perusahaan…
Metrik di performance marketing ada banyak, salah satunya adalah CPL atau cost per leads yang…
Dalam performance marketing, bahkan SEO. Kita bisa menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu…
Dengan kemunculan AI generatif, terdapat istilah baru, yaitu GEO. GEO cukup berbeda dengan SEO karena…
Studi sebelumnya, pemilik blog ini menguji rekomendasi blog untuk belajar SEO. Studi dengan kueri lokal…
Studi sebelumnya menyoroti bahwa GEO memberikan jawaban yang tidak selalu sama meski prompt-nya sama. Meski…