Content Writing

Majas Sinisme – Sindiran untuk Mencemooh!

Saat mendengar kalimat dengan majas sinisme, apalagi kalau targetnya adalah kita, pasti ada rasa defensif atau jengkel. Wajar saja, karena sinisme itu termasuk sindiran langsung yang tujuannya termasuk mencemooh, bahkan bisa dibilang frontal.

Sindiran ini berbeda dengan ironi dan satire yang merupakan sindiran halus. Sinisme itu sindiran kasar, sehingga perlu pertimbangan untuk mengemukakannya.

Yuk selami lebih dalam soal sinisme!

Apa Itu Sinisme?

Mirip dengan saat orang melihat kita dengan sinis, ada rasa tidak enak dan jengkel. Sinisme adalah sindiran kasar yang bertujuan untuk memaki/mengejek atau mengkritik orang/objek secara terang-terangan.

Menurut KBBI, sinis adalah mengejek atau memandang rendah.

Mengapa Sinisme harus Hati-Hati dalam Penggunaannya?

Karena sinisme bersifat frontal dan bertujuan untuk mengejek, maka penggunaannya harus hati-hati karena rawan menimbulkan konflik, terutama jika target sinismenya adalah orang yang tidak bisa menerima kritik.

Sinisme sebaiknya digunakan kepada orang yang sudah jelas kita kenal kepribadiannya.

Namun, jika kamu suka keributan, sinisme bisa jadi sindiran yang sering kamu pakai.

Bagaimana Cara Membuat Kalimat/Kata-Kata Bermajas Sinisme?

Pada intinya, cara membuat kalimat/kata-kata bermajas sinisme adalah memaki/mencemooh/mengkritik. Karena itu, kita harus fokus mencari dulu kelemahan atau kekurangan seseorang/objek sebelum membuat kalimat/kata-kata bermajas sinismenya.

Setelah mengetahui kekurangan/kelemahannya, baru kita bisa merumuskan kalimat/kata-kata bermajas sinismenya.

Contoh Kalimat/Kata-Kata Bermajas Sinisme

Berikut contoh kalimat/kata-kata bermajas sinisme. Fokusnya ada pada mencemooh/mengkritik sesuatu:

  • Buat apa menggali tanah itu, hanya buang energi saja!
  • Katanya pinter? Kok pake nanya ke aku yang ranking terakhir?
  • Apakah dia iblis berwujud manusia? Kok bisa dia nilep uang bansos?
  • Sebentar lagi akan ada masa yang penting FYP, bukan kredibilitas referensinya!
  • Kepalamu besar, tapi kok pemikirannya kecil sekali?
  • Tanganmu kekar, tapi tidak bisa membuka tutup botol
  • Katanya dulu atlet, tapi sekarang kok gendut?

Hati-Hati dalam Membuat Kalimat/Kata-Kata Bermajas Sinisme

Dari contoh kalimat/kata-kata bermajas sinisme, terlihat jelas kalau memang ciri khas dari sindiran ini adalah cemoohan atau kritik yang frontal, jadi kita harus hati-hati untuk memberikan sindiran dalam bentuk sepreti itu.

Mungkin ada orang yang bisa menerima kritik, tetapi belum tentu mereka menerima cemoohan. Siapa sih yang mau diejek?

Happy writing!

Author

Faris Yudza Ghifari, S.Si., M.I.Kom (Certified Impactful Writer)

Faris Yudza Ghifari. Digital Marketing & Website Associate di PrimeCare Clinic. Berpengalaman di niche kesehatan, pemasaran, dan engineering (alat laboratorium dan energi terbarukan)

Recent Posts

Google Autocomplete: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk SEO dan User

Google Autocomplete adalah fitur Google Search yang menampilkan prediksi kata atau frasa ketika pengguna mulai…

24 hours ago

Hari Blogger Nasional – Blogger Masih akan Terus Hidup!

Selamat hari blogger nasional! Hari blogger nasional bertepatan pada tanggal 27 Oktober 2026. Bagaimana sejarahnya?…

1 day ago

Cara Daftar GoFood untuk Perusahaan Beserta Dokumen yang Perlu Disiapkan

Membuka usaha kuliner melalui badan usaha memiliki kebutuhan administrasi yang berbeda dibandingkan bisnis perorangan. Ketika…

1 day ago

Kompres Gambar: Pengertian, Manfaat, dan Cara Melakukannya untuk SEO

Kompres gambar merupakan salah satu langkah optimasi website yang sering dilakukan untuk mengurangi ukuran file…

3 days ago

Majas Alegori: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Majas alegori adalah gaya bahasa yang menyampaikan makna melalui cerita, gambaran, atau rangkaian lambang yang…

3 days ago

Superlatif: Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh, dan Penggunaannya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata-kata seperti "terbaik", "tertinggi", "tercepat", atau "paling besar" untuk…

5 days ago